Jet coaster

7.9K 423 6
                                        

-Shangri-La Hotel Tokyo- 22.35

Alexa masuk ke ruangan hotelnya , melepas pakaian yang dikenakannya tadi dan langsung merebahkan tubuh nya yang terasa lelah hanya dalam balutan bra dan celana dalam , beberapa saat kemudian ia langsung terlonjak kaget, dia baru menyadari ruangan kamarnya telah menyala tanpa pakai kartu miliknya yang masih berada di dalam tas.

Samar-samar Alexa mendengar suara air dari dalam kamar mandi.

Masa iya sih ada pencuri di sini? pikir Alexa dari dalam hatinya.

Dengan berjingkat-jingkat Alexa mendekati pintu kamar mandi itu. Benar saja dari dalam terdengar suara air. Alexa menyiapkan 'senjata' darurat yaitu sebuah teko listrik yang di dapatnya dari pantry sebelah kamar mandi.

"Krek" pintu pun terbuka tidak lama setelah Alexa bersiaga.

"Hyatttt...." Alexa langsung menyerang 'pencuri' tersebut tanpa ba bi bu lagi.

"Arrgghhh! Are you insane?" Alexa membuka matanya yang tepejam saat menyerang pencuri tadi.

Saat Alexa membuka matanya betapa kaget nya kalau dia tepat berada di atas tubuh sang 'pencuri' yang dalam keadaan half naked dan lebih kaget lagi Alexa saat melihat bahwa Adrian lah sang 'pencuri' itu. Tubuh Adrian terlihat sangat menggoda apalagi dadanya yang bidang dan sedikit basah oleh titik titik air yang masih belum sepenuhnya kering setelah dia mandi. Alexa langsung menyadarkan akal sehatnya kembali.

"Hei! Kenapa lu bisa ada disini?" tanya Alexa kepada Adrian , Alexa mencubit pipinya sendiri untuk meyakinkan bahwa dirinya sedang tidak bermimpi.

Adrian yang menyadari hal tersebut langsung mentertawakan Alexa.

"Kenapa gue bisa disini? Gue lagi part time disini. Dan tiba-tiba saja gue diserang lu , yah sebenarnya gue cukup menikmati kalau diserang seperti ini." Jawab Adrian sambil menikmati pemandangan yang ada di depannya. Alexa hanya mengenakan Bra dan Panty hitam yang sangat pas di tubuh Alexa , membuat tubuhnya tampak sangat seksi.

Alexa baru sadar bahwa dia hanya mengenakan bra dan celana dalam saja, Alexa langsung melotot dan bangkit .

"Don't you dare! Awas lu lihat-lihat!" Wajah Alexa merah padam, seumur hidupnya dia tidak pernah hanya mengenakan pakaian dalam di depan orang lain .

Alexa menyambar bath robe yang berada tepat di depannya.

"Jangan bohong, buat apa lu disini? Kok bisa bisanya lu masuk ke kamar hotel gue?" tanya Alexa curiga.

"I already answer you , right? Gue disini buat kerja sambilan." Jawab Adrian lagi sambil tersenyum, entah kenapa senyum Adrian membuat jantung Alexa tidak karuan.

Adrian berjalan ke dalam ruang tidur dan langsung masuk ke walking closet , Alexa terkejut ketika mendapati ruangan walking closet sudah terisi penuh dengan baju laki-laki. Padahal seingatnya tadi  masih kosong .

"Kerja sambilan apa ? Dan kenapa lu bisa masuk kemari? Dan ini di Jepang ! Hellooo masak iya lu kerja sambilan di sini?" Alexa masih tidak percaya.

"Gue di sewa oleh Mrs. Lidya buat jadi event organizer di acara ulang tahun anaknya. Dan kenapa gue bisa masuk ke sini? Ya tentu saja karena Mrs . Lidya bilang gue harus tidur disini . Is that enough miss Alexa?"

Alexa hanya mengangguk angguk, kalau begitu ceritanya memang masuk akal sih, apalagi presidential suite nya ini terlalu besar untuk dirinya seorang. Mana mungkin tante Lidya menyiapkan kamar sebesar ini hanya untuk dirinya sendiri. Tapi masalahnya ranjang di sini hanya ada satu.

"Ya sudah karena disini ranjang cuma satu , gue rasa gue harus minta resepsionis kamar lain aja buat gue." ucap Alexa hendak membereskan koper nya.

"Enggak bisa , semua kamar sudah penuh. Hari ini hujan badai tadi gue uda cek semua kamar dan memang penuh."

Alexa menatap laki-laki di depannya dengan penuh selidik.

"Hello, good evening, can you give me one more single room please?" ucap Alexa lewat telepon di kamar itu kepada resepsionis di bawah .

Ternyata benar kata Adrian, semua kamar sudah terisi penuh . Alexa menghela nafas nya dan meletakan gagang telepon tersebut.

"Benar kata lu." ucap Alexa lagi

"Malam ini terpaksa gue tidur disini , nanti gue pikirin lu tidur dimana. Atau lu di sofa dan gue di ranjang itu juga boleh." ucap Alexa lagi

Adrian hanya tertawa.

"Jadi tadi apa lu bilang? Tante Lidya minta lu buat jadi EO nya?"

"Iya betul nona Alexa, apa anda tidak percaya?" tanya Adrian kepada Alexa .

Alexa menggeleng "Bukan tidak percaya , okelah kalau gitu gue dan lu harus bekerja sama supaya konsep kita sama untuk acaranya." kata Alexa kepada Adrian.

Adrian mengangguk setuju .

"Gue setuju. Kalau gitu besok kita mulai siapin konsep nya dulu, baru kita hunting barang-barang yang diperluin." kata Adrian sambil menyiapkan dua gelas teh hangat untuk dirinya dan Alexa.

"Deal. Gue uda ngantuk, jadi sekarang kita harus tidur dimana?" tanya Alexa lagi dengan polos .

"Maksudmu ?" tanya Adrian balik

"Ya lu tahu kan di sini hanya ada satu ranjang?" Alexa menunjuk ranjang king size bergaya klasik di hadapannya.

"So? Saya sama sekali tidak keberatan untuk berbagi. Atau Miss Alexa mengharapkan sesuatu yang lain selain tidur?" Adrian mendekatkan tubuhnya ke Alexa lagi.
'Stop it!' teriak Alexa di dalam hatinya, setiap Adrian bersikap intim kepadanya , jantungnya serasa naik turun jet coaster, apalagi Adrian kali ini hanya berlilitkan sehelai handuk saja.

"Are you miss Alexa?" tanya Adrian lagi , kali ini Adrian memojokan Alexa ke tembok dan satu tangan Adrian langsung merengkuh pinggang Alexa .

Alexa hanya bisa diam, sekujur tubuhnya terasa tersengat, tetapi ia tahu ini semua tidak boleh, dia dan Adrian baru saja berkenalan secara resmi , tetapi nafas Alexa naik turun seperti jet coaster.

"What are you thinking miss Alexa?" Adrian hanya tertawa geli melihat kelakuan Alexa yang langsung mengepalkan tangannya siap-siap meninju Adrian.

"Relax, Gue hanya mau mengencangkan ikatan bath robe lu yang longgar." Adrian tertawa lagi.

"Tenang lu bisa tidur disana dan gue tidur di sofa." ucap Adrian lagi ,  Adrian langsung mengenakan celana boxer dan kaus putih , membuat nya tampak santai.

"Ok, ya sudah sekarang gue mau tidur dulu. Dan satu lagi jangan pernah bertelanjang kalau keluar dari kamar mandi!" Kata Alexa memperingatkan Adrian.

Adrian hanya tertawa lagi , apalagi saat dia menangkap wajah Alexa yang bersemu merah ketika mengingat kejadian tadi.

Entah kenapa Adrian senang kalau Alexa berekspresi seperti itu. Baru kali ini dia bertemu gadis seperti Alexa, berbeda saat dirinya bersama Yovan, saat bersama Yovan dia harus mengimbangkan obrolan Yovan dan Yovan selalu menekankan keinginannya sendiri. Saat bersama Alexa , Adrian bisa tertawa lepas , memang Alexa manja tetapi Adrian dapat melihat bahwa sebenarnya Alexa tidak seperti yang terlihat dari luarnya.

In Love with Mr RightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang