Angelina's POV
Esok harinya, ketika aku bangun tidur, seseorang mengirimku pesan. Seperti biasanya, itu Zayn.
"Pagi? Aku sedang sarapan bersama Niall, kau mau bicara dengannya?" Aku tersenyum kecil. Dia sudah bertemu Niall rupanya.
"Tidak, aku lelah." Aku bahkan tidak membalas sapaannya. Tapi aku balas itupun karena aku kasihan. Aku iba, karena aku dia jadi tersingkirkan oleh hidupnya sendiri. Aku memang wanita bejat.
"Baiklah sayang jangan lembur kalau tidak ada aku ya. Jangan suka telat makan, aku mencintaimu." Balas Zayn.
Oh Tuhan, tidak bisakkah aku memiliki Zayn seutuhnya? Tidak bisakah kami hidup bahagia selamanya? Aku mohon, jaga Zayn selalu. Ia pantas atas kebahagiaannya. Hukumlah aku Tuhan! aku tahu aku jahat, egois dan tidak tahu malu. Maka dari itu, kembalikan hidup Zayn lagi Tuhan!
Aku tidak membalas itu. Bilang I love you too atau semacamnya. Aku hanya menutup mata, mencoba keras untuk tidak menangis. Aku seharusnya tahu ia sudah punya istri, aku seharusnya sadar. Aku seharusnya tidak merebut dia dari Gigi.
-
Berhari-hari sudah ia pergi, aku semakin menghindari pria itu. Aku membeli ponsel baru dan menggunakan nomor baru agar Zayn tidak sering mengganggu lagi. Secara tidak langsung aku menolak untuk ia hubungi.
Dan James? Ia semakin mesra dengan Wendy karena minggu depan, ia akan tunangan bersama wanita itu. Tepat sehari setelah kedatangan Zayn dari London. Tentu saja aku diundang, dan Wendy, dia juga mengundang Zayn. Namun nama kami terpisah, pfft, pastilah undangan kami terpisah.
Bahkan diundangan Zayn, tertera nama Mr & Mrs. Malik
Hahah, itu sudha pasti ditujukan pada Gigi dan aku yakin yg menulis nama itu James sendiri. Karena ia sengaja melakukan itu. Untuk membuatku semakin terpuruk,
"Hai Angie baby!" Rose melambaikan tangannya padaku saat aku berjalan menghampirinya.
Pfft, sudah lama sekali aku tidak mendengar panggilan itu. Apa peduli.
"Hai." Aku tersenyum kecil, membalas lambaiannya.
"Angie, kau tahu tidak, kemarin, aku tidak sengaja bertemu dengan seorang yg tampan, ia menabrakku di halte dan kami tidak sengaja berkenalan. Haha ia sangat tampan," Rose bercerita dengan wajah berseri-seri.
"Oh benarkah? Astaga drama sekali!"
"Yeah I know but he's sweet." Ujar Rose.
"Siapa namanya?"
"Kenny."
"Wah what a name!"
"Yeah dan yg paling hebatnya, dia masih kuliah! Sudah mau lulus sih, untung saja."
"Astaga kalian! Lalu, ia mengajakmu berkencan?"
Dan Rose hanya menaikturunkan alisnya berulangkali, aku terkejut mendengar itu,
"Oh tidak! Hahaha how impressive!" aku pura-pura bahagia mendengar kabar itu.
"Kapan?" Tanyaku.
"Malam ini, ahahah"
"Oh sayangku, kau harus bersikap dewasa padanya! Semoga saja ia tidak bosan dengan tante-tante seperti mu." Aku menggodanya.
"Hah, aku masih 23 dan aku masih tau bagaimana caranya bersikap normal didepan mahasiswa."
"Good for you babe! Jangan kecewakan aku ya!" Aku menepuk pundaknya.
"Hahah tentu saja." Ia tersenyum lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistress // z.m [COMPLETED]
FanfictionTidak semua selingkuh itu berdampak buruk dalam rumah tangga. Itulah yang Zayn rasakan dalam hidupnya saat ia bertemu Angelina, sang orang ketiga dalam rumah tangganya. [18+] #4 in Mistress Copyright © 2018 by Bunga Lahutung
![Mistress // z.m [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/96344352-64-k869235.jpg)