Bagian 17 : Langit malam

437 52 0
                                        

Tepat tengah malam, mereka berenam mulai membentuk lingkaran melingkari api unggun di sebuah ruang tengah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tepat tengah malam, mereka berenam mulai membentuk lingkaran melingkari api unggun di sebuah ruang tengah.

"Jadi, tebak-tebakan apa yang kau maksud?" suara Kuroto terdengar memecah keheningan beberapa saat yang terjadi diantara mereka.

Ren, gadis berambut coklat pendek itu menghela nafas panjang. "Kau menanyai siapa, Kurone?" sahutnya lalu memejamkan matanya lagi.

Kuroto yang mendengar itu hanya bisa mendengus, mengingat bagaimana si rambut pirang—Ao—mengenalkan dirinya kepada tiga bersaudara Re itu.

"Ren, kau tidak boleh begitu." balas Red, lelaki berambut hitam itu sembari mengelus rambut coklat pendek milik Ren.

Ternyata, dugaan Kuroto selama ini salah. Bukan Red yang tidak perduli dengan sekitar, tapi lelaki berambut abu-abu itulah yang tidak peduli. Ia asik memejamkan matanya, seperti bermeditasi.

Setelah Ren tenang, Red menepuk tangan heboh. "Baik, kita akan mulai tebak-tebakannya. Tapi, sesuai janji, yang kalah akan keluar dan melihat langit malam."

Semuanya, terkecuali gadis berambut pirang, Ren dan lelaki berambut abu-abu itu menghela nafas berat.

Mereka tidak siap untuk menerima kutukan dari langit malam.

Red mulai menggerakkan jari jemarinya membentuk sesuatu diantara asap yang mengepul.

Sesuatu seperti bintang(?)

Atau,

Itu mirip angsa(?)

Kuroto dan AiLin terperangah ketika melihat asap yang mengepul membentuk sesuatu. "Sekarang tebak. Itu apa?" suara Red lagi-lagi memecah keheningan yang terjadi diantara mereka.

Ren yang memejamkan matanya kini sudah melihat sesuatu itu dengan tatapan yang sama ditorehkan oleh Kuroto juga AiLin.

Mereka—Kuroto dan AiLin—saling bertukar pandangan, Kuroto mengangguk dan mulai mengangkat tangannya ragu.

"Jawabannya adalah...."

***

Yang masih tersisa di dalam ruangan adalah Ao, AiLin, Resh dan Red. Baru tadi Ren salah menjawab karena jawaban yang benar itu.

"Ayo tebak, ini apa?" suara Red lagi-lagi memecah keheningan. Ia membentuk sesuatu di api unggun itu dan terciptalah percikan-percikan yang sangat mengkilap, sesuatu yang dibentuknya mirip angsa.

Suasana keheningan menyelimuti mereka yang masih terdiam, sampai AiLin membuka suaranya. "Itu, itu adalah Merak Angsa!" jawaban yang keluar dari mulut AiLin membuat Ao serta Red tertawa terpingkal.

Red menepuk tangannya, "Salah."

"Akh, kalau begitu Maranisakia!" seru AiLin sambil menunjuk api yang mengebul menjadi asap tersebut.

Magician [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang