Melepaskan yang Sebenarnya
Sudah tak mungkin jika aku bertanya kabarmu kembali
Sudah tak ada alasan untukku menghubungimu lagi
Sudah tak ada harapan jika aku terus bertahan
Sudah tak ada harapan jika aku terus berlari
Dengarkan baik baik, aku tak mengulangi
Terimakasih sudah menjadi yang pernah
Aku tak akan pernah membenci
Karena,
Sebelumnya kita adalah dua insan yang saling membahagiakan
Hingga pada akhirnya memilih menyudahi
Semua tanpa aba aba
Pelangi warna warni menyisakan abu abu
Senyummu memudar dibalik kisah lain
Bahkan, kabarmu sekarang tak kudengar lagi
Aku anggap ini adalah sebuah pertanda
Bahwa,
Aku harus melepaskan
Aku harus melupakan
Dan, aku harus mengikhlaskan
Beberapa hari setelahnya,
Kudengar kau bersama dengan wanita lain
Tak apa bagiku, jika itu adalah bahagiamu
Tapi,
Jangan cari aku lagi
Karena aku sudah tak berada ditempat yang sama
Bahkan dengan perasaan yang sama
Aku benar benar akan memulai kisah baru
Kisah klasik yang tak ingin ada namamu
Rangkaian sajak yang pernah kutulis
Terbakar habis oleh sisa tenaga untuk melupakan
Kali ini aku tak becanda
Aku akan melepaskan tanpa perintah
Aku akan melepaskan yang sebenarnya
Iya, walaupun membutuhkan waktu lama
Tapi,
Usahaku kuat melupakanmu
Selamat tinggal,
Masa lalu
Palur, 7 Juni 2018
9:57 pm
Follow instagram :
@rachmalianh
