Puisi Enam Puluh Empat

2.3K 38 0
                                        

Bertemu dalam Tatap

Matamu, mata itu masih milikmu
Tatap nanarnya masih sama
Tak berubah walau keadaan tak lagi bersama

Matamu, adalah jawaban dibalik sebuah alasan
Nanar yang membuatku jatuh padamu
Titik terfokus dimatamu ketika bertatap

Ya, kini matamu juga adalah jawaban dibalik alasan
Mata yang kini masih milikmu
Sekarang alasan aku untuk pergi
Tatapanmu selalu datar seolah enggan mengatakan
Kulihat ada semburat kata yang ingin kau katakan
Namun kau enggan

Aku benci situasi itu
Ketika aku kembali menatap mata indahmu
Dan parahnya, matamu juga menemukanku
Iya, kita bertemu dalam tatap
Tatap yang kini menyakitiku
Tatapan yang lebih tajam dari pisau yang diasah

Luka milikku belum mengering sempurna
Nyaris saja aku menyerah karena tak sanggup menutup luka
Selalu saja logikaku menguatkan melupakan

Suatu saat nanti ketika kita kembali bertemu dalam tatap
Aku yakin aku mengatakan baik baik saja
Yakinku bahwa aku sempurna menyembuhkan luka
Yakin bahwa melupakanmu adalah sebuah kesederhanaan yang sempat kutunda
Dan aku yakin,
Aku yang lebih dulu melupakanmu melalui tatapan mata itu

Palur, 3 Desember 2018
4:13 pm

Terimakasih yang sudah menunggu hingga puisi 64
Mohon maaf akhir akhir ini jarang update dikarenakan lagi PAS dan Try Out :))
Doakan :))

Aku akan share puisi sesempatnya ya, mohon maaf :(


FOLLOW :

@rachmalianh

PuisikuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang