Pagi guys... maaf baru sempat up lagi. Kalau boleh curhat sedikit, kemarin kan aku udah katakan kalau sore atau malam aku bakal up nya. Ternyata baru sekarang, mianhae. Heheheheee
Kemarin setelah membereskan sesuatu, pulang-pulang aku kangen pengen nonton Drama Korea (Black) yang sudah dua hari ini aku gak nonton karena kesibukan ini itu (gaya.haha). Terus, malamnya ketiduran. Dan waktu dini hari bangun, langsung lanjut baca roman wattpad berjudul His Temptress karya kak Margareth Natalia. Ugh, aku gereget banget sama Ewan dan Lidya yang saling menyakiti padahal mereka saling mencintai.
Jadi intinya, kenapa aku sampai curhat membaca karya Margareth Natalia yaitu sebagai penulis awam, aku perlu mengasah kosakata dan ide-ide buat ceritaku ini dari membaca karya-karya orang lain. Tapi garis bawahi ya, bukan menyontek bahkan memplagiat karya mereka, ini murni untuk bahan referensi aja. Biar ceritaku tambah greget aja. Meskipun ceritaku belum ada apa-apanya... hehehe... buktinya HOT DADDY ini turun lagi ke peringkat 248 yang asalnya udah meroket ke posisi 122... sedih sih tapi gak apa-apa, aku sangat sangat menghargai dukungan kalian semua, terima kasih atas semua dukungannya. Semoga karyaku ini bisa membuat siapapun merasa larut dalam kisah di dalamnya. Tulisanku tidak akan berarti bila tidak ada pembaca seperti kalian... Sekali lagi terima kasih banyak! :D :D :D
Happy reading....
.....................................................................................................................................
Ke esokan harinya Virgia pulang ke rumah. Rumah itu seperti tidak berpenghuni karena lampu di luar masih menyala padahal hari sudah siang. Begitu dia membuka pintu yang menyambutnya adalah kegelapan. Berbeda dengan di luar yang lampunya masih menyala, di dalam malah gelap gulita. Dia bisa melihat keadaan rumah berantakan dari cahaya matahari yang mengintip dari balik gorden yang masih menutup. Refleks dia pun membuka gorden dan jendela agar udara masuk ke dalam rumah.
Lalu samar-samar dia mendengar suara tangisan anak kecil. Pasti Dino, batinnya. Perlahan tapi pasti dia menaiki tangga untuk menuju sumber suara. Setelah mendekat dia bisa mendengar tangisan Dino dari kamar Verdyan dan omelan Virza. Dia sengaja tidak masuk dan mendengarkan di depan pintu yang tertutup.
"Aku mau mama! Huweee..."
"Dino diamlah, apa kamu gak bosan tiap hari nangis terus?"
Virgia mengelus dada. Dino terus menangis setelah dia pergi?
"Om, ayolah dimakan buburnya. Gimana nanti minum obatnya kalau gak makan dulu?"
Virgia tidak bisa mendengar suara Verdyan. Verdyan sedang sakit?
"Kalau kayak gini terus aku yang susah. Aku gak bisa terus ngerawat om. Sekolah aku gimana dong? Belum lagi ngurus Dino. Udahlah om, suruh tante Virgia datang. Dulu waktu ada tante Virgia semua urusan beres kalau ditanganinya. Segeralah berbaikan. Aku juga kangen sama dia."
"Tapi aku udah gak punya muka di depannya." Itu suara Verdyan yang serak. "Aku udah nyakitin dia."
"Terus aja keras kepala, tanpa ijin om aku akan bawa kembali tante Virgia!" Dari dalam pintu ditarik. Virza pun bengong melihat Virgia ada di depan pintu sambil berkaca-kaca.
"Tante Virgia?" Tanya Virza tidak percaya.
"Virza, apa kamu baik-baik aja?" Tanyanya sambil tersenyum.
"Tentu aja aku gak baik-baik aja karena harus mengurus dua orang sekaligus! Tante ke mana aja? Aku kangen." Virza langsung memeluknya. Dari belakang Virza, Dino menyeruak dan mendorong Virza agar tidak menghalanginya.
"Mama?!" Dino langsung berhambur kepelukannya setelah menggeser Virza.
"Halo Dino, apa kabar?"
"Kabar Dino baik-baik aja, tapi papa lagi sakit mikirin mama. Mama ke mana aja? Dino kangen mama..."
"Mama juga kangen Dino."
"Karena sekarang udah ada mama, aku mau mandi deh." Katanya. Virza menggumamkan sesuatu seperti "dari tadi kek". "Rawat papa ya mah?"
Virgia mengangguk. Lalu mereka pun berlalu.
Sepeninggal mereka, Virgia menghampiri Verdyan dengan perlahan. Keadaan Verdyan sangat berantakan. Rambutnya acak-acakan. Di bawah hidungnya tumbuh kumis dan janggut. Terlihat sekali kalau dia tidak mengurus diri. Verdyan yang dikenalnya sangat rapi dan bersih. Meskipun ketampanannya tidak hilang tapi penampilannya enggak banget deh.
Napasnya memburu. Matanya terpejam. Sesekali dia mengigau. Ketika Virgia meletakkan tangan di keningnya, kulitnya sangat panas. Lalu dia memeras kain basah dalam baskom di atas meja dan meletakkannya di kening Verdyan. Setelah itu membelai rambutnya sayang.
Mata Verdyan tiba-tiba terbuka. Dia melihat Virgia antara senang dan sedih. "Aku pasti bermimpi melihatnya." Katanya.
Lalu Virgia meraih tangannya dan berkata "Ini aku, sayang." Sambil tersenyum.
"Benarkah? Aku tidak sedang bermimpi? Ini kamu?" Katanya sambil berusaha duduk. Virgia pun membantunya dan mengangguk sambil menggumamkan "iya ini aku".
Verdyan langsung memeluknya, menciumi wajahnya seolah tenaganya kembali terisi. Kemudian dia menangkup wajah Virgia dengan kedua tangannya dan menatapnya lekat. "Ini memang kamu. Rasanya tenagaku terisi kembali." Katanya lirih.
Virgia tersenyum. "Aku curiga kalau kamu pura-pura sakit kalau tenagamu sekuat ini saat memelukku tadi. " Candanya.
"Aku kan sudah lama gak di carge. Makanya saat peluk kamu tenagaku otomatis terisi." Elaknya sambil tersenyum lemah.
"Modus."
"Biar saja, aku kangen berat sama kamu...Virgi." Katanya sambil memeluk lagi.
"Aku juga. Tapi ada yang harus kita bicarakan terlebih dahulu."
♫♫♫
Aku baru ngeh ternyata HOT DADDY mau tamat di episode 19 ini. Jadi biar gak cepat tamat aku bagi jadi 3 part ya? Hehehehee
Lanjut?
KAMU SEDANG MEMBACA
HOT DADDY
RomantizmVirgianita Lukman menyukai anak kecil, makanya mengapa dia lebih memilih menjadi guru TK dibanding dengan pekerjaan yang lain. Di usianya yang terbilang matang, dia selalu digoda kedua kakak laki-laki serta kedua kakak iparnya dengan menjodoh-jodohk...
