Part 10✅

2.5K 142 0
                                        

Mata Kiara tertuju ke ujung ruangan. Disana, terdapat fotonya bersama seorang lelaki.

"Ini? Ini gue, Lan?"

Tanyanya kepada Erlan. Ia kini memegang figura foto berdebu itu.

"Eum? Ya, mungkin."

"Lha? Ini cowoknya siapa?"

"Ya, elu.. Lo yang poto masa lo nggak inget?"

"Berarti ini bukan gue ya?"

"Astaga, Ra.. Gue bilang gue nggak tau."

Ucapnya sebenarnya bingung.

"Tapi cewek ini mirip gue."

"Mana gue liat."

Erlan mengambil alih foto tersebut.

"Cowoknya juga mirip lo."

Iyalah mirip, bibit nya sama.

Namun, tiba-tiba ada kertas jatuh melayang dari belakang figura foto tersebut.

Sudah lusuh. Namun, tetap jelas.

Kertas itu sepertinya diselipkan di belakang figura foto itu.

Bersamamu membuatku bahagia
Aku tau kau juga bahagia
Namun, aku juga tau ada hal yang kau sembunyikan dariku
Tentang siapa sebenarnya dirimu
Tentang bagaimana sebenarnya dirimu

Aku memang tak bisa memberimu bahagia
Namun, setidaknya aku ingin menyalurkan bahagia yang kurasa jika di dekatmu
Ya, aku bahagia bersamamu

Kepergian ku, bukan tanpa sebuah alasan
Kepergianku, semata ingin membuatmu terbebas dari segala kekangan yang ada di hidupmu

Meski menyakitkan, aku harap kau bisa menerimanya

Aku pergi.

Semoga kau bahagia

Lupakanlah aku, karena aku tak mungkin lagi berada di sisimu

Satu hal yang ingin ku katakan

Gadis pembalap yang keras kepala dan kekanakkan

Aku mencintaimu

-Geraldi Agariadne Pradipta-

Tanpa sadar, Kiara menangis membaca tulisannya.

"Ra? Kenapa?" tanya Erlan panik.

"Hmm? Enggak.. Enggak.. Cuma terharu"

Erlan menatapnya bingung.

"Ini, tulisan Geraldi. Terharu gue"

Erlan terkejut. Apakah Kiara mengingat siapa Geraldi?

"Geraldi? Geraldi siapa?"

"Penulis kertas ini. Buat pacarnya mungkin"

"Iya emang buat pacarnya, " jawabnya datar.

"Lah? Tadi ngapain lo nanya?"

Erlan diam.

"Lan?"

Masih diam.

"Erlan?"

"Duduk dulu, Ra."

Kiara yang bingung hanya bisa menurut.

"Gue mau jujur."

Kiara diam. Wajah Erlan yang serius membuatnya ikut serius.

Disaat bersamaan, Kiara hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan sakit di kepalanya.

Rapuh [COMPLETE] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang