[ An - Hee ]
.
.
Usai makan malam, aku pergi menemui Gilbert di ruang kerjanya. Tapi rupanya Gilbert belum selesai berbicara dengan Ian dan beberapa anak buatnya sehingga Gilbert mengusirku pergi dengan menggerakkan tangannya memintaku keluar dari ruangan.
Aku menutup lagi pintu ruang kerjanya dan menghela napas. Bahkan setelah sekian tahun bersama, Gilbert tak pernah benar-benar membiarkanku tahu apa yang ia kerjakan. Dan aku sendiri tak punya nyali untuk tahu. Aku tak tahu bagaimana harus bersikap seandainya Gilbert memberi tahuku tentang pekerjaan, menjual narkotik atau memperdagangkan orang.
"But we can't bring that head, back to Moscow."
Aku menolehkan kepalaku ke arah suara yang membuyarkan lamunanku. Aku melihat Riley dan Neo berjalan turun dari lantai atas dan pergi menuju ke ruang keluarga. Sebelum aku menyusul Riley dan Neo, aku kembali menengok ke pintu ruang kerja Gilbert, tak ada gunanya menunggu di sini. Aku membawa kakiku ke ruang keluarga, melihat Neo tengah mengerutkan alisnya, berdiri di depan Riley yang duduk di sofa, ia tampak kesal.
"Ada apa?" tanyaku sambil berjalan menghampiri Neo.
"Tak ada apa-apa, hanya memberi tahu Neo bahwa ia tak bisa membawa serta kepala bersama kita besok." Riley menjawabku tapi tak memandang ke arahku, ia memandang ke Neo dengan tatapan tajam.
"But, I want to bring it back and put it with my other lovely heads collection!!" protes Neo lalu menekuk wajahnya.
"Tidak, kau tak akan membawanya pulang. Jika kau memaksa, maka aku akan minta Boss memusnahkan kepala itu."
Sekarang suasana berubah memanas, Neo terlihat marah namun Riley terlihat acuh tak peduli pada amarah Neo. Sesuai yang diharapkan dari orang yang cukup lama tinggal bersama dengan Neo, amarah Neo tak berarti apapun.
"OH WELL!"
Neo membuang mukanya, berjalan keluar dari ruangan dengan menghentakkan kakinya kesal. Aku ingin mengatakan sesuatu namun aku tak ingin salah bicara dan membuat suasana hati Neo semakin memburuk. Jadi aku hanya memerhatikan Neo yang pergi meninggalkan ruang keluarga.
"Biarkan saja, An-Hee." Seolah membaca pikiranku, Riley menceletuk. Aku berpaling ke arah Riley, "kau yakin Neo tidak akan merajuk?" tanyaku. "Lebih baik begitu dari pada ia akan memberi kita masalah besok." Riley menjawab seraya bangkit berdiri.
"Riley, jadi kita akan pulang ke Rusia, besok?"
Riley menganggukkan kepalanya. "Ya, tentu kita akan."
"Aku tidak yakin apa urusan Gil benar-benar sudah selesai atau karena ia tak ingin aku membuat masalah di sini, ia membawa kita semua kembali ke Rusia..."
"An-Hee, apa yang kau pikirkan tidaklah benar," Riley menepuk bahuku. "Cox telah dilenyapkan, bisnis gelap Donnovich telah ada di tangannya, tak ada alasan bagi Boss tinggal lebih lama di sini. Terlebih lagi..." Riley menghentikan kalimatnya dan membuatku bingung.
"Riley?"
"Viktor menginginkan haknya dari Boss."
"Viktor?" Nama yang asing itu membuat rasa penasaranku bertambah. "Siapa Viktor?" tanyaku lagi. Riley menatapku sesaat, ada keraguan saat ia menatapku. "Riley, katakan padaku siapa dia. Aku juga ingin tahu," ujarku lagi.
Riley memintaku untuk duduk, begitu juga dengannya. Kami duduk bersebelahan namun saling berhadap-hadapan.
"Viktor adalah adik Gilbert," jawab Riley.
"Tunggu, bukankah adik Gil adalah Igor?"
"Igor juga adik Gilbert."
"Apa...? Jadi berapa banyak adik Gil?"
KAMU SEDANG MEMBACA
SINFUL -The Hereafter- [ 3 ]
ActionSong An-Hee yang telah menyerahkan jiwanya pada Sang Iblis, tak lagi meragukan apapun. Ia tahu dengan pasti ia akan berakhir di kegelapan kekal, namun selama Gilbert bersumpah untuk-"Aku akan mencintaimu bahkan sampai di hari penghakiman terakhir"-...
![SINFUL -The Hereafter- [ 3 ]](https://img.wattpad.com/cover/108802070-64-k294002.jpg)