" Baiklah. Coba praktekan itu sekarang. Mulailah denganku!" ujarku tersenyum sambil melihatnya.
" Apa?! tapi kau bahkan sangat jauh berbeda dari dia" balasnya menolak.
" bisakah kau hanya berakting saja? Issshh" kesalku.
" tchhs. Ok" dia memutar bo...
Aku tak tahu apa yang aku fikirkan tapi ini terasa aneh. Seperti sesuatu berusaha mengatakan padaku bahwa aku harus mengecek perkembangan dari Ciko. Bagaimana jika dia tidak melakukan apa yang aku katakan? Bagaimana jika dia lupa dengan apa yang harus ia tanyakan?
Sebelum aku mengetahui itu, aku sudah menemukan kedua sosok manusia yang membuatku penasaran.
Aishhh kenapa aku harus melakukan ini hanya untuk mendapatkan makanan gratis?
Aku segera mengenakan hoodieku dan menutup kepalaku dengan topinya. Aku bersembunyi di sebuah pohon besar yang mungkin membantuku menutup tubuhku. Untunglah tubuhku cukup kecil, ini sungguh membantu.
Ahh dan lihatlah sih pria kutub itu. Dia tampak seperti memiliki permasalahan ketika memulai percakapan.
"Psstt!Ciko!" aku berusaha membuat Ciko melihatku.
Ciko akhirnya melihat kearahku dan dia terlihat frustasi saat itu.
Mungkin Sesa bisa melihatku maka dari itu aku masih terus bersembunyi.
" apa yang kau lakukan?" Tanya Ciko tanpa suara. Dia hanya menggerakkan bibirnya. Dia menampakkan wajah panic.
" membantumu" aku menjawab dengan gerakkan mulut tanpa suara.
" ingat untuk selalu percaya diri" sambungku lagi.