-Violet pov
Membuka mata perlahan aku merenung ke atas lalu sekeliling segera bangun dari katil aku beranjak ke arah jendela membuka pintu kaca itu sedikit kasar "siapa di luar sana?! cepat tunjukan diri kalian!" ucapku lantang tapi tak ada sesiapa pun yang keluar aku pasti aku dapat rasakan aura aneh disekelilingku semasa aku lagi tidur. "Brat?" aku menoleh sebaik saja mendengar suara levi "levi?" panggilku aneh sendiri "kau kenapa udah hilang akal?" mengelengkan kepala lalu sedikit mengurutnya "aku sendiri nggak tau levi.. hatiku dari tadi berdetik aneh sekali.. seperti aura jahat selalu berlegar di sekelilingku" levi menepuk kepalaku perlahan "mungkin perasaanmu aja.. kau itu baru aja bangun dari tidur mungkin aja mimpi" tersenyum aku patuh dengan ucapan levi "ayo ke bawah masa untuk makan" levi menarik tanganku tapi perlahan aku menolaknya "aku bisa jalan sendiri levi.. aku tak mau perkara bertambah besar aku muak mau meliat sarah sekarang"
"baiklah" levi mengecup sekilas dahiku "asalkan itu kamu aku baik-baik aja" , "dan brat" aku mengangkat wajahku "masih mau rahsiakan nya dariku?" aku mengangguk "belum sampai masanya levi, percayalah aku akan ceritakan padamu satu hari nanti" kemudian kami berdua melangkah keluar dari kamarku menuju ke dewan makan dalam perjalanan kami bertemu dengan myungjong oppa "oppaduel~" panggilku manja "iya sayang~~" balas myungsoo oppa menarik aku masuk ke dalam pelukan miliknya lalu menarik tubuhku naik ke dukungan "makan?" tanya sungjong "ya" sahut levi singkat "sweety.. boleh kamu ke dewan makan ama levi dahulu aku mau bincangkan sesuatu ama violet boleh?" sungjong megangguk "ya, udah pasti ayo levi" ajak sungjong diterima levi "jaga tunangku baik-baik"
Myungsoo oppa membawa ku naik ke atas atap dan meletakan aku ke atas kerusi "violet oppa mau bertanya kepadamu" aku mengangguk "iya tanyakan saja" myungsoo oppa menghembuskan nafas perlahan "sejak pulang dari bangunan lama itu hati oppa nggak berhenti merasakan sesuatu yang jahat, oppa pasti perkara buruk akan berlaku lagi dan oppa merasakanya padamu" aku memandang mata myungsoo oppa "violet juga turut merasakannya tapi violet nggak pasti pada siapa dan apa.. minda violet masih berada dalam keadaan pemulihan violet nggak boleh melihat masa hadapan buat beberapa hari kedepan" mengengam tangan myungsoo erat aku memberi semangat padanya aku tau pasti myungsoo oppa berada dalam keadaan cemas sekarang bila dia mendapatkan firasat buruk dan iainya padaku, "myungie oppa.. violet bisa menjaga diri violet sendiri, malahan levi juga ada untuk menjaga violet oppa juga tau kan bertapa posesifnya levi pada violet? levi itu nggak ubah seperti oppa cuma aja sedikit dingin dan tsundere tapi violet nyaman kok"
"Oppa percayakan levi untuk menjagamu sayang.. cuma oppa nggak bisa berhenti dari mencemaskan dirimu, oppa nggak mau kehilangan dirimu lagi sayang. Kamu juga harus sedar sekarang ini target anastasia bukannya oppa dan dirimu tapi sunjong dan juga levi" menghembuskan nafas perlahan aku juga turut khwatir dengan keadaan levi sekarang ini.. levi bukanya diserang penyakit biasa ada sesuatu yang menumpang di balam tubuhnya tapi aku dan papa tak pasti apa itu harap saja bukan salah satu alat anastasia. "Oppa merasakan sesuatu yang aneh pada levi juga" mengusap rambut myungsoo "lebih baik oppa tenangkan fikiran oppa sekarang jangan fikiran hal itu lagi serahkan semuanya pada levi dan violet ok?"
-Levi pov
"Anda pasti bonda?" flora mengangguk memegang kepalanya sebentar "bonda nggak apa-apa levi, bonda yakin pergilah bertemu dengan violet" mengelengkan kepala aku mengangkat tubuh ringan bonda ala bridal style "mulai sekarang bonda tidak boleh berjalan seorang diri harus berteman, nasip aku mengikuti bonda kalau nggak tak ada siapa pun tau bonda pingsan seorang diri di taman istana" flora tersenyum "bonda nggak apa-apa levi mungkin masuk angin" menghembuskan nafas perlahan aku perhatikan wajah flora yang memucat "rehatlah" balasku. Bertuah sekali aku mengikuti flora sebentar tadi ke taman juga menyambut tubuhnya yang hampir jatuh menyembah bumi, berjalan menuju ke arah kamar verden aku membuka pintu dengan perlahan tak mau mengejutkan tidur nyeyak flora "levi?" aku melihat ke depan di mana verden sedang berdiri dengan buku di tangan "apa yang berlaku?" membawa flora ke katil aku meletakan tubuh wanita elegant itu perlahan "bonda hampir pingsan di taman belakang istana"

KAMU SEDANG MEMBACA
Mr.Commander & Mr. Leftenan General with Mrs. Sweet -Went Devil Play Their Game-
HumorSequel Mr.Commander & Mr. Leftenan General