ZADDY ZAYN // the end

107 1 0
                                        

            

Oh Tuhan, aku bahkan sangat terharu melihat sorot matanya yg tak hentinya menatap mataku dari atas sana. Astaga, lalu muncullah Harry dengan segala aura-nya yg ia berikan, ia juga memandangiku, MEREKA SEMUA memandangiku, bisa kutebak, diantara mereka, ada Louis, Liam dan Niall. Oh astaga.

Zayn sendiri, masih sangat menikmati lagunya, masih tidak bereskspresi sepertiku yg ingin pingsan rasanya, ia begitu romantis. Mereka semua masih bernyanyi dihadapanku.

"Ahh don't cry babe!" Rose memelukku, astaga, jadi ini ulah mereka semua?

Jadi, intinya, Rose dan Wendy sudah tahu?

Aku terus memandangi Zayn, ia masih serius sekali menyanyikan lagu romantic itu padaku, aku yakin juga itu adalah lagu One Direction. Apakah aku baru saja mengembalikan One Direction? Apakah aku baru saja membuat rekor?

Dan lagunya berganti, secara cepat, namun kali ini lebih lambat. Lagu itu bahkan terdengar sangat...

Oh tidak.

And being here without you it's like I'm waking up to
Only half a blue sky kinda there but not quite
I'm walking round with just one shoe I'm half a heart without you
I'm half a man at best, with half an arrow in my chest
I miss everything we do I'm half a heart without you

Itu semua bagian Zayn, bagian yg sangat mencerminkan dirinya dan hubungan kami saat ini. Ya Tuhan, apa itu benar-benar lagu Zayn? Tak kusangka aku mulai meneteskan air mata. Ia benar-benar menyentuh hatiku dengan caranya yg begitu memalukkan ini. Namun aku bangga, akhirnya aku mendengarnya bernyanyi. Bahkan, yg Harry bilang bahwa ia bisa mencapai high notes, itu semua terbukti mala mini. Ia benar-benar mencapai nada tinggi itu dengan sempurna, ia benar-benar membuktikan bahwa ia mencintaiku.

"Oh my god look Angie, he's crying." Rose tampak terkejut melihat pemandangannya sekarang.

Ya aku bisa melihat itu, Zayn juga menangis diatas panggung. Dan Harry tersenyum manis padaku, menandakan bahwa ia telah berhasil menyatukanku dengan Zayn walau aku masih belum tahu seluk beluk rencana mereka semua.

Bahkan, Zayn perlahan turun dari panggung, masih sambil mengalunkan lagunya, menghampiriku dan Rose juga Wendy bertepuk tangan dan bersorak sorai. Zayn sendiri belum menunjukkan kebahagiaannya lewat senyuman, ia sangat serius. Beda denganku, aku sudah menangis terharu melihatnya menarik tanganku, sambil bernyanyi, dihadapanku kini.

Ia menyanyikan bagian yg tadi lagi, bagian dimana menunjukkan keadaan dirinya sekarang, keadaan hubungan kami yg rusak namun ia coba perbaiki dengan mengajak teman2nya untuk membujukku untuk kembali padanya.

Saat lagu selesai namun music masih mengalun,

"Angelina, maukah kau kembali padaku?" Zayn mengubah lirik lagunya menjadi itu.

"Berikan aku satu alas an kenapa aku harus kembali padamu." Kataku tegas,

"Because only you that I want to spend my time with for the rest of my life." Ujarnya pelan.

"So, mau balikan?" Tanya Zayn.

Aku tersenyum, lalu menggeleng. "Tidak."

Musik berhenti seketika itu juga, Zayn pun tampak mematung tak percaya dengan jawabanku. Mereka semua tegang seketika,

"Tidak akan pernah menolakmu lagi Zayn." Aku tersenyum lebar,

Semua orang disana tertawa dan bertepuk tangan ria, dimana Zayn langsung memelukku erat seerat-eratnya,

"Zayn there's another thing I should tell you." Ujarku pelan saat mereka sudah turun dari panggung dan melihat kelakuan kami.

"What is it babe?" Tanya Zayn.

Mistress // z.m [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang