Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Introducing The New Assistant

6.6K 305 7
                                        

Haiiii kembali lagi. Chapter kali ini memang enggak begitu panjang tapi aku janji chapter berikutnya nanti aku sengaja buat agak panjangan, ada yang komen kurang panjang ceritanya di 1 chapter hehehehe.... Yuk mari dibaca ya....

........................................

Hari ini hari pertama Alexa bekerja di perusahaan Robby. Pertama-tama mama Alexa, Miranda tidak menyetujui permintaan anak semata wayangnya itu. Anaknya itu sedang hamil muda , tanpa seorang suami dan juga sedang terkena serangan morning sick yang cukup hebat. Ibu mana yang tega melihat anaknya bekerja di saat seperti itu? Apalagi kalau sebenarnya Alexa memang tidak perlu bekerja karena harta kekayaan kedua orang tua nya pun saja bisa menghidupi keluarga mereka tujuh keturunan.

Alexa tetap bersikeras agar sang mama mengijinkan nya, dia pun beralasan bahwa dirinya harus mencari kesibukan agar tidak terus terpaku dengan kejadian yang telah berlalu. Akhirnya Miranda pun mengalah , dan setuju Alexa bekerja apalagi setelah Miranda dan Regina tahu Alexa akan bekerja di perusahaan Robby. Untuk kuliah Alexa sudah mengambil cuti sementara. Papa Alexa , Hartono pun sudah mengetahui perihal kehamilan putrinya. Hartono marah besar dan mau segera menghajar bajingan yang telah membuat anaknya hamil , tetapi segera di tahan oleh Alexa. Berkat kehamilan Alexa pula, hubungan Miranda dan Hartono perlahan mulai membaik. Suami istri yang telah menikah hampir dua puluh lima tahun itu pun sepakat untuk rujuk , demi putri semata wayang mereka yang sedang membutuhkan sosok ayah dan ibu nya.

Alexa melangkahkan kakinya masuk ke sebuah gedung yang terletak di bilangan jalan Jendral Sudirman. Bangunan dua puluh lantai ini dari luar terlihat seperti perkantoran biasa tetapi ternyata gedung ini memiliki interior yang cukup unik, dengan sentuhan ornamen kayu , penempatan kaca-kaca dan adanya air mancur di tengah hall membuat nuansa asri dan sejuk untuk sebuah kantor.

"Selamat datang nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang resepsionis dengan sangat ramah, sangat berbeda dengan yang di dapat oleh Alexa saat mengunjungi kantor Adrian dulu, perut Alexa terasa bergejolak begitu mengingat hal yang makin membuat dirinya terperosok lebih jauh dalam kesedihan karena seorang laki-laki brengsek. Kalau tahu akan seperti ini jadinya , lebih baik Alexa tidak pernah membukakan pintu hati nya pada Adrian.

"Ehem, maaf nona , ada yang bisa saya bantu?" kata resepsionis itu sambil berdeham karena nona cantik di hadapannya ini seperti sedang melamun.

Alexa pun dengan segera menyadarkan dirinya sendiri, sudah saat nya ia bangkit dari keputus asaan yang sedari tiga minggu lalu telah menguasainya.

"Ah, nama saya Alexa Brennan , dan saya mau bertemu dengan Pak Robby Martinus." ucap Alexa dengan senyuman yang dapat memikat banyak lawan jenisnya.

"Oh ya , Nona Alexa. Nama anda sudah tercantum di daftar jadwal pak Robby. Mari , saya akan mengantar anda ke ruangan pak Robby.

Alexa menatap pantulan bayangan dirinya lewat kaca yang terdapat di lift. Hari ini Alexa memutuskan untuk mengenakan dalaman sifon putih halus dengan sedikit aksen brukat pada dadanya dipadu dengan rok span dan blazer yang menambah kesan wanita karir dewasa pada dirinya, rambut panjang sedikit berombak di bagian ujung miliknya di biarkan terurai. Banyak mata laki-laki menatap ke arah Alexa sedari tadi , tapi namanya juga Alexa , dia bahkan tidak menyadari banyaknya tatapan mata yang di tujukan untuknya.

"Ting."

Mereka pun sampai di lantai dua puluh lima.

"Silahkan masuk nona, pak Robby sudah menunggu anda." ucap resepsionis itu sembari mempersilahkan Alexa masuk ke ruangan atasannya.

Alexa pun masuk ke ruangan yang di dominasi dengan nuansa kayu dan juga kaca , ruangan itu sangat luas dan terdapat jendela yang lebar mempertunjukan lalu lintas jalan Jendral Sudirman yang padat merayap, untung saja Alexa tadi tidak terkena macet.

In Love with Mr RightCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang