Epilogue

8.7K 678 116
                                        

"Ya Tuhan, Jihyung! Berhenti berlarian seperti itu, kau bisa jatuh!" Jimin hampir kewalahan mengejar anak berumur hampir 5 tahun yang tengah berlari ke sana-kemari dengan begitu semangat. Taehyung meringis melihat adegan tersebut, ia khawatir dengan kondisi sang istri.

"Jim, hati-hati. Kau juga bisa terjatuh sayang. Ingatlah kandunganmu."

"Kalau begitu bantu dong, Tae! Jihyung harus segera bersiap." Jimin mendumal karena perkataan suaminya tersebut. Mereka harus bersiap untuk pergi ke Busan, karena Baekhyun dan Chanyeol sudah sangat merindukan cucu mereka.

Setelah resmi menikah 6 tahun yang lalu, kini Taehyung dan Jimin memiliki seorang anak lelaki bernama Kim Jihyung dan juga calon anak kedua yang masih dalam kandungan sang istri. Setahun pernikahan, mereka mengira tidak akan mendapatkan buah hati karena dokter yang bilang jika tidak semua lelaki mendapatkan karunia tersebut dan kemungkinan untuk Jimin sangatlah kecil.

Tapi setelah usaha mereka berdua, akhirnya Jimin dinyatakan hamil tepat di perayaan satu tahun pernikahan, membuat hal tersebut menjadi hadiah terindah.

"Jihyung, mau mandi sama appa tidak?" Taehyung akhirnya menghampiri sang jagoan untuk segera bersiap sebelum Jimin kembali mengomel. Hormon kehamilan membuat kesayangannya itu menjadi jauh lebih cerewet.

"Mau! Tapi sama paman bebek juga!" Jihyung berlari senang menghampiri sang ayah, sedangkan Jimin menghela napas lelah. Anaknya itu mudah sekali menurut pada Taehyung, lebih-lebih ketimbang dirinya.

"Tentu. Paman bebek sudah menunggu di sana~" Taehyung menggendong Jihyung dan berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Jimin kembali menyiapkan pakaian yang diperlukan untuk menginap selama beberapa hari di Busan.

Setelah sedikit kericuhan yang dibuat ayah dan anak itu di dalam kamar mandi, akhirnya mereka selesai bersiap. Taehyung melihat Jimin sedang melamun saat menunggunya, Jihyung asyik bermain dengan kepingan puzzle di samping sang ibu, kemudian berseru memanggil Taehyung.

"Appa!" Jimin terlonjak mendengar suara nyaring tersebut, kemudian mengukir senyum saat Taehyung mendekat.

"Sudah siap, Tae?" Ia bertanya dengan halus, dibalas anggukan oleh sang suami, dengan segera ia mengambil tas yang sudah disiapkan, namun lengannya ditahan oleh Taehyung.

"Biar aku yang membawanya." Taehyung mengambil alih tas tersebut dengan lengan kiri karena yang kanan sedang dimainkan oleh Jihyung. Jimin mengangguk sambil membawa putranya untuk dituntun menuju mobil.

Usia kandungan Jimin baru memasuki bulan keenam, dan ia tidak bisa menggendong Jihyung seperti biasanya lagi, karena kaki sang anak terkadang tidak bisa diam ketika digendong. Sempat Taehyung berteriak panik saat Jihyung menendang keras perut bagian bawah Jimin dari samping, membuat istrinya meringis sakit.

"Eomma. Gendong..." Jihyung merengek ketika keluar dari pintu rumah, Jimin hanya bisa membalas dengan senyuman lembut.

"Maaf ya, eomma tidak bisa, Sayang." Jimin terkekeh saat melihat bibir putranya maju beberapa centi, terlihat imut seperti Taehyung ketika sedang merajuk. Anak pertama mereka itu memang dituruni wajah tampan sang ayah, sudah tidak aneh jika banyak yang berkata Jihyung itu duplikat Taehyung. Jimin sih senang-senang saja mendengarnya.

"Nanti di dalam, duduk dipangkuan eomma, bagaimana?" tawaran Jimin mengembalikan senyum sang anak. Bagaimanapun Jihyung rindu menempeli Jimin karena akhir-akhir ini ibunya itu jarang sekali memanjakan dirinya, bahkan mereka sudah tidak pernah tidur bersama.

"Benarkah?" Jihyung menatap dengan mata berbinar, mengundang kekehan dari Jimin. Taehyung yang sedari tadi memperhatikan hanya bisa tersenyum hangat melihat interaksi kedua malaikat hidupnya terdebut.

Fate [VMin]√Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang