Wendy POV
Aku hanya tersenyum memandang wajahnya dari balik layar TV. Aku sedih tidak bisa menemuinya dan ikut menjemputnya di kepulangannya dari wajib militer. Kami akan berangkat untuk pemotretan sebentar lagi.
"Kau adalah member yang paling cepat menyelesaikan wajib militer. Apa tanggapan mu?"
"Aku senang. Kali ini aku bangga pada diriku sendiri, karena aku benar-benar tidak menyukai latihan fisik, haha"
Semua awak media ikut tertawa mendengar penuturannya. Iya. Dia benar. Daripada olahraga dia lebih menyenangi aktivitas yang tenang dan tidak terlalu menggunakan fisik. Tapi dia suka dan sebenarnya dia rutin berolahraga.
Kai dan Sehun masih menjalani wajib militer hingg 5 bulan setengah lagi. Oppa adalah member EXO yang paling cepat menyelesaikan wajib militernya dibandingkan member lainnya.
Hmmm😊dia benar. Kulitnya semakin gelap. Aku tidak peduli. Aku tetap mencintainya.
"Wendy eonni kau sudah selesai?" Joy menghampiriku dari balik pintu.
"O, o. Aku sudah selesai" aku mengambil remote dan mematikan TV.
❤❤❤
Aku melangkahkan kakiku perlahan. Berusaha agar dia tidak menoleh ke belakang. Seperti marmut yang ingin memeluk seekor penguin kutub yang paling tampan di dunia.
"Kau melaporkan apapun yang terjadi beberapa tahun ini hingga kotak masukku penuh tapi kau tidak mengirimkan pesan atau bahkan mengucapkan 'Hai' saat aku keluar dari wajib militer? Ya, nyonya Do. Kau tidak merindukan ku?"
Huh, selalu gagal.
"Bisakah oppa berpura-pura tidak tahu aku berada di belakangmu? Aku jadi tidak memelukmu" aku mempoutkan bibirku lalu segera melangkah ke sampingnya.
Dia memandang ku dengan tatapan datar. Aku tersenyum manis melihat wajahnya. Aku terkekeh.
"Kau tertawa?"
"Ahahaha, aniya, na geunyang...."
"Wae?" Suara berat yang sangat kurindukan itu akhirnya kudengar kembali.
"Bogoshippo!!!" Aku memeluknya erat. Sangat erat, "Jega nomu nomu bogoshippo. Anayo? Aku benar-benar kesepian jika kau tidak ada. Maksudku semuanya terasa berbeda, sangat hampa, kau tahu kan? Melewati hari tanpamu selama 2 tahun itu tidak mudah, tanpa pesan dan telepon juga, sangat-sangat menyiksa"
Dia terkekeh, dia menghela nafas sementara tangannya mulai melingkari tubuhku. Hangat. Aku ingin menangis. Pelukan yang 2 tahun belum kurasakan akhirnya benar-benar bisa kurasakan kembali. Harum khasnya, perpaduan antara kayu Rosewood, musk putih, dan kayu Cendana akhirnya bisa kuhirup kembali.
"Aku sudah kembali. Kita akan selalu berdua untuk seterusnya."
Aku mengangguk dengan senyuman.
"Jika kau tidak ada jadwal kita akan mengurusnya besok. Seminggu ini aku tidak ada kegiatan. Bagaimana?"
Aku mengernyitkan dahiku. Mendongak dan menatap wajahnya yang tengah tersenyum.
"Mengurus apa?"
Senyumannya luntur. Wajahnya kembali datar.
"Yaaiishhh" dia mendesis, "Kau benar-benar lupa?"
Aku masih bingung. Apa maksudnya?
Mengurus.... apa? O!
"Ha" aku tersentak, menutup mulutku dengan kedua tanganku. Mataku membelalak saat tahu apa yang oppa maksud.
"Pe....per..nikahan ki-ta?"
"Mm" oppa mengangguk dengan senyuman manly nya.
Aku tidak bisa berkata-kata. Kini mulutku menganga dan wajahku kini seperti orang bodoh.
"Kau masih mau menundanya lagi? Kita sudah berusia 30 tahun"
"Ani, andwaeyo. Aku hanya..Ahh jinjja, aku benar-benar tidak menyangka dengan ini semua. Maksudku-"
"Na yeohachinggu neun.." oppa mendekatkan wajahnya padaku, dia terkekeh lalu mencubit pipiku gemas. Dia meraih tanganku lalu kami berdua duduk di atas tikar yang sudah penuh dengan makanan.
Author POV
Sudah setengah jam Kyungsoo dan Wendy menghabiskan waktu di atas rooftop dan melakukan piknik malam yang menjadi moment mereka untuk melepas rindu.
Wendy tersenyum memandang calon suaminya yang tengah mengunyah makanan begitu lahap. Wendy tersenyum sangat manis memandang wajah lelaki di hadapannya.
"Kau pasti sangat lelah. Kau benar-benar terlihat kurus" ujar Wendy sambil menyuapi Kyungsoo.
"Daripada berat badan sebenarnya aku lebih mengkhawatirkan bagaimana wajahku saat berada di altar nanti" jawab Kyungsoo sehingga menimbulkan tawa gadis cantik dihadapannya terdengar begitu nyaring, "Aku sudah seperti gelandangan. Kurus, botak dan hitam. Bagaimana aku bisa percaya diri berdiri di sampingmu saat di altar nanti?"
"Memangnya kenapa?"
"Kau akan terlihat begitu cantik tapi semua orang akan melihat pengantin pria dengan tatapan aneh." Jawab Kyungsoo santai. Lagi-lagi Wendy tertawa mendengar pernyataan Kyungsoo, "Aku tidak memperdulikan itu, tapi jika Oppa memang tidak percaya diri, Oppa bisa melakukan perawatan sebelum pernikahan kita. Dan badanmu yang seperti gelandangan ini.." Wendy menyiku Kyungsoo, "akan kuurus. Kau akan lebih berisi dibandingkan sebelumnya" ucap Wendy sambil mengeringkan matanya.
"Kau janji akan memasak untukku?"
"Yaksoghalge" jawab Wendy mantap. Keduanya tersenyum dan kembali menyantap makan malam mereka. Wendy menyandarkan kepalanya ke bahu Kyungsoo, "Kita akan meninggalkan kehidupan itu oppa. Untuk selamanya"
"Kau belum siap?" Pertanyaan Kyungsoo membuat Wendy tersenyum pahit, "Memangnya oppa sudah siap?"
Kyungsoo menghela nafas, "Sangat berat. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana EXO-L tahu akan hal ini. Hidupku adalah mereka. Semua yang kudapat, semangat yang kudapat itu semua dari mereka. Tapi ini adalah pilihan. Lagipula aku hanya meninggalkan boygrup ku. Bukan EXO dan EXO-L. Mereka selamanya akan menjadi milikku."
Mereka terdiam beberapa menit. Masih membayangkan bagaimana nantinya grup mereka, fandom mereka dengan hengkangnya kedua personil penting di grup.
"Chagi, tadi kau mengatakan soal last stage?" Suara Kyungsoo membuat Wendy mengangguk pelan. Kyungsoo menghela nafas.
Tbc.
~Same Feelings~
Krna udh lama update aku bakal langsung update 2 part. Yup.
KYUNGSOO LAST STAGE WITH EXO
Votement juseyo..
KAMU SEDANG MEMBACA
Same Feelings(WENSOO)
FanfictionEND - on editing Highest Rank : #21 - Idol (19/09/2018) #36 - Idol (11/05/2018) #396 - Fiksi Penggemar(19/09/2018) #596 - fiksi penggemar KYUNGWEN. WENSOO. HARDSHIPPER! Cast : Do Kyungsoo a.k.a D.O EXO Son Seungwan a.k.a Wendy RED VELVET ~SAME FE...
