"Ya, Irene Fabriela. Dia yang jadi pelampiasanku yang terakhir" ujar Tius kepada Angela.
"Akunya juga kan pelampiasan?" tanya Angela sengit.
"Kan aku sudah bilang, ngapain coba aku rela jauh-jauh datang kesini, sekolah disini, sakit disini, untuk ketemu kamu" kata Tius menejelaskan.
"Kenapa kamu milih aku? Gak milih Irene?" tanya Angela.
"Entah mengapa rasa suka dan rindu yang sama saat di TK itu masih ada, Ngel. Beberapa kali aku udah melupakanmu, tapi juga beberapa kali aku terus mengingatmu. Aku juga ingin minta maaf.." kata Tius sambil memegang tangan Angela.
"Maaf sudah membuatmu menunggu 8 tahun lamanya. Maaf sudah membuatmu merasa tergantungin selama 8 tahun. Maaf sudah membuat hatimu jadi sebeku ini" kata Tius sungguh-sungguh.
"Kalau cuma gombalan sama rasa sesaat mending gausah. Aku emang beku, udah dari sananya" kata Angela dengan nada bicaranya yang mulai kembali beku.
"Aku sungguh-sungguh,Ngel. Maaf. Aku tahu kamu sebeku itu, aku tahu kamu sesusah itu. Aku pantas mengharap orang sebeku kamu, aku udah nyia-nyiain beberapa orang yang tulus sama aku, cuma demi seorang perempuan yang bakal gak peduli sama aku." jelas Tius panjang lebar.
"Huft. Sesulit itu ternyata hatimu, Yus. Kamu yang buat semuanya jadi sulit. Kamu cuma salah menaruh suatu rasa saja. Tapi ya fatal gini. Semua nya kena" kata Angela.
"Maaf, Gita Angela." kata Tius meminta maaf dengan sungguh. Ia benar-benar tidak menyangka, ia akan menjadi orang yang lemah dihadapan Angela.
Tius benar-benar bodoh! Ia telah memberi suatu rasa dan harapan yang teramat besar kepada masa lalunya, Raina Saputri.
Dengan gampangnya, ia melukai hati seorang lain yang telah mencintainya dengan tulus, dengan harapan, hal yang sama terjadi padanya, terjadi pada orang lain pula.
Tius benar-benar seorang yang egois, dan Tius sekarang melakukan sedikit flashback tentang kejadiannya dengan Raina saat kelas 8.
Tius's Flashback.
Gue datang ke sekolah dengan malasnya, beberapa minggu lagi hari Valentine, dan gue masih juga belum bisa move on dari tu bocah, Raina Saputri.
"Lesu amat lo" kata Maria ngagetin gue.
"Move on itu berat, gue gak kuat" jawab gue seadanya.
"Dasar bocah gak bisa move on" ledek Maria.
Barulah gue tersadar, kenapa gue gak ngasih coklat ke Raina ya? Lagipula, tahun kemaren pas dia ultah gue ngasih kado dia buku puisi AKU karyanya Chairil Anwar.
Ya sih, gue gak gentle, gue minta tolong Vania buat kasih tu kado. Dia juga gak ada curiga sama gue, lha jelas dia itu kaya batu.
Barulah kemaren pagi, pas gue keabisan buku bacaan pas literasi pagi, gue bilang sama dia.
"Rep, eh Rai. Gue pinjem buku puisi lo. Buku bacaan gue abis, gue telen semua" kata gue sok cuek. Aslinya sih gue hampir spot jantung ngliatin dua bola matanya yang indah, rambutnya yang lurus dan hitam legam, sama senyumnya yang manis.
"Oh ni" kata Raina memberikan buku puisinya itu.
"Btw, makasih ya" kata Raina tersenyum simpul.
Dalem hati gue udah teriak-teriak itu.
'Ya Lord, senyumnya manis amat. Irene aja kalah. Astaga. Kok gue bisa suka sama dia yak wkwkwk'
"Lah ngapa?" tanya gue masih sok cool tapi suara gue udah kaya orang nahan tawa. Entah nahan tawa, atau nahan kentut.
"Itu bukunya" kata Re eh Raina ke gue.
"Hah? Maksudnya?" tanya gue sambil ketawa.
"Gausah bohong deh. Lo yang nitipin itu ke Vania kan? Makasih ya. Baik amat lu" kata Raina sambil tersenyum ke gue.
"Ehehe. Kok lu tau sih?" tanya gue kepo.
Padahal kan bisa gue bohong, tapi karena gue adalah orang yang menjunjung tinggi kejujuran akan hal perasaan, makanya gue gak bohong sama dia.
"Sebenarnya pas itu Vania lupa sama ultah gue. Makanya gue kaget kok dia bisa ngasih kado. Terus gue inget-inget, sapa bocah yang temenan sama Vania, ya yang paling meyakinkan ya elo. Soalnya yang lain udah pada ngasih kado" kata Raina menjelaskan.
"Eeee. Itu CLBK apa gimana ya?" tanya Theodora si ketua kelas rusuh yang bikin seisi kelas nengok ke arah gue sama Raina yang lagi ngobrol sebelahan tempat duduk.
"Gue gak terima" kata Adit mantan gebetannya Raina yang sok gak terima.
"Tercyduk" kata Olin.
"Melupakan pacar sendiri" sahut Aldi.
"Pengabdi Mantan" balas William.
"Wadoh. Inget Irene Yus" kata Bu Endang ikut-ikutan.
Seketika riuh tawa menggelegar memenuhi seluruh ruangan kelas 8A. Yak setelah itu kalian tahu yang terjadi, muka gue merah, muka Raina merah abis itu gak peduli, dan pas ganti jam pelajaran, Raina pindah tempat duduk.
Dan setelah kejadian itu, sampe kelas 9 pun Raina gak mau yang namanya duduk depan belakang atau sampingan sama gue. Mesti dia pindah bagaimanapun caranya.
Dan gue dengan bodohnya, masih aja sering curi pandang ke dia, ngelirik dia, bantuin dia, sampai pas sebelum UNBK, sebuah pesan nyasar dari bocah Semarang yang gak tahu dimana rimbanya sekarang.
Message From +6285681231876
"Woy Yus, seh inget aku po ra?"
Dan akhirnya mulai dari situ, gue berhenti sama yang namanya mencintai Raina dan fokus sama seorang manusia imut yang bernama Angela.
RUMIT KAN?
OK, KITA KEMBALI KE MASA DEPAN.
Flashback Finished.
"Yus, mie nya dimakan. Jangan bengong mulu. Kalau kamu belum bisa kasih kepastian sekarang, besok-besok juga gapapa" kata Angela.
"Eh iya maaf. Tadi flashback soal R" kata Tius tidak mau menyinggung nama Raina.
"Ooh oke" kata Angela datar.
Mereka berdua pun menikmati menyantap makanan. Terkadang, mata mereka saling berpandangan, lalu secara bersamaan juga malu karena tercyduk.
Berkali-kali mereka saling tercyduk satu sama lain melirik. Tapi juga gak berhenti-henti sampai mereka selesai makan.
"Tius mah ganggu makan aja. Nglirik terus" kata Angela malu.
"Yang ngelirik sapa coba" balas Tius.
Sebelum membayar, Tius bertanya kepada Angela
"Gak nonton gak apa kan?" tanya Tius.
"Gapapa. Besok juga gapapa. Kenapa?" tanya Angela.
"Jalan-jalan dulu mau?" tanya Tius.
"Masih aja nanya. Jelas aku mau" jawab Angela.
"Yaudah ayok" ajak Tius.
Mereka pun bergandengan menuju lantai bawah setelah membayar makanan mereka.
******
Hae! Update. Dah gitu aja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angela
टीन फिक्शन[Finished] Highest 234 in #kisahremaja (13-5-2018) "Aku batu, dan kamu airnya. Kita bersatu, di kala senja" Kisah Cinta Monyet Remaja yang isinya adalah kebalikan dari dunia yang ada. Ketika seorang Cewek Tomboy yang super Cuek di gebet oleh seorang...
