7

1.9K 138 10
                                    

---
Ini yang paling kubenci dari jarak. Dia membuat kesalahpahaman tanpa memberi sebuah penyelesaian.
---


Aku masih duduk di kursi kelas. Menatap Citra yang asyik dengan ensiklopedi nya. Teman kelas yang lain sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Aku? Aku dengan aktivitasku yang memerhatikan Citra. Dia terlihat lucu berkutat dengan buku-buku tebal yang berfungsi tambahan sebagai obat tidur itu.

Ponselku bergetar pendek. Sepertinya ada notifikasi. Radit-kah? Tadi pagi Ia hanya memberi kabar seperti biasa. Apa Ia sedang tidak kuliah?. Tidak mungkin. Anak univ favorit seperti dia tidak mungkin bermalasan, bukan?. Atau dia berbeda? Entahlah.

Tidak-tidak. Ekspektasiku harus hancur seketika begitu aku tahu bukan hanya aku yang mendapat notifikasi ponsel. Nyatanya hampir satu kelas mendapat notif beriringan. Sepertinya notifikasi itu dari grup kelas.

"Eeh.. balik aja yuk!," sebuah suara mengarah padaku. Bukan Citra. Sebentar biar kulihat siapa yang bersuara.

"Lah? Gak kuliah?," tanyaku setelah mengetahui Glen yang mengajak bicara ke arah kami.

"Lo belum liat grup?," kali ini Citra yang bersuara. Heol. Aku pikir dia masih asyik bercengkrama dengan ensiklopedia yang tebal itu.

Aku mengambil ponselku cepat dan segera membuka notifikasi yang ada.

"Kelas libur!," ucap Glen sebelum aku selesai membaca pesan yang baru masuk.

"What the..," ucapku sedih. Jelas saja iya. Siapa yang tidak sedih?.

Jujur saja jika dulu jaman SMA aku sangat senang jika ada jam kosong. Bahkan aku berharap setiap hari ada jam kosong. Sekarang? Tidak!. Sama sekali tidak.

Bukan karena aku tambah rajin. Bukan. Tapi ada alasan lain. Aku tidak tahu ini terjadi hanya di jurusanku saja atau di kampus lain juga karena jika kelas kosong maka akan tetap diganti kapanpun itu. Entah saat minggu tenang yang harusnya bisa kumanfaatkan untuk pulang atau malam. Ya semua terserah dosen.

Pasal 1: Semua keputusan ada di tangan dosen dan tidak boleh membantah keputusan itu.

Pasal 2: Dosen selalu benar.

Pasal 3: Kalau mau protes pada dosen lihat kembali pasal 1 dan 2.

Setidaknya itu pasal tentang dosen yang berlaku di kelas kami.

"Main aja yuk!,"

"Main kemana?," tanyaku.

"Pantai boleh tuh," usul Citra.

"Panas-panas begini?," tanyaku.

"Masih pagi Vaal," tambah Citra.

"Tapi nanti kita kesana bakal panas banget," tambahku.

"Ya udah lo pake topi sama kacamata item, pake baju panjang," Glen mengusulkan

"Jangan lupa bawa payung," tambah Citra. Sialnya mereka malah tertawa berdua.

"Aah.. males gue..," ucapku.

"Ayolah Vaaal. Kita bakal jarang banget main. Lo tau sendiri kita kuliah dari sunrise sampe ketemu sunset. Jadi ayo manfaatkan!," Citra memohon.

DNATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang