15 - Helena

35 9 0
                                        

Angela mulai membuka mata, sesaat setelah mesin pesawat dimatikan.Ia melepas sabuk pengamannya, dan tersenyum kepada Tius.

"Makasih ya Yus" kata Angela.

"Ya santai aja" balas Tius.

Tius menurunkan tas Exportnya dan berjalan berdua bersama Angela menuruni pesawat.

Mereka menunggu Pak Hanto sejenak di apron, lalu berjalan bersama menuju Pintu Kedatangan.

Di tengah perjalanan dari apron menuju Pintu Kedatangan, serangan penyakit Tius kambuh.

Tius mengalami sesak nafas dan mulai mengalami batuk berdarah. Pak Hanto dengan sigap mengambil obat pertolongan pertama dari tasnya, dan memberikannya kepada Tius untuk diminum.

Angela panik dan juga bingung, ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi sekarang pada Tius.

"Tius kenapa?" tanya Angela panik.

"Gak apa *uhuk* apa" kata Tius sambil berusaha bernafas.

"Angela, tolong pesankan GerepKar ke rumahnya nenek Tius ya. Di Tampomas" kata Pak Hanto.

"I-iya om. Saya pesankan" kata Angela sigap.

Pak Hanto membimbing Tius untuk berjalan. Sementara Angela yang panik, sudah memesankan GerepKar untuk mereka.

Tius masih susah bernafas, tapi setidaknya, sudah tidak separah yang tadi.

*******

Mobil GerepKar mereka datang, dan Tius segera duduk di belakang bersama Angela.

"Tampomas Selatan, Pak" kata Pak Hanto kepada sopirnya.

"Siap Pak" balas sopir GerepKar.

Muka Tius benar-benar pucat. Memang dia sudah tidak batuk berdarah lagi, tapi dia masih harus menggunakan mulut untuk bernafas.

"Tius kenapa?" tanya Angela sekali lagi.

"Gak apa" jawab Tius singkat.

"Jangan pergi" sekali lagi Angela mengucapkan kata itu.

"Berhenti mengucapkan kata itu, Gita. Aku tidak apa-apa. Aku disini bersamamu" kata Tius susah payah sambil memandang mata Angela dengan sorot mata yang sangat tajam.

Hal ini membuat Angela sedikit takut dan berhenti mengucapkan kata itu.

********

Di perjalanan, Tius sudah mulai bisa mengatur nafasnya. Ia sudah tidak seperti ikan kekurangan air sama halnya tadi yang ia rasakan di bandara.

Angela yang mungkin terlalu lelah, kembali tertidur di bahu Tius. Tius mengusap puncak kepala Angela dengan tangan kirinya, sambil tangan kanannya memegang dadanya, mengecek detak jantungnya sekarang.

Jalanan kota Semarang hari ini sangat macet. Entah mengapa waktu membiarkan dua orang ini saling membalas rindu yang tak terucapkan selama 8 tahun lamanya.

Tius benar-benar merasa hidupnya hari ini sangat membingungkan. Ia benar-benar tidak bisa berfikir secara waras dan sehat apa yang direncanakan sahabat-sahabatnya.

Di Tukang Mikir Squad, Tius adalah orang paling rasional diantara yang lainnya. Dia paling bisa mengerti apa yang sedang direncanakan sahabat-sahabatnya.

Namun khusus hari ini, ia benar-benar kehilangan akal sehat. Ia mencoba mengingat-ingat lagi semua larik kejadian yang terjadi hari ini.

Mulai dari Raina yang memberinya kesempatan kedua, bertemunya ia dengan Angela, kata-kata Angela yang membuatnya terbang lalu jatuh, penyakitnya yang tiba-tiba kambuh, dan mungkin suatu kejutan lain di rumah neneknya nanti.

Tius benar-benar lepas kontrol dalam hal emosinya hari ini. Ia sangat baper, marah, sedih, senang, dan semuanya.

Ia juga sering melamun dan ngefreeze, berbanding terbalik dengan kenyataan sebenarnya bahwa Tius adalah orang yang cuek.

"Seorang spesial di hati kita, dapat membuat kita menjadi orang yang berbeda"

Kehadiran Angela, gebetannya, membuat Tius benar-benar hilang fokus, hilang waras, dan juga hilang stabilitas emosi hari ini.

Jika digambarkan, hati Tius ibarat gambar love, yang tengahnya dicoret pakai warna biru, merah, pink, coklat, kuning, hitam, dll. Benar-benar campur aduk, tidak ada yang bisa memahami hatinya sekarang, kecuali Helena, sahabat curhatnya.

********
Setelah sampai di rumah nenek Tius, Pak Hanto membantu Tius untuk berjalan dan mengatur nafas.

"Om, Tius, Angela pulang dulu ya. Tius cepat sembuh ya" kata Angela sambil masuk ke dalama mobilnya. Ia dijemput oleh mamanya di dekat rumah nenek Tius.

"Hati-hati, Angela" balas Tius.

Lalu mobil Angela hilang dibalik kelokan jalan raya. Cukup sekian rasa senang, sedih, kecewa dan marah di hati Tius. Ia benar-benar harus curhat dengan Helena sekarang.

Skip

Di kamarnya, Tius segera membuka Line dan mulai curhat dengan Helena.

Anda : Lena, gue bingung. Hari ini gue merasa sangat berbeda. Hati gue rasanya gak enak, emosi gue gak stabil, kewarasan gue hilang, kerasionalan gue pun entah kemana. Efek bertemu Angela kah?

Baru 1 menit, Helena sudah membalas chat Tius

Helena : Yus, dia gebetan lo sejak TK. Udah 8 tahun lo gak ketemu sama dia, ya jelas elo ngerasa beda lah. Sama aja kaya lo pas setelah diputusin Raina, rasanya beda kan? Kaya ada yang hilang? Sekarang juga sama. Bedanya, sekarang elo ngerasa punya hati yang harus dijaga lagi, elo ngerasa Angela adalah bagian dari hati lo yang baru. Namanya juga gugup ketemu gebetan, pasti susah jaga image. Udahlah, Angela aja. Gue always support you. Tapi lo harus janji, lo bisa bahagiain Angela. Tar gue hajar elo sampai bikin Angela nangis. Cukup dua kali elo limbung gegara cewe, lain kali, gak bakal gue bantu lagi elo, Yus.

Tius seketika merasa migrain, mual, bibir pecah-pecah, sariawan, dan minum oskad*n sesaat setelah membaca chat Helena yang panjangnya melebihi rambutnya Irene sebelum dipotong.

Tius merasa lega sekarang, ia mulai bisa berpikir rasional, dan juga sedikit bisa mengontrol emosinya.

"Ternyata cuma gara-gara gugup ketemu gebetan. Gue pikir gue kena serangan apaan" gumam Tius yang mulai waras sekarang.

Tius pun membalas chat Helena dengan super singkat.

Anda : Janji. Makasih.

Dan selesailah acara curhat mencurhat hari ini.

******
Dada Tius masih terasa sedikit sesak, tapi kini ia sudah bisa mengontrol sendiri detak jantungnya.

Ia sekarang sedang sibuk berdebat tentang konspirasi jam tangan Swiss Army yang baru dibeli Aldi tadi siang sebelum ia berangkat ke Kendal.

Grup Tukang Mikir Squad seketika ramai oleh bahasan konspirasi keaslian jam tangan Aldi yang beratnya cukup ringan dengan dimensi yang lumayan bongsor.

Ya memang gak ada faedahnya sih, tapi setidaknya, inilah pikiran paling waras dari otak dan emosi paling stabil dari hatinya Tius.

Seluruh anggota Tukang Mikir Squad emang agak miring semua otaknya. Semakin rasional mereka, semakin gila juga otaknya.

Tapi kalau sampai mereka diem, melamun, ngefreeze, flashback, artinya mereka lagi waras. Waras dalam artian kita, dan tidak waras bagi artian mereka.

Ya, rumit sekali menggambarkan seutuhnya karakter mereka yang saling melengkapi dalam hal kegilaan dan kepintaran.

Setidaknya, Tius masih waras sampai tiba-tiba hape Evercossnya yang cengcengpo berbunyi.

Ia melihat layar hape dan seketika kembali gak waras.

Angela Calling Now....

Accepting..
Declining..

********

AngelaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang