[Fantasy & (Minor)Romance]
Tadinya aku berpikir, memiliki kekuatan itu seperti pada film fantasi yang ku tonton, menakjubkan. Namun aku salah ternyata memiliki kekuatan itu tak seindah film-film fantasi, kekuatan yang entah bagaimana bisa berada dal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seminggu kedatanganku di dunia ini, dan entah bagaimana bisa diriku menjadi populer begini.
Seingatku, seminggu yang lalu, gadis itu ... gadis yang mirip Lya membawaku ke gedung lain.
Sesuai perkataannya, ia memperkenalkan ku kepada teman-temannya.
Dan sudah seminggu ini juga aku sama sekali tak melihat dirinya.
Dan seminggu ini juga pembagian kelas belum dilaksanakan.
Lya? Sudah seminggu aku tak melihatnya.
Aku seperti ditelantarkan olehnya, dan pembimbingku waktu itu entah menghilang kemana.
"Athely!" seru seseorang, aku mendongak dan menatapnya, ia sedang berlari kearahku.
Ia menarik nafasnya, "kau kemana saja?"
Gadis yang waktu itu, yang mirip Lya. Ia mengaku saudara kembarnya Lya, namanya Fya Fyrsn. Dan ia juga mengaku bahwa keluarga Fyrsn itu adalah keluarga yang paling berbakat dalam sihir.
Memang sih ia mirip sama Lya tapi apa ia benar saudara kembarnya Lya? Seingatku Lya itu nama belakangnya Rysla, dan Lya itu hanya mempunyai satu saudara.
Membingungkan.
Mungkin bisa ku simpulkan seperti ini: ada suatu tragedi yang menyebabkan tiga orang itu terpisah, Lya bersama AiLin di dunia manusia mungkin, dan Fya disini, dunia fantasi.
Seminggu ini aku bertemu banyak sekali berbagai makhluk yang aneh mulai dari Shapeshifter, Summoner, dan lainnya yang aku lupa namanya.
"Heii, kau mikirin apa sih? Apa ku perlu membaca pikiranmu agar kutahu hmm?" oke. Dia berbeda sekali dengan Lya.
Aku menggeleng dengan kuat berusaha menolak yang dikatakannya.
Kenapa ada yang mirip Lya. Terlebih mereka memiliki kepribadian yang sama, aneh.
Astaga, Atha kamu mikirin apa sih? Mereka memang aneh kok jangan membantah semuanya.
"Kau baik-baik saja?" aku menoleh dan mendapati dirinya yang entah kapan sudah duduk disampingku.
"Aku baik-baik saja," ucapku singkat.
"Kalau begitu, kau jangan disini terus ... ayo kesana, bergabung dengan yang lain!" ajaknya, aku pun menggeleng lagi, aku tak mau jadi perhatian publik.
Disana banyak sekali orang ... tak mungkin kan aku kesana?
"Ayolahhh," ia menarik-narik lenganku, segera ku tepis lengannya.
Untuk saat ini aku ingin sendiri.
"Biarkan aku sendiri." lagi, mulutku ini harus segera dibawa ke dokter mulut kalau ada.
"Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu." ia pun pergi meninggalkanku.
Apa ada makhkluk yang normal disini? Makhluk yang tidak aneh, seperti mereka.