19. aku pasti bisa menjaga cintamu

212 8 4
                                        


" haahh..." Kak rea segera meneguk airnya setelah beberapa kali suapan.

" Pedes banget sayang.... "

" Hahaha.... Itu makanya, dibilang level 1 aja nggak mau. Ikut ikut aku makan level 3." Ujarku tertawa melihat wajah kak rea yang sudah berair.

" Aku nggak mau kalah sama kamu. Masa' iya cewek bisa makan level 3, aku nggak."

" Tapi dari dulu kakak 'kan emang lemah sama yang pedes pedes. Nggak usah maksain diri gitu. Lagian apa salahnya? Ini nggak ada hubungannya sama gender 'kan?"

" Ada. Cowok itu harus lebih gantel dari cewek, termasuk masalah mie pedes."

" Ya udah terserah deh. Tapi kalau nggak tahan berhenti aja ya...."

" Kasian mubazir kalau di tinggalin. Aku pasti habisin kok!!" Kak rea tetap memakan mie pedasnya, walau dia sudah tidak tahan lagi dengan lidahnya yang telah mati rasa.

Aku hanya tersenyum, dan tetap melahap mie pedasku. Aku sudah beberapa kali makan mie ini dan pernah coba sampai level 5. Dan yang paling kusukai memang mie pedas level 3 ini.

Sampai mie pedasku habis, kak rea masih mencoba menghabiskan mie pedasnya yang belum habis setengah. Tapi aku yakin dia sudah meminum berbotol botol aqua.

" Pedes banget, sayang...."

" Makanya... Udah tinggalin aja.... Biar aku yang bayar kalau kakak nggak rela..."

" Nggak!! Masa' istri yang bayar. Aku pasti habisin kok..."

Aku melihatnya kasian. Matanya sudah berair dari tadi. Ingusnya bahkan berkali kali turun. Dan


tisu selalu jadi penyelamat.

Karena tidak tega aku pun meraih sumpitku dan mencomot mienya.

" Biar aku tolongin kalau kakak nggak mau mubazir." Ujarku membalas tatapan herannya.

Akhirnya kami memakan mie itu bersama sama. Terkadang dia menyuapiku.

Mengatakan biar terlihat romantis dengan mie pedas.

Aku hanya tersenyum, dan melahapnya.

Setelah itu kami pulang dan mampir beli es krim dan minuman dingin.

" panas sekali.... Es adalah pilihan terbaik untuk saat ini." Ujar kak rea.

Kak rea menghabiskan 2 es untuk menghilangkan raut merah di wajahnya.

Dia butuh pendinginan.

Setelah itu kami pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 9 saat kami sampai di rumah.

Malam itu kami menonton film bersama....

Dan setelahnya.....


.


.


.


.


.


.


Pagi yang cerah... Aku bahagia sekali karena hari ini aku akan mendaftar kuliah.

Alhamdulillah...

Kampus yang aku incar dekat dengan kantor kak rea. Kak rea pun... Sepertinya... Senang sekali.

Dia terus tersenyum. Dan lebih sering menciumku dari biasanya.

" Kakak kelihatan seneng banget .... Ada apa??"

" Kakak ngerasa makin dekat aja sama kamu. Kakak bahagia banget...." Ujar kak rea mencium pipiku

Aku merasa wajahku panas.

Buka Hati? Atau Tetap Bertahan? ( Liqarea ) ( Completed )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang