Chapter 21 : The Last Chapter ( epilogue )

155 12 1
                                        

Tik Tik Tik....

Tetes demi tetes hujan yg jatuh ke tanah terdengar. Mungkin karena suasana malam yg hening membuat suara yg minim itu dapat terdengar dengan jelas.

Di aula Saeron tengah duduk manis seraya melirik Taehyung, Seokjin serta Yoongi yg sedang duduk terikat di kursi. Saeron tersenyum tipis saat melihat wajah masam Taehyung yg menatapnya.

"Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Taehyung ketus.

"Karena kakak sangat lucu. Kenapa bersusah payah untuk gadis seperti Lisa?" tanya Saeron

"Kau tidak akan mengerti. Aku hanya senang saat dia senang, aku hanya ingin melindungi kehidupan yg sebelumnya tak bisa ku lindungi untuknya. Bagiku membuat hidupnya tetap normal adalah harga yg pantas meski aku mengorbankan nyawa sekali pun." ujar Taehyung

"Kita lihat saja, seperti apa akhir dari cinta indah khayalan kakak ini." ujar Saeron seraya tersenyum dengan smirknya

***

10 menit telah berlalu, dengan jari-jemarinya yg lentik Saeron memainkan jarum suntik di tangannya sembari mengarahkan kepada Yoongi, Seokjin dan Taehyung bergantian.

Saeron mulai merasa bosan menunggu hingga suara langkah kaki yg ia tunggu-tunggu terdengar.

"Akhirnya kau datang juga.." ucap Saeron seraya tersenyum menatap Lisa

"Apa yg kau inginkan? Cepat lepaskan mereka..." ujar Lisa

"Jangan terburu-buru ... Sebelum itu, aku ingin tanya sesuatu. Kau tahu kalau kau mengingatkanku pada diriku yg dulu? Karena itu, jika kau adalah aku apakah kau akan menerima hidup seperti ini?" tanya Saeron memasang wajah serius

" Jika harus hidup dengan menyakiti orang lain sebagai kebutuhan, aku akan lebih memilih untuk mati saja." jawab Lisa tanpa keraguan

"Aku juga, tapi sayangnya kini tidak lagi. Kenapa aku harus menderita sendirian? Kalian juga harus menjadi sepertiku. Kalian juga harus merasakan rasanya putus asa karena hidup tanpa nyawa setiap harinya." ucap Saeron

Saeron pun melemparkan sebuah suntikan ke dekat kaki Saeron. Lalu dengan wajah datar yg menyeramkan dia berkata

"Itu adalah serum darahku, suntik dirimu dengan itu dan menjadi bagian dari kami atau ... Aku akan menyuntik kak Taehyung ku tercinta dengan formaldehid ini" ujar Saeron seraya mengarahkan jarum suntik ke leher Taehyung

"Aku yakin kau tahu apa yg akan terjadi jika aku menyuntikan ini. Sekarang tentukan pilihanmu! Kau punya waktu 5 menit..." lanjut Saeron

Mata Lisa tertuju pada suntikan yg ada tepat di depan kakinya. Seluruh dunia seakan berputar di hadapannya. Dia dibebankan akan pilihan yg sangat sulit.

Kini hidupnya dan hidup Taehyung berada di tangannya. Lisa melirik Taehyung yg menatapnya dengan mata yg berbinar.

Taehyung yg selama ini terlihat hampa dimatanya, untuk kali pertama ia bisa melihat warna lain di mata itu.

Taehyung terus saja menggelengkan kepalanya seakan meminta Lisa untuk tidak melakukan apa yg Saeron inginkan.

Tapi sebesar cinta Taehyung, sebesar itu juga cinta Lisa. Cinta yg begitu besar membuat Lisa memantapkan hati dan meraih suntikan itu.

"Aku mencintaimu..." ujar Lisa sambil mengarahkan jarum suntik itu ke lehernya

"Tidak!!" Pekik Taehyung

Taehyung pun mendorong Saeron hingga keduanya terjatuh. Saeron hendak bangkit saat ia melihat suntikan yg tadinya ada di tangannya kini telah menempel di leher Taehyung dengan tabung kosong.

Blank spaceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang