Seorang gadis menghilangkan semangat hidup seorang pria,dan kemudian pria itu menghilangkan harapan hidup gadis lainnya.
Ketika takdir mewarnai hidup mereka berdua dengan lebih banyak warna hanya dalam 1 malam.
Akankah itu warna kesedihan atau warna...
aku merindukanmu untuk beberapa alasan malam ini. air mata menderas di dalam hatiku yang naik.
ketika hujan, aku kembali teringat dan luka menyebar. aku melihatmu yang mengalir kemudian aku membeku saat itu. aku basah oleh kenangan ketika aku menggambar kamu yang cantik dalam hujan.
"Saeed..kenapa kau menyetel lagu ini ?" Hamdan melirik tajam pada salah satu staffnya yang sedang menyetir dan ia langsung mematikan musik itu.
Lagu ini seperti mengingatkannya dengan Zeenah,Zeenahnya yang sangat menyukai hujan.Di saat dia sangat membenci hujan,Zeenah malah menyukainya. Sekarang ia tidak lagi membenci hujan,tapi sekarang hujan membuatnya merindukan seseorang.
"Iya maa !!" Zayn membuang nafas kesal karena mamanya menggangunya saat sedang asik-asiknya main game dan ia melemparkan handphonenya ke sofa.
"Kau ini merepotkan tau " Zayn menjitak dahi adik perempuan satu-satunya yang meringis akibat perbuatannya.
"Zeenah ! Kau juga keatas nak !"
Zeenah mendangakkan kepalanya dan berteriak menjawab teriakan mamanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Zeenah dengan di gandeng Zayn naik ke lantai dua atas perintah dadakan ibunya.
Zayn menjadi saudara yang protektif sekarang,berbeda dengan dulu yang biasanya dia sendiri yang menarik kaki Zeenah hanya untuk melihat adiknya itu kesal dan menangis.Dari situlah mental baja Zeenah terbentuk.
"Ada apa sih ma ?" Tanya Zeenah sambil memegang punggungnya yang terasa pegal hanya karena naik tangga.
Ibunya tersenyum lebar kemudian membuka sebuah pintu berwarna putih bersih.
Zeenah membulatkan matanya dan mulutnya terbuka lebar.
"Kamar bayi ? Ini untuk anakku,ma ?" Lirih Zeenah.
"Tentu saja Zeenah sayang,tidak mungkin untuk Zayn.Pacar saja dia tidak punya apalagi anak.Naudzubillah !"
"Ish mama ! Kalau ngomong di kontrol dong !" Zayn mengelus-ngelus dada mendengar mamanya yang memang terkadang suka asal kalau bicara.