Setelah Kiara menyimpan surat dispensasi nya di meja guru, ia keluar, lalu pulang.
"Kei?!"
Sampai di rumah, Kiara kaget dengan hadirnya Keisya.
"Kakak!"
Gadis yang kini baru kelas X itu pun langsung memeluk kakaknya. Seakan bertahun-tahun tidak bertemu. Padahal, dua minggu yang lalu mereka baru bertemu.
Kiara hanya diam. Tidak menolak pelukannya, apalagi membalasnya. Jelas tidak.
'Ular!' batin Kiara.
"Pulang kamu?" tanya mamanya dingin.
Keisya langsung melepas pelukannya pada Kiara.
"Iya ma."
"Jadi kan kak narinya besok?" tanya Keisya.
Kiara hanya mengangguk lalu melenggang ke kamarnya.
"Kamu jangan terlalu deket sama Kiara. Mama nggak mau kamu kebawa nakal sama Kiara." perintah mamanya.
"Hah? Kenapa, ma?"
"Nurut."
"Butuh alasan."
"Kamu akan tau."
Keisya sudah mengerti. Namun, ia juga ingin menjauhkan kakaknya dari jangakauan papanya.
Kiara turun dengan baju mainnya dan tas ransel.
"Kemana kamu?!" tanpa disangka, papanya hadir.
"Sanggar."
"Astaga Kiara! Papa perlu ngomong berapa kali sama kamu kalau papa nggak ngijinin kamu ke sanggar?!" teriak papanya frustasi.
"Dan berapa kali juga, Kiara bilang ke papa bahwa Kiara nggak bisa keluar dari sanggar. Ini hidup Kiara."
"Kamu bisa nggak sih kayak Keisya sedikit?!"
Ini bagian yang paling dibenci Kiara dalam kehidupan.
Jika dalam matematika ini yang termudah. Tapi tidak dengan kehidupan.
Dibandingkan. Perbandingan.
"Nggak bisa. Kia sama Kei beda."
"Beda apanya?! Kalian tuh sama-sama anak papa!"
"Pa, maaf. Kiara nggak mau berdebat sama papa. Kiara pamit. Malem ini, Kiara nggak pulang"
Tanpa menunggu persetujuan papanya, Kiara melenggang keluar dan memajukan mobilnya ke sanggarnya.
"Liat anak kamu, mas!"
Ferry hanya diam mendengarkan Lucy. Istrinya.
"Dia nggak bisa kayak anak aku!"
"Lucy, stop."
Ferry pun pergi. Entah kemana.
Keesokannya,
"Ndin, Kia kemana?" tanya Sam
"Nari."
"Oh? Lagi?"
Andin hanya mengangguk.
"Tapi, kenapa daftar absen harian yang masuk ke guru piket Kiara alfa?" kini giliran Rio yang bertanya.
"Hah? Padahal ada surat dispensasi nya?"
"Lo tanyain deh ntar pas masuk ke sekertaris nya."
Andin mengangguk dan kembali memakan baksonya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rapuh [COMPLETE]
Fiksi RemajaApa jadinya jika seseorang yang ceria ternyata memilik dua kepribadian? Akankah kalian sebagai temannya akan tetap menemaninya? Kiara terlahir berbeda, bukan secara fisik, tapi secara mental. Bukan secara otak tapi secara batin. Kalian yang mengena...
![Rapuh [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/143475982-64-k414717.jpg)