Puisi Tujuh Puluh Delapan

2.2K 23 0
                                        



☄☄☄

APAKAH SETIAP PERTEMUAN MELAHIRKAN KENANGAN?

Hari ini harusnya aku menemuimu
Harusnya aku pergi ke kotamu
Yogyakarta yang lebih istimewa karenamu

Kepada kamu yang kusebut "Langit"
Bahkan sampai rela ku buatkan ceritamu
Hanya untuk mengenangmu dan mengenangmu

Tiga tahun lalu aku sepakat mengikhlaskanmu
Dua tahun yang lalu aku dan kamu tak pernah bersua kembali
Bahkan melalui pesan singkat yang tak mungkin mengobati rindu
Rindu yang ingin pulang ke rumahnya
Kamu...

Semesta memang bekerja dengan baik
Dua ribu dua puluh kita kembali bertemu dengan cara tak terduga
Hebatnya, di tempat dimana kita pertama kali berjumpa

Saat itu, kamu memakai almamater salah satu universitas di Yogyakarta
Iya, aku tersenyum. Dari jarak beberapa meter darimu
Pertama kali bertemu aku tidak langsung melihatmu
Hanya suara. Suara yang bahkan sudah lama tidak pernah kudengar

Hingga puncaknya, acara selesai
Rasanya aku ingin tinggal lebih lama di tempat itu
Tapi kurasa tidak. Aku harus segera pulang ke rumah
Tapi, bisakah dia kusebut rumah?
Bahkan menempatinya saja aku hampir

Suara itu kembali kudengar
Secara sadar aku melihatnya mengabadikan kenangan
Bisa dibilang, penggemarnya
Tatapan kami bertemu
Tangannya melambai ke arahku, memberi isyarat
Seolah tangannya berkata
Sini, mari kita ukir kenangan kita kembali

Palur, 14 Juli 2020
11:02 pm

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA
PUISI TUJUH PULUH DELAPAN

*mohon maap, jatuhnya curhat cerita :v

Terimakasih:)

salam sayang

PuisikuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang