Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Darimana lo?"
Kelvin melirik Adi -yang sudah berdiri disudut ruangannya ketika dia masuk- dengan ujung matanya. Duduk di sofa dengan gaya ogah-ogahan selain karena kesal sapu tangannya ketinggalan, Kelvin sangat bosan mendengar Adi terus saja mengeluhkan sikapnya.
"Apa sih, Bang? Gue beli minum." Kelvin melirik Adi tak suka.
"Gue udah siapin cola sekulkas, apa lagi yang lo cari?" Sindir Adi.
"Gue mau mandi." Ujar Kelvin lalu bangkit menuju kamar mandi. Mengabaikan tatapan kesal dari Adi.
"Lo punya waktu 15 menit. Semua orang nunggu." Adi memperingati.
"Hm." Jawab Kelvin lalu menutup pintu dibelakangnya dengan keras.
Adi keluar dari ruangan Kelvin. Meminta supir mereka menunggu beberapa saat untuk menuju ke sebuah stasiun TV nasional.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cakepnya sih udah dari sononya. Tapi gue ngeri liat alis gue." Kelvin memiringkan wajahnya ke kanan dan kiri agar dapat melihat dengan jelas bentuk alis matanya pada cermin di depannya.