One

14.9K 1.1K 42
                                        

"Taehyung! Kau ini benar-benar keras kepala, ya?!"

"Aishh, Jin-hyung, berisik sekali pagi-pagi begini. Ada apa?" Taehyung yang sedang mengepak pakaiannya merasa risi karena teriakan hyung kesayangannya itu.

"Kau benar-benar akan pergi ke Busan? Hanya untuk penelitian bodohmu itu?"

"Kan sudah kubilang, Hyung, ini penelitian penting untuk studiku! Kau 'kan tahu aku pecinta alam, dan kudengar ada hutan yang sangat indah dan banyak misterinya di Busan. Tekadku sudah kuat, jadi jangan halangi aku!"

"Susah, ya, berbicara dengan alien sepertimu."

"Alien alien mulu, aku ini tampan, Hyung. Banyak yang sudah mengantri untuk menjadi pasanganku."

"Ah, tetap saja kau masih belum mempunyai kekasih, mereka itu hanya tertipu oleh parasmu saja tapi ill-feel dengan sifatmu."

"Ahhh! Berisik, Hyung, kau mengganggu konsentrasiku saja."

"Baiklah, baiklah, berbuatlah sesukamu. Hyung pusing."

"Hus hus pergi!"

Kim Taehyung, namja yang sedari tadi berkutat dengan koper dan baju-bajunya itu adalah anak dari direktur utama Kim.Corp, perusahaan besar yang bercabang di banyak kota di Korea Selatan, ia mahasiswa semester 2 di Seoul National University mengambil jurusan Ilmu Lingkungan Hidup.

Jika ada yang bertanya mengapa ia mengambil jurusan tersebut, Taehyung hanya akan menjawab "Karena aku sangat menyukai alam." Aneh? Memang. Bagaimana bisa seorang anak penerus perusahaan besar mengambil jurusan yang jauh kaitannya dengan bisnis sang ayah tersebut. Itulah keanehan Kim Taehyung, jika ia diceramahi oleh teman-temannya ia akan menyalahkan sang kakak, Kim Seokjin yang memilih untuk bertunangan dari pada dibebani urusan perusahaan ayah mereka.

Seokjin 4 tahun lebih tua dari Taehyung dan sudah bertunangan dengan anak dari pemilik salah satu Agensi idol di Korea bernama Kim Namjoon. Taehyung ingin menikmati masa mudanya sebelum ia dipusingkan dengan urusan perusahaan ayahnya itu, namun begitu-begitu ia sangat cerdas dan sudah mengerti bagaimana caranya mengurus perusahaan, karna selain kuliahnya, sang ayah pun memberikannya pembimbing khusus yang mengarahkannya untuk menjadi penerus yang baik.

"Ahh, akhirnya selesai juga membereskan ini. Jadi besok aku hanya tinggal berangkaatttt," monolog Taehyung sambil meregangkan badannya.

Ia pun turun dari kamarnya dan mendapati hyungnya sedang berkutat di dapur.

"Sedang apa, Hyung?"

"Tidak bisakah kau melihatnya? Aku sedang memasak."

"Galak sekali." Taehyung duduk di salah satu kursi di meja makan dekat dapur mereka.

"Kalian ini kenapa selalu ribut jika di rumah, hm?"

Taehyung menoleh dan melihat eomma tersayangnya datang menghampiri mereka.

"Eomma~~ tahu nih, Jin-hyung sensi sekali padaku sejak tadi."

"Dia yang duluan, Eomma. Bagaimana bisa dia mau membuang waktunya 3 bulan hanya untuk pergi ke Busan dan melakukan penelitian tidak pentingnya itu?"

"Yak, Hyung! Penelitian itu penting tahu, aku rela menghabiskan libur semesterku hanya untuk melakukan penelitian ini."

"Itulah anehnya dirimu, Tae! Bukannya membantu appa di perusahaannya, kau malah enak-enakan pergi ke Busan."

"Hyung, aku ingin menikmati masa mudaku, siapa tahu aku bisa menemukan jodohku di sana." Taehyung berbicara dengan mata berbinar membayangkannya.

Fate [VMin]√Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang