Double Update !!!
Mohon maaf kalo ada typo, silahkan dikoreksi.
● ● ●
Rangga termenung, malam ini adalah malam yang sungguh sunyi.
Ia hanya bisa memikirkan satu hal, gadis itu.
Melody
Entah kenapa ia tidak bisa mengalihkan pikiran nya ke hal lain, hanya Melody, Melody, dan Melody.
Dimata Rangga, Melody itu cantik. Terlebih saat ia tersenyum, kecantikannya akan bertambah berkali lipat.
Sebenarnya sejak pertama kali bertemu dengan Melody, Rangga tahu bahwa ia merasakan sesuatu yang berbeda. Yang entah apa.
Suara merdunya. Ia tak akan pernah bisa melupakan suara merdu yang selalu bisa menenangkan hati dan pikirannya itu.
Rangga menyukai segalanya tentang Melody, tawanya, cara berjalannya, intonasinya kalau berbicara, suaranya, bahkan ekspresi wajahnya. Rangga menyukai semuanya.
Entah sudah berapa kali ia sudah mengucapkan kata "Maaf" dalam beberapa hari ini. Namun rasa bersalah itu tak kunjung berhenti, Rangga bimbang. Ia semakin tidak tahu harus berbuat apa.
Ia tidak pernah seperti ini sebelumnya, Rangga selalu mengambil keputusan dengan cepat dan tangkas. Tidak seperti sekarang ini.
Entah Melody akan memaafkannya atau tidak saat ia mengetahui segalanya, namun apapun reaksinya. Untuk saat ini Rangga belum ingin kehilangannya, Rangga membutuhkan Melody.
Anggap ia pengecut, ya. Ia memang pengecut, terserah kalian semua mau bilang apa.
Ia pengecut karena ia tidak ingin kehilangan Melody, beberapa minggu ini yang ia habiskan bersamanya. Membuatnya sadar betapa ia membutuhkan gadis itu, untuk sekedar berdiri disebelahnya, dan berbicara padanya.
Kalau saat ia nanti tahu segalanya, biarlah saat itu terjadi. Tidak akan ada yang bisa menghentikannya, namun. Yang Rangga inginkan saat ini adalah terus bersamanya selama yang ia bisa.
Seharusnya dari awal ia tidak boleh merasakan ini semua, tapi entah kenapa. Ia sama sekali tidak menyesal.
Ia tidak menyesal bertemu dengan Melody, dapat bernyanyi dengannya, berjalan bersamanya, mengenggam tangannya, tertawa bersamanya.
Ia tidak akan pernah bisa menyesal.
Karena jikapun suatu saat nanti ia akan kehilangan gadis itu, ia masih punya kenangan-kenangan mereka yang tidak akan pernah terhapus oleh waktu.
Memorinya, tentang bagaiman ia jatuh cinta.
● ● ●
Rangga sedang berkumpul di kantin bersama kedua temannya, Levine dan Enrique. Mereka berdua sedang membicarakan beberapa hal yang cukup tidak penting, termasuk dimana keberadaan Inem, Kucing milik Mpok Yati yang dikabarkan sedang mengandung.
Rangga hanya melamun, lagi-lagi pikirannya melayang kearah gadis itu.
Yang secara tak sengaja ia lihat sedang berjalan diujung kantin bersama temannya yang kalau tidak salah bernama Leticia.
Spontan, Rangga segera berdiri lalu berjalan kearah gadis itu.
"Eh mau kemana lo kutil ! Katanya mau nraktir lo !" Seru Enrique cukup keras hingga membuat beberapa perhatian orang dikantin tertuju padanya.
Levine segera menggeser duduknya menjadi lebih jauh dan mengedarkan pandangannya. Pura-pura tidak kenal.
Sementara itu Rangga masih berjalan kearah Melody, dan saat ia sudah sangat dekat. Rangga memperlambat langkahnya dan mensejajari langkahnya dengan Melody.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melody Of Heart
Teen FictionRangga merangkul tubuh Melody, menatap jutaan bintang diatas langit yang berkelap kelip dengan indah. Menghiasi langit malam yang gelap gulita. Perlahan ia menarik Melody kedadanya, "Do you hear that ?" "Apa ?" "My heart, beat faster" Wajah Melody...
