Sehari sudah prilly tak sadarkan diri, dan kemarin malam ali tak mau pulag demi menjaga prilly. Ia mau saat prilly bangun dia orang yang melihatnya pertama kali, siang ini ali kembali lagi ke rumah sakit sebelumnya tadi pagi ali sempat pulang kerumah untuk istrirahat dan bersih-bersih, itupun atas bujukan orang tua prilly. Diperjalanan ali mampir ke toko bunga membelikan sebucket bunga mawar untuk gadisnya yang entah kapan bangun.
Tak butuh waktu lama mobil sport ali sampai di pelataran rumah sakit, segera ali memakirkan mobilnya dan menuju ke ruang ICU, ali datang sendiri karna sahabatnya akan menyusul nanti. Disana kursi tunggu masih terlihat orang tua prilly, awalnya orang tua prilly shock saat ali memberitahu putri semata wayangnya kritis. Mama ully pun sempat pingsan.
"Assalammualaikum ma,pa"
"Eh ali waalaikumsalam" sahut papa rizal karna bunda ully sedang tidur di dekapan papa rizal. Kalian pasti heran dengan panggilan ali kepada orang tua prilly, itu karna kemarin mama ully sendiri yang meminta ali memanggilnya mama dan papa rizal pun setuju. Mama ully sudah menganggap ali sebagai anaknya sendiri, apalagi ali pacar dari putrinya.
"Mama sama papa mending pulang aja dulu, kasian mama perlu istrirahat. Biar ali yang jagain prilly disini."
"Bener nih li nggak papa? Kamu sendirian loh disini"
"Iya pa tenang aja ali juga yang mau, mama sama papa istrirahat aja, nanti kan bisa kesini lagi"
"Yaudah bentar papa bangunin mama dulu" Papa rizal membangunkan mama ully, tak lama mama ully sudah terbangun dan mendapati sosok ali yang tengah tersenyum hangat.
"Ali udah disini aja, kamu sendiri?"
"Iya ma nanti yang lain nyusul, mama pulang aja istrirahat biar ali yang disini jagain prilly. Nanti kan mama bisa kesini lagi setelah istrirahat"
"Yaudah mama sama papa pulang dulu ya, kamu kalo laper cepet makan jangan ditahan."
"Iya ma"
Papa rizal bangkit dari duduknya dan menepuk pelan bahu ali.
"Yaudah li kita pulang dulu ya, papa titip prilly jagain dia ya"
"Siap pa, nggak disuruhpun ali tetap jagain dia. Mama sama papa hati-hati ya"
"Iya sayang" mama ully mencium sebentar kening ali sebelum akhirnya pergi bersama papa rizal, sekarang tinggal ali sendiri. Ali masuk kedalam ruangan prilly setelah memakai pakaian sterilnya, diletakannya bunga itu dinakas samping brankar prilly. Dikecupnya kening prilly menyalurkan kerinduan yang dalam.
"Hai sayang..aku datang. Kapan kamu bangun? Aku bawa bunga kesukaan kamu, kamu nggak mau cium pipi aku aku? Biasanya kamu selalu cium pipi aku karna udah ngasih bunga kesukaan kamu. Aku kangen sama kamu, kalo kamu nggak bangun aku ngambek sama kamu" ali terkekeh hambar di iringi dengan air matanya yang menetes. Cukup dua kali ini saja semoga kejadian ini tak terulang lagi. Mungkin ali akan menikahi prilly langsung dan melarang prilly pergi kemanapun jika tak bersamanya, ide gila mulai muncul di otak ali, yang benar saja, dia saja masih sekolah mau dikasih makan apa prilly nanti jika ia nikahi sekarang.
"Aku beneran loh sayang, kalo kamu nggak bangun aku ngambek" Diluar dugaan ali tersentak kaget saat merasakan genggaman tangannya terbalas, perlahan mata itu terbuka perlahan dan menampakan iris mata hazel yang membuat ali terpana.
"Say..sayang kamu bangun!! Allhamdulilah aku panggilin dokter dulu" ali menekan tombol yang ada di samping brankar prilly, tak lama masuklah seorang dokter, dokter segera memeriksa keadaan prilly, disamping dokter ali tersenyum bahagia wajahnya berbinar.
"Syukurlah pasien sudah melewati masa kritisnya, keadaannya mulai stabil dan pasien akan saya pindahkan ke ruang rawat."
"Iya dok terima kasih"
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Girl And Cool Boy
RomansaKisah Asmara antara 4 cewek Yang bisa dibilang Bad Girl Dengan 4 cowok baru yang ada disekolahnya. Bagaimana perjuangan 4 cowok itu untuk mendapatkan hati 4 Bad Girl yang susah diluluhkan?? ▪▪▪▪ Dont Copy My Story!!!
