Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Forgiving

6.9K 326 10
                                        

-Novena- Singapore - 23.58

"Ting Tong Ting Tong Ting Tong...."

Alexa yang merasa pening di kepalanya karena habis menangis memaki pelan mendengar suara bel pintu penthouse miliknya yang berada di lantai 39. Orang gila mana yang membunyikan bel pintu penthouse nya tengah malam seperti ini? Siapapun itu orangnya Alexa pasti akan memakinya habis - habis an .

"What the fuck is he doing here?" tanya Alexa setelah melihat lewat kamera interkom yang terhubung ke depan pintu apartemen nya, bagaimana juga Adrian bisa tahu penthouse miliknya ini?

Tanpa menyerah Adrian terus menerus membunyikan bel penthouse Alexa.

Akhirnya Alexa menyerah dan membukakan pintu untuk Adrian sebelum Adrian membuat bel pintu itu meledak tragis karena pencetan bertubi-tubi darinya.

"Apa mau kamu?" tanya Alexa sambil melipat tangannya di depan dada.

Adrian langsung memeluk perempuan di hadapannya ini dengan erat.

"I'm sorry." ucap Adrian pelan sambil tetap memeluk Alexa erat.

Alexa pun hanya diam tanpa menjawab, ia takut untuk kecewa lagi karena tidak dipercaya.

"Hey baby, I'm sorry, aku benar-benar menyesal , aku begitu cemburu ketika melihat kau dan Robby berpelukan. I am really sorry, will you forgive me , please?" ucap Adrian sungguh-sungguh.

Alexa menghela nafas, ia tahu laki-laki lain juga pasti akan marah seperti Adrian tetapi dirinya lh yang sudah trauma karena tidak dipercaya oleh seseorang, kilas balik masa lalu seakan menghampirinya kembali, persis ketika dirinya lah yang dicerca gosip habis-habisan tentang kejadian yang membuat Robby terluka parah, bau anyir darah dari tubuh Robby pun sampai sekarang terus menerus menghantui dirinya. Alexa sebetulnya benar-benar trauma psikis karena kejadian itu walau dia tidak menunjukannya di hadapan orang lain.

"Alexa, apa kamu betul-betul tidak mau memaafkan aku?" tanya Adrian lagi karena tidak mendapat respon dari kekasihnya ini. Entah kenapa seperti ada sesuatu yang dipikirkan oleh Alexa.

Alexa menggeleng lemah. "Tidak, aku sudah memaafkan mu sayang, hanya saja aku merasa takut, aku takut kalau kamu tidak percaya kepadaku." kata Alexa menggantung.

"Aku pasti mempercayaimu sayang, apapun yang terjadi aku pasti selalu percaya padamu." ucap Adrian lagi.

Alexa kembali menghela nafasnya.

"Jangan begitu Adrian, jangan pernah mengatakan sesuatu hal yang kalau kamu sendiri saja belum yakin. Lagi pula apakah kau ingat? Kita baru saja saling mengenal bukan? Bagaimana kamu bisa yakin kalau kamu akan mempercayaiku apapun yang terjadi?" jawab Alexa kepada Adrian.

"Aku tahu kita baru saja saling mengenal, tetapi satu hal yang aku yakin pada diriku sendiri, bahwa tatapan matamu padaku tidaklah berbohong, rasa cintamu padaku bukanlah suatu kebohongan. Begitu juga aku sangat mencintai dirimu Alexa Brennan." kata Adrian sambil memegang pipi Alexa dengan kedua tangannya.

Alexa menatap laki-laki tampan di hadapannya ini, laki-laki ini dengan begitu yakin mengatakan hal-hal yang membuat hatinya terasa hangat. Entahlah apakah Adrian betul-betul dapat mempercayai dirinya dalam hal apapun dan kapanpun? Untuk sekarang Alexa mencoba untuk membuka hatinya kembali, walau ia sendiri tidak yakin apakah hatinya siap untuk disakiti lagi.

"I love you." bisik Adrian pelan kemudian langsung memagut lembut bibir merah Alexa , Alexa menyambut bibir Adrian yang terus menerus membelai lembut setiap inci bibir Alexa.

"I love you too." balas Alexa .

Adrian memeluk Alexa erat dan entah sejak kapan mereka berdua sudah berada di ranjang tanpa sehelai benang pun, Adrian melakukannya kembali dengan sangat lembut dan perlahan, seakan Alexa sesuatu yang sangat rapuh dan berharga. Adrian yakin , dirinya sangat mencintai wanita di hadapannya ini, ia pun yakin Alexa tidak seperti wanita lainnya yang hanya memandangnya karena harta dan kekuasaan yang ia miliki.

In Love with Mr RightCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang