Hari-hari Zeenah terasa mencekam, apalagi hari ini adalah hari kepulangan orang tuanya.Entahlah dia harus menjelaskan bagaimana agar dia tidak dibantai hidup-hidup oleh ayahnya.
"Zee,semuanya akan baik-baik saja" Hamzah menepuk-nepuk pundak Zeenah lembut.Zeenah membalasnya dengan senyuman lembut.
Selama 1 minggu terakhir ini,Hamzah menemaninya,ia tidak ikut kembali ke Dubai bersama Hamdan.Ia bilang karena ia ingin menepati janjinya untuk menemani Zeenah,and he did.
"Baby Zee,Looks who come back to home ?!" Teriak mama Zeenah setelah sampai di rumahnya.
Zeenah langsung lompat dari sofa tempatnya duduk dan berlari ke mamanya.
"Ma..miss u" lirih Zeenah dipelukan hangat ibunya.Tak ia sangka ia akan terisak seperti ini.
"Hey girl,tumben kamu nangisin mama sebegininya" mama Zeenah menangkup wajah putrinya dengan sayang dan heran.
"Ih mama tuh gak pernah pergi selama ini" Zayn berdalih,mencari alasan kenapa Zeenah menangis dan dia tau alasannya.
"Loh kok ada orang ganteng di rumah kita.Siapa dia ?" Mata mama Zeenah melirik pada Hamzah.
"Ma,selama ini aku dianggap apa di rumah ini ? Aku lebih tampan dari dia" Zayn mencoba membuat suasana rumah seperti biasanya padahal hatinya ketar-ketir dan was-was dengan keadaan Zeenah dan bagaimana cara mengabari ayahnya.
"Tentu.Anak mama paling tampan sedunia" mama Zeenah menepuk pipi wajah tampan anak lelakinya.
"Dia temannya Zayn,ma.Dia dari Dubai" Zeenah memperkenalkan Hamzah.
"Dubai ? Darimana Zayn bisa berteman dengannya ?"
"Hey kenapa Baba punya anak-anak sudah pada besar tapi tidak ada yang membantu mengambil barang ?" Ayah Zeenah mengintrupsi Zeenah dan Zayn yang sibuk bercengkrama dengan ibunya.
"Pelayan kan ada" Zeenah mencari alasan agar tidak diomeli ayahnya.
"Kalian tidak mau dapat pahala berbakti pada orang tua ya ?". Nah kalau ayahnya sudah mengeluarkan kode ini,duo Z langsung pergi ke mobil,karena takut dapat kutukan ayahnya.
"Sudah Zee,biar aku saja yang membawanya" Zayn mengambil koper dan tas dari tangan Zeenah.
"Sudahlah,aku saja.masih banyak barang berat yang lain" Zeenah mengulurkan tangannya hendak meraih koper sebelum Zayn menjauhkannya.
"Zee,kau tidak boleh membawa barang berat.Kau itu sedang hamil" Zayn berbisik memelankan suaranya,jangan sampai orang tuanya tau sebelum ia menjelaskannya sendiri.
Wajah tenang Zeenah langsung menjadi murung mendengar alasan Zayn mencegahnya.
"Aku tidak menginginkan anak ini.jadi terserah kalau dia mau pergi dari perutku"
"Kau ini ibu macam apa.Lagi pula akan makin ribet kalau kau pendarahan disini dan baba mama tau sekarang"
'Iya juga'
"Masuk saja sana !" Usir Zayn sambil mendorong pelan adiknya yang menggerutu pelan padanya.
Sebuah mobil hitam Mercedes masuk ke halaman besar rumah Zeenah.Membuat Zayn dan Zeenah menatap penasaran.Zeenah mengangkat dagunya pada Zayn dalam isyarat 'siapa itu ?' Zayn mengedikkan bahunya.
"Zayn lebih baik kau yang menerima tamu itu dan aku yang membawa barang ini"
"Masukk !" Zayn mengangkat tangannya dan mengacungkan jari telunjuknya kearah pintu,Zayn memang suka geregetan dengan sifat keras kepala adiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Attention (Prince Hamdan) {End}
RomanceSeorang gadis menghilangkan semangat hidup seorang pria,dan kemudian pria itu menghilangkan harapan hidup gadis lainnya. Ketika takdir mewarnai hidup mereka berdua dengan lebih banyak warna hanya dalam 1 malam. Akankah itu warna kesedihan atau warna...
