Chapter 2: " The New Life"

174 20 1
                                        

Saat semuanya hancur di depan matamu, kau tidak akan memiliki semangat hidup. Tapi saat semuanya berjalan dengan baik namun semangat hidupmu telah direnggut darimu, apa yg akan terjadi? Akankah kau menghancurkan semuanya? Atau kau akan berjuang mendapatkan semangat hidup lagi?

Namjoon sangat terpukul akan kematian anak-anaknya sulit baginya untuk menerima semua itu. Dokter Lee terus membujuknya untuk segera mengkremasi kedua anaknya namun Namjoon bersikukuh untuk tidak melakukannya.

Namjoon secara rutin membersihkan mayat kedua anaknya dengan kain basah dan memperlakukan mereka seperti pasien koma. Bahkan para perawat dan dokter-dokter juniornya mulai mengatainya gila.

Dokter Park Hyungsik yg terlihat sangat prihatin akan keadaan senior sekaligus rekannya itu pun memberikan saran yg membangkitkan harapannya kembali.

"Dokter Kim, bagaimana kalau kita membawa kedua anakmu ke Amerika. Kita bisa meminta bantuan Dokter James untuk menguji kandungan pil kita pada kedua anakmu. Jika ini berhasil maka mereka bisa hidup kembali." ujar Hyungsik

"Kau benar, kenapa tidak terpikirkan olehku. Kita akan membawa anak-anakku ke Amerika sekarang."

***

Berita tentang kepergian Namjoon pun tersebar baik di surat kabar, artikel bahkan di televisi. Banyak tajuk yg tertera, dari 'Kecelakaan Maut Membuat Korea Selatan kehilangan Dokter Jenius' , 'Kepergian Dokter Jenius' hingga ' Kejatuhan Dokter Jenius karena Kecelakaan Maut'.

Berbagai isu menyebar dari yg positif hingga negatif. Begitulah media dari 100 persen kebenaran hanya aa 25 persen kebenaran yg diutarakan dan selebihnya adalah fakta yg dilebih-lebihkan.

Disebuah ruang operasi, Namjoon yg mengenakan jas putih kebanggaannya tengah membaca artikel mengenai dirinya. Namjoon pun tersenyum sinis lalu meletakkan ponselnya di atas meja.

"Dasar media, mereka membuat keributan tanpa tahu apa yg terjadi." gumam Namjoon lalu berbalik dan berjalan mendekati 2 ranjang operasi dimana kedua mayat anaknya terbaring. Disana juga telah berdiri Dokter James dan Dokter Park.

"Kau yakin ingin melakukan ini Kim? Menjadikan kedua anakmu sebagai objek percobaan merupakan tindakan ilegal, kau bisa dipenjara dan juga ... kita tidak tahu bagaimana zat ini bereaksi dengan tubuh manusia. Ini bisa sangat beresiko." ujar Dokter James

"Aku tidak peduli dengan semua resiko itu, aku hanya ingin anak-anakku kembali. Tolong aku James" ujar Namjoon

"Kau tahu aku pasti membantumu" ucap James

Mereka pun memberi mayat Taehyung dan Saeron sebuah infus yg berisi zat regenarsi hasil percobaan mereka. Lalu melumurkan zat tersebut ke kepala dan bagian tubuh Taehyung dan Saeron yg terluka.

Dokter James pun melepaskan masker serta sarung tangannya lalu menyentuh pundak Namjoon

"Sekarang kita hanya harus menunggu apakah ini berhasil atau tidak." ujar Dokter James

Namjoon pun terus menunggu dan memerhatikan mayat kedua anaknya tapi tak ada tanda-tanda mereka akan siuman. Namjoon dengan rutin dan telaten mengganti pakaian dan membersihkan tubuh kedua anaknya.

1 hari, 2 hari bahkan 3 hari telah berlalu tapi tak ada tanda sama sekali. Namjoon pun hampir putus asa hingga sebuah keajaiban terjadi. Jari telunjuk Taehyung bergerak. Dengan penuh harap Namjoon mendekati dan menatap putranya itu.

"Ayo bagunlah Taehyung-ah, Ayah menunggumu ... bangunlah." ucap Namjoon seakan memantrai putranya itu.

Taehyung pun membuka matanya lalu menatap Namjoon. Namjoon yg telah menantikan saat itu pun tersenyum bahagia lalu memeluk putranya yg telah kembali dari alam kematian.

Blank spaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang