Satu tahun kemudian.
Kareen's Home
Pukul 03.12, dini hari.
"Dhi..., matiin dong lampunya. Mana bisa gue tidur kalau lampunya nggak mati," gerutu Kareen.
Sammy tersenyum di sampingnya.
"Hei..., Diandra ada di apartement sebelah. Ini aku..., kamu beneran sering ngelindur ya???," gurau Sammy sambil memeluk isterinya tercinta itu.
Kareen mengucek-ngucek matanya dan melihat bahwa Sammy-lah yang ada di sampingnya. Ia tersenyum malu dan segera bersembunyi di dada Sammy.
Sammy terkekeh melihat isterinya malu-malu seperti itu.
"Maaf ya Mas..., aku belum biasa tidur tanpa Diandra. Biasanya dia yang nemenin aku tidur," ujar Kareen.
"Iya nggak apa-apa kok. Aku maklum soal itu, yang penting jangan keterusan, masa kamu nggak bisa bedain aku sama Diandra," rajuk Sammy.
Kareen mencubit perut Sammy dengan gemas. Keduanya kembali tertidur setelah Sammy mematikan lampu.
* * *
Diandra's Home
Pukul 03.18, dini hari.
Diandra baru saja kembali dari toilet, ia berpikir sejenak ketika akan naik kembali ke tempat tidur.
"Bunda mikirin apa? Kok nggak tidur lagi? Nanti Bunda kecapean kalau kurang tidur," ujar Demian.
"Karin baik-baik aja kan ya di apartement sebelah? Bunda khawatir Yah...," balas Diandra.
Demian bangkit dari ranjang dan mengelus perut Diandra yang sudah mulai membesar. Kehamilannya sudah memasuki bulan keempat.
"Bunda sayang, Karin sekarang udah ada yang jagain. Udah ada Sammy yang nemenin hidupnya, sama kaya' Bunda yang udah punya Ayah. Sekarang..., kita biarkan Karin terbiasa tidur tanpa Bunda ya. Dan Bunda istirahat, supaya adek bayi di dalam kandungan Bunda nggak ikut capek. Besok kan kita mau ke rumahnya Romeo untuk mengurus pernikahannya dengan Syifa," jelas Demian dengan lembut.
Diandra tersenyum bahagia di samping Demian. Keduanya kembali tidur untuk menjelang hari esok.
* * *
Diandra POV
Flashback On
Akhirnya Kareen menikah dengan Sammy setelah pernikahanku dengan Demian, lima bulan yang lalu.
Aku melihatnya dengan rasa bahagia luar biasa. Dia yang begitu cantik dengan gaun berwarna hijau tosca muda dan riasan natural, bersanding dengan Sammy - pria yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama dan terakhir dalam hidupnya.
Aku melepasnya dengan penuh kelegaan yang luar biasa, setelah hampir dua belas tahun aku menjaganya, ketika Dion menitipkannya padaku melalui suratnya.
Kini, aku juga yang mengantarnya menuju kehidupannya yang baru.
"Ingat ya Mas..., jangan nyalain lampu kalau tidur, Karin nggak akan bisa tidur," pesanku pada Sammy.
"Iya Dhi...," balas Sammy.
"Jangan lupa pakaikan dia selimut, Karin gampang masuk angin," tambahku.
"Iya Dhi... ."
"Terus..., jangan biarin dia tidur di tepi ranjang, Karin suka ngelindur takutnya jatuh dan kamu nggak tahu," lanjutku.
"Iya Dhi... ."
"Mas juga nggak usah suruh Karin masak, nanti aku yang anterin sarapan kalau pagi untuk kalian berdua. Karin nggak bisa masak."
"Iya Dhi... ."
"Mas juga nggak perlu suruh Karin nyapu dan ngepel, dia nggak bisa pegang sapu dan nggak bisa ngepel. Nanti kusuruh asisten rumah tangga yang bersih-bersih di rumah kalian."
"Iya Dhi... ."
Kalau bukan karena Demian yang menghentikan aku, maka aku mungkin akan memberi wejangan lebih banyak lagi pada Sammy.
Ya..., aku terlalu sayang sama Kareen. Sangat..., sayang!!! Sampai-sampai aku terlalu takut kalau-kalau dia tak bisa tinggal berdua dengan Sammy.
Tapi..., akhirnya aku mempercayakan Kareen pada Sammy sepenuhnya. Sekarang, kami telah berbahagia.
* * *
TAMAT
KAMU SEDANG MEMBACA
My ROOMATE
Novela Juvenil[COMPLETED] Seri Ke-1 PIECES OF HEART Sekali melihatnya aku sudah tahu. Itu adalah dia, gadis yang ramai-ramai dibicarakan oleh anak-anak satu sekolah waktu kelulusan bulan lalu. Gadis yang bicarakan karena dituduh merusak hubungan Sahabatnya sendir...
