-Presidential Suite Shangri-La Tokyo-
Matahari Tokyo sudah mulai bersinar, sinar nya pun menerobos masuk melalui jendela ruangan suite milik Adrian dan Alexa. Alexa pun terbangun, tangannya terasa mati rasa, ada seseorang yang menindih tangannya. Alexa mengerjap-ngerjapkan matanya, dilihatnya Adrian sedang tidur sambil memeluk dirinya, pantas saja tangannya sebelah mati rasa.
Anehnya Alexa tidak melepaskan pelukan Adrian, dia betul-betul merasa nyaman dipeluk Adrian. Tapi beberapa detik kemudian Alexa sadar, dia langsung menarik selimutnya ke atas , Alexa kemudian bisa bernapas lega, baju nya masih utuh dan tidak kurang sedikitpun.
Adrian yang dari malam tidak bisa tidur karena sesosok gadis yang sangat cantik dan sexy di sampingnya dan hanya pura-pura tidurpun akhirnya tertawa terbahak-bahak.
"Apa?!" kata Alexa sambil melotot tajam ke arah Adrian yang masih tertawa.
"Enggak kenapa-kenapa Hahahahhaa...." Tapi Adrian tetap tertawa .
"Kamu seperti tidak pernah melakukannya saja." lanjut Adrian lagi dengan tatapan menggoda.
Alexa langsung bersemu merah, dalam benaknya langsung terlintas bagaimana rasanya bercinta dengan pria di hadapannya ini.
Alexa menggeleng-gelengkan lagi kepalanya tanpa sadar. Adrian yang melihat ekspresi Alexa seperti itu bertambah ingin menjahili nya.
"Bagaimana nona? Apakah kamu memang belum pernah sebelumnya?" Adrian makin merapatkan tubuhnya dengan tubuh Alexa, entah bagaimana Adrian tergoda untuk mencium bibir merah muda milik Alexa, tangannya memeluk tubuh mungil Alexa dan mulai menciumi bibirnya. Mereka saling berpagutan cukup lama.
"Jangan... Aku...." Alexa hendak menghentikan tangan Adrian yang sudah mulai menyusup celana dalam satin yang dikenakan Alexa.
"sstt... tenang saja, kamu sudah pernah bukan?" tanya Adrian lagi dengan tidak percaya.
Alexa menggeleng , tetapi tidak digubris Adrian,jaman sekarang sudah tidak heran kalau perempuan yang belum menikah sudah tidak virgin lagi.
Tanpa disadari pakaian Alexa sudah entah dimana, Alexa makin hanyut dalam cumbuan Adrian. Adrian mencium lembut setiap jengkal tubuh Alexa. Adrian sudah dibuat mabuk kepayang, bayangkan saja betapa berat godaan yang harus di tahan seorang Adrian tidur di samping wanita yang jelas jelas mempunyai wajah cantik, tubuh yang seksi menggoda dan kepribadiannya yang membuat Adrian berhasil mabuk kepayang. Semenjak Adrian melihat sisi baik Alexa yang tersembunyi , Adrian sudah jatuh hati padanya, terdengar klise mungkin dan terlalu cepat, tetapi itu memang kenyataannya. Adrian pun sudah melupakan Yovan, dia menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki Yovan dan ternyata benar Yovan berselingkuh di belakangnya dengan seorang pengusaha kaya raya tetapi sudah memiliki anak dan istri. Adrian tidak mau tahu lebih lanjut siapa yang menjadi selingkuhan Yovan, dia memilih untuk maju ke depan dan melupakan semua rasa cintanya terhadap Yovan.
Padahal Adrian sudah terbiasa melihat wanita wanita cantik dan bercinta dengan mereka, boleh diakui sebelum kejadian buruk menimpa adik sepupu tersayangnya , Adrian adalah pria yang nakal dan tidak bisa di atur, typical playboy yang suka bermain sana sini. Tetapi dengan Alexa entah ada godaan apa yang membuatnya sangat ingin bercinta dengan dirinya. Padahal dengn Yovan dia tidak pernah sekalipun berniat menyentuh Yovan.
Alexa tidak membalas ciuman Adrian , sebenarnya dirinya sangat takut, tetapi entah godaan darimana yang membuat dirinya tidak berkutik , Adrian mulai melepas seluruh kain yang membalut tubuh Alexa, begitu juga Adrian melepas seluruh pakaian miliknya. Kini tubuh Alexa benar-benar tidak tertutup sehelai benang pun.
"Aah..." Alexa terpekik menahan rasa sakit ketika Adrian mulai memasuki dirinya dalam sekali hentak.
Adrian menghentikan permainannya sejenak, Adrian kaget bukan main. Tadinya dia tidak percaya, jaman sekarang bagaimana mungkin masih ada seorang perawan, apalagi tipe wanita seperti Aexa yang suka keluyuran di klub malam.
Adrian menatap Alexa dalam-dalam, tubuh Alexa berdesir ketika mata mereka beradu.
Adrian mengusap pelan kepala Alexa.
Jantung Alexa pun berdetak makin kencang, padahal saat ini Alexa merasakan perih yang amat sangat , ini memang yang pertama untuknya. Adrian melaniutkan nya lagi kali ini dengan sangat lembut dan hati-hati seakan Alexa sesuatu yang sangat rapuh. Alexa mulai membalas ciuman Adrian, dan mengikuti permainan Adrian.
.....................................................
"Jadi ini yang benar-benar yang pertama ?" tanya Adrian langsung setelah satu jam mereka bercinta.
Alexa melihat bercak merah di seprei yang tadi ia tiduri berdua dengan Adrian.
Alexa hanya mengangguk pelan, entah kenapa tidak terbersit sedikitpun penyesalan dalam dirinya, dia sendiri tidak mengerti kenapa dirinya tidak menyesal telah memberikan hal yang sangat berarti kepada Adrian. Apakah dia mencintai Adrian? Dirinya masih bingung, ia merasa dirinya sangat murahan karena tidak ada penyesalan sedikitpun.
"Hey , look at me." Ucap Adrian sambil menyentuh pipi Alexa yang sudah basah oleh air mata.
"Sorry , dan terima kasih." ucap Adrian mesra sambil mengecup lembut kening Alexa.
Hati Alexa terasa hangat ketika Adrian mengecup lembut keningnya.
"Apa kamu menyesal?" tanya Adrian lagi.
Alexa menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku hanya tidak menyangka aku bisa mencintai orang lain lagi." ucap Alexa sambil bergelung lagi ke dalam selimutnya.
"Jadi maksudmu, kamu mencintaiku?" tanya Adrian tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
Alexa tidak menjawab, Adrian membuka paksa selimutnya, ia mendapati muka Alexa sudah semerah kepiting rebus.
"Ini bukan mimpi kan?" tanya Adrian tidak percaya.
Alexa sendiri tidak percaya dengan apa yang dikatakannya barusan, padahal Alexa baru mengenal Adrian tetapi ia merasa telah mengenal Adrian sejak lama, cinta itu memang selalu datang tiba-tiba tanpa kita sangka.
"Aku juga mencintaimu Alexa , will you be my girl?" tanya Adrian sambil memeluk tubuh Alexa.
Alexa mengangguk "Yes I do mr.Adrian"
KAMU SEDANG MEMBACA
In Love with Mr Right
RomanceAlexa Brennan, cantik, cerdas , sexy , memikat dan kaya raya. Pria mana pun pasti akan bertekuk lutut di hadapannya dengan sukarela. Tetapi siapa yang tahu dirinya menyimpan luka yang dalam dan ada satu sudut kosong dalam hatinya yang membuat dia se...
