Sin 03 : He Loves Head

14.5K 1.4K 144
                                        

[ A u t h o r ]

.

.

Jendela yang terbuka lebar mempersilakan sinar matahari masuk ke dalam kamar, menggugah tidur pulas Neo. Sambil menguap lebar, Neo mengangka tubuhnya melawan daya tarik kasur lalu ia duduk beberapa saat dengan mata yang masih terpejam.

Kira-kira sekitar 60 detik, ia tetap pada posisi ini.

"DON'T YOU DARE TO TOUCH MY CEREAL!!"

Dari luar kamar Neo, Ashton menjerit begitu keras hingga Neo mau tak mau harus bangun dan pergi untuk melihat apa yang terjadi. Sebagai informasi, Ashton dan Tyler adalah tanggung jawabnya. Gilbert meminta Neo untuk menjaga kedua pemuda itu selayaknya Riley dan Xing menjaga Neo seperti adik mereka sendiri.

Di ruang makan ia melihat Ashton menggertakkan giginya ke arah Ian, sedang Ian mengangkat kedua tangannya, pasrah pada situasi saat ini. "Neo, kau sudah bangun?" Neo menoleh ke sumber suara yang memanggil namanya. An-Hee rupanya ada di sana bergabung bersama mereka untuk sarapan.

"AN-HEE BABY !"

Neo menghampiri An-Hee, kemudian ia memeluk An-Hee erat-erat dari belakang. "Selamat pagi Neo." An-Hee menyapanya sambil tertawa kegelian. "GOOD MORNING!" seru Neo dan ia melepaskan An-Hee. "Ya brat, don't make a fuss over cereal!" seru Neo ke arah Ashton. "Shut up!" balas Ashton dan sebuah sendok sup melayang ke Ashton mengenai kepala pemuda itu. "Ouch!!" pekiknya kesakitan.

"Sudah hentikan, jangan bertengkar saat sarapan." An-Hee menatap Neo dengan sorot mata memohon supaya Neo mengakhiri pertengkaran mereka. "Neo, ini sarapanmu." Riley meletakkan sebuah piring berisi sosis goreng, bacon dan kacang merah yang berkuah kental, satu piring lagi berisi roti panggang.

"An-Hee, apa Boss tidak ikut bergabung dengan kita?" tanya Riley seraya melepas celemeknya dan duduk di samping kiri An-Hee. "Dia sedang bicara di telepon, setelah selesai ia akan bergabung," jawab An-Hee. Riley menganggukkan kepalanya ringan, masakan yang ia buat tidak akan sia-sia. "An-Hee Baby, apa rencanamu hari ini?!" tanya Neo tanpa repot-repot menelan makanan dalam mulutnya lebih dulu. "Hari ini aku dan Ian akan pergi mencari petunjuk tentang David Cox." Setelah memberi jawaban, An-Hee menyeka mulutnya. "Nah, aku sudah mengecek semua lembaga pemerintahan dan hanya ada satu lembaga yang memiliki data seorang pria bernama Cox." Riley memberi tahu An-Hee dan Ian, "tidakkah lebih cepat kalian pergi ke sana?"

An-Hee tak berani memutuskan apa yang harus mereka lakukan, ia tidak ingin gegabah membuat onar di negara orang. Terlebih mereka belum tahu pasti tentang Cox.

"Sementara ini kau simpan saja dulu," sahut Ian.

"Aku mengerti," jawab Riley ringan, ia kembali menyantap menu sarapan yang ia buat.

Tak lama Gilbert masuk ke ruang makan dan duduk di kursi paling ujung. Riley yang melihat Gilbert bergegas pergi mengambil porsi sarapan Gilbert dan kopi pagi sang Boss.

"Ian, tidak akan ada perubahan rencana hari ini. Kau dan An-Hee pergi mencari data tentang Cox. Begitu kalian dapat informasi, tak perlu bertanya lagi apa yang harus kalian lakukan," ujar Gilbert sambil mengancingkan kancing kemeja di bagian pergelangan tangan.

"Ini kopimu, Boss."

"Terima kasih."

"OLD MAN, Bagaimana denganku? Apa yang harus aku lakukan hari ini?!" tanya Neo. Gilbert memilih untuk menyeluruput kopinya lebih dulu sebelum menanggapi Neo. "Hari ini Tyler terserang demam, jadi kau dan Ashton akan jaga rumah sekaligus merawatnya," ujar Riley menanggapi Neo. "SAY WHAT?!" Neo membelalakan matanya, ia terkejut mendengar Tyler jatuh sakit. Sampai dengan kemarin, ia masih terlihat sehat tak ada masalah.

SINFUL -The Hereafter- [ 3 ] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang