Tetap saja tidak ada jawaban dari Riyan, akhirnya Bella pun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar tersebut dan masuk ke dalamnya.
Kosong! Dia tidak melihat Riyan ada di dalamnya.
“Kak Riyan..” Bella mencoba menganggil Riyan lagi, tapi sepertinya lelaki itu tidak ada di kamarnya.
Akhirnya Bella pun langsung mengambil setrikaan yang tergeletak di atas meja sebelah tempat tidur Riyan. Tapi, tak sengaja dia melihat sebuah botol kecil di atas meja itu juga.
“Obat apa ini?” ucap Bella menggenggam obat itu.
“Obat penghilang rasa sakit” matanya terbebelak saat mengetahui obat jenis apa itu.
“Kenapa kak Riyan punya obat kayak ini? Apa jangan-jangan, bahu kanan dia??” Bella semakin terkejut saat menyadari sesuatu.
Dia baru sadar, sejak Riyan mengalami benturan keras saat membela Indonesia, Bella sering melihat lelaki itu meringis kesakitan sambil memegangi bahu kanannya.
“Apa karena benturan itu, kak Riyan membeli obat kayak ini, tapi kenapa dia menyembunyikan hal seperti ini dari siapa pun?” heran Bella.
Tiba-tiba saja, “Lu ngapain di kamar gue?” suara Riyan itu membuat Bella membalikkan badannya. Di ambang pintu, lelaki itu terlihat meringis memegangi bahu kanannya.
“Apa kak Riyan, cidera parah?” tanya Bella balik tanya.
“Nggak” jawab Riyan ketus.
“Terus ini apa?” Bella menunjukkan botol obat yang digenggamnya. Riyan terkejut saat melihat Bella menggenggam obat penghilang rasa sakit-nya itu.
“Bukan urusan lu!!” sinis Riyan merebut paksa botol obat itu dari tangan Bella, kemudian dia meminum sebutir obat dari botol itu.
“Aku gak nyangka, kak Riyan yang selama ini aku kagumi, ternyata seseorang yang payah!” ucap Bella.
Riyan langsung menatap tajam kearah Bella, “Apa lu bilang? Payah!” kesal Riyan mendengar ucapan Bella.
“Ya, kakak nyerah begitu saja sama cidera yang kakak alami. Kak Riyan tau kalau obat itu gak bisa menyembuhkan cidera yang kakak alami, tapi malah memperburuk keadaan!” balas Bella, matanya mulai berkaca-kaca.
“Aku kira kak Riyan itu hebat, kuat. Tapi, nyatanya kakak mengambil keputusan yang membuat keadaan makin memburuk. Mungkin bener! Kak Riyan itu gak pantes jadi anaknya Indra Gunawan!” sinis Bella kemudian berjalan keluar dari kamar Riyan.
Riyan terdiam membisu setelah mendengar ucapan Bella, apa benar dia sudah mengambil keputusan yang salah?
“Lu gak ngerasain gimana rasanya berada di posisi gue, Bell” ucap Riyan pelan.
Mulai saat itu hubungan keduanya kembali seperti semula, bahkan sekarang lebih jauh dari pertama mereka bertemu, karena Bella terus menghindar saat bertemu dengan Riyan.
Entah kenapa Riyan merasa ada yang hilang, biasanya Bella selalu menganggu disetiap waktu yang seperti ini, tapi sekarang gadis itu justru menjauhi darinya.
****
Tidak terasa sudah tiba di mana pertandingan semi final di mulai. Pertandingan yang mempertemukan Indonesia dengan Jepang ini sebentar lagi akan segera dimulai.
Terlihat semua pemain sudah memasuki lapangan. Pertandingan pun di mulai dengan tempo yang cepat, Timnas Indonesia yang dikomandoi oleh Riyan, sedikit demi sedikit mulai membangun serangan.
Jepang pun tidak mau kalah, serangan mereka yang di komandoi kapten tim, Ryuta Kamasaki itu membuat Dani harus berulang kali menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dan Sepak bola (COMPLETED)
Novela JuvenilKisah tentang 4 orang sahabat yang berusaha membawa indonesia juara dalam ajang bergengsi Asia. Mereka juga berusaha memenangkan cinta mereka masing-masing. Bagaimana perjuangan mereka dalam melakukan semua itu, semuanya teringkas dalam kisah ini.
