Seminggu sudah prilly koma,dan selama itu ali menjadi sosok yang dingin dan pendiam. Setiap hari ali selalu menemani prilly dirumah sakit. Dan bella juga gencar mendekati ali dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan ali.
Seperti saat ini ali sedang menunggu prilly dirumah sakit, ali duduk sambil menggenggam tangan mungil prilly, matanya menatap sendu kearah wajah damai prilly.
"Ini udah seminggu kamu tidur,kamu nggak capek apa?? Emang disana kamu ngapain sampai betah banget. Nanti kalo kamu udah bangun kamu harus cerita pengalaman kamu disana ke aku" matanya kembali berkaca-kaca.
Hari ini hari minggu jadi ali bisa leluasa menjaga prilly, para sahabatnya bilang kalo sore nanti mereka datang sama seperti mama ully dan papa rizal. Mama ully dan papa rizal percaya pada ali bahwa dia bisa menjaga prilly.
"Prill..bangun ya aku kangen banget sama kamu!! Emang kamu gak kangen sama aku?? Aku janji bakal nyari tahu apa yang udah buat kamu jatuh saat balapan" ali terisak ditangan prilly, setiap hari ali selalu berusaha mengajak prilly bicara namun sama saja tak ada respon dari prilly.
Saat tengah menangis ditangan prilly,tiba-tiba jari tangan prilly bergerak ali yang menyadarinya pun terkejut kemudian ali menatap mata prilly yang berusaha terbuka,saat mata itu terbuka nampaklah bola mata hazel yang dirindukannya. Ali tak bisa bicara apa-apa rasanya terlalu bahagia melihat prilly sudah sadar.
"Prill hey kamu udah sadar!! Kamu beneran sadar kan"
"Aa..li" prilly berusaha bicara walaupun masih terbata-bata.
"Iya ini aku prill!! Allhamdulilah kamu udah sadar bentar aku panggil dokter dulu" ali langsung berlari keluar untuk memanggil dokter, sedangkan didalam prilly merasa aneh dengan ali, Sejak kapan ali bicara aku-kamu dengannya??
Tak lama ali masuk diikuti dokter dibelakangnya,dokter itu mengecek kondisi prilly dan ali yang berada di belakang dokter hanya tersenyum bahagia,matanya berbinar-binar.
"Allhamdulilah kondisi prilly sudah membaik dan nanti prilly akan dipindahkan ke ruang rawat, namun prilly harus menginap disini 2 hari lagi" jelas dokter itu.
"Iya makasih dok" dokter itu mengangguk dan tersenyum.
Sambil menunggu prilly dipindahkan ke ruang rawat ali mengabari orang tua prilly dan sahabatnya, sama seperti ali mereka juga sangat bahagia mendengar berita ini dan mereka akan segera ke rumah sakit.
Setelah prilly dipindahkan ke ruang rawat ali segera masuk dan duduk disamping bangsal prilly.
"Prill gimana masih ada yang sakit??" tanya ali sambil mengenggam tangan prilly lembut dan sesekali mengecupnya,perasaan prilly menghangat atas perlakuan ali.
"Udah nggak kok,cuma ini masih nyeri dikit" prilly menunjuk kepalanya yang dibalut perban.
"Li makasih ya udah jagain gw" prilly berkata dengan senyum manisnya spontan tangannya terulur mengelus pipi ali yang agak menirus.
"Li lo tirusan ya??" tanya prilly sedangkan ali hanya menunjukan cengirannya
"Ya kan aku khawatir sama kamu jadi aku gak nafsu makan seminggu ini"
"Ihh harusnya lo tetep makan,lo harus mikirin juga kesehatan lo. Gw nggak mau tau ya pokoknya ini pipi harus chubby lagi" prilly mencubit pipi ali membuat ali meringis.
"Aduh sakit.. Iya aku makan. Ehh tapi aneh ya" prilly mengerutkan keningnya mendengar kata ali yang ambigu.
"Aneh kenapa??"
"Ya karna pipi kamu gak tirus masih tetap chubby padahal kamu koma dan gak makan" ali pun mencubiti pipi prilly membuat prilly merengek.
Tapi ada yang janggal dalam fikiran prilly,mengapa ali tetap kekeuh menggunakan aku-kamu.
"Ehhmm li lo tumben banget bicara sama gw pake aku-kamu terus kenapa lo rela ngejagain gw saat gw koma?? Terus tadi pas gw sadar lo kaya habis nangis gitu. Sebenarnya lo kenapa??" Prilly mengeluarkan semua pertanyaan yang terus berputar difikirannya.
"Karena aku itu sebenarnya cin---"
"PRILLLY....."
Perkataan ali terhenti karena teriakan seseorang yang langsung masuk keruangan prilly,mereka adalah para sahabatnya dan mama ully serta papa rizal.
"Baru aja gw mau nyatain cinta ke prilly malah gagal" batin ali dengan muka masamnya.
"Ali tadi mau ngomong apa ya?? Cin,cin apasih??" Batin prilly yang masih penasaran dengan lanjutan kata ali
Jessica,michelle dan ule pun langsung memeluk prilly sedangkan para cowok menghampiri ali.
"Yaampun prill gw seneng banget lo udah sadar" kata jessica setelah melepas pelukan mereka
"Iya lo tau nggak kita tu khawatir banget sama lo" imbuh michelle
"Thanks ya lo semua udah care sama gw" kata prilly sambil menatap semua sahabatnya.
"Santai aja prill,kita itu udah anggap lo kaya adik" Sahut kevin dan prilly hanya tersenyum manis dalam hatinya prilly bersyukur karna dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Papa rizal dan mama ully pun menghampiri prilly dan memeluknya.
"Princessnya papa udah sadar" kata papa rizal sambil mencium kening prilly sayang.
"Mama seneng kamu udah sadar,kamu gak ada yang sakit lagi kan sayang??" mama ully mengelus pipi chubby prilly.
"Prilly udah gak papa kok ma pa"
"Prill maaf ya nanti papa sama mama harus ke singapura karna papa ada sedikit proyek disana. Maafin papa sama mama ya karna gak bisa nemenin kamu, tapi papa udah percayain kamu sama ali. Papa ke singapura karena mau nyelesain proyek disana dan kalo udah selesai papa sama mama mau ngajak kamu liburan" Prilly yang mendengar penuturan papanya sebenarnya tak rela namun mau gimana lagi papanya kerja untuk keluarga, toh nanti kalo udah selesai papanya berjanji mengajaknya liburan.
"Iya nggak papa kok, prilly kan udah gede" papa dan mamanya tersenyum lega karna prilly tak keberatan ditinggal ke singapura.
"Gede gimana?? Badan lo aja masih kecil" celetuk kirun yang membuat semua diruang rawat itu tertawa kecuali prilly yang sudah mengambil ancang-ancang melempar kirun dengan bantal.
"Ehh ehh yaelah bercanda kali,lo mah baperan"
"Gw gak baperan ya run!! Habis lo yang bikin gw jengkel"
"Udah-udah prill mama sama papa pergi dulu ya pesawatnya mau take off. Kamu disini hati-hati ya jangan lupa makan teratur" pesan mama ully diakhiri kecupan dikening prilly.
"Iya mama sama papa take care ya" prilly berganti mencium pipi mama dan papanya.
Papa rizal menoleh kearah ali perlahan papa rizal mendekati ali.
"Om titip prilly ya li?? Tolong jaga dia kalo dia nakal jewer aja" Kata papa rizal sambil menepuk bahu ali.
"Pasti om ali bakal jagain prilly tanpa disuruh pun" Dalam hati ali begitu senang karna papa rizal sudah memeberinya kepercayaan untuk menjaga prilly.
"Aaaa....papa apaansih prilly udah gede gak bakal nakal lagi. Emang prilly anak kecil dijewer" Rengek prilly yang membuat semua tertawa.
Tanpa mereka sadari dibalik pintu ruang rawat prilly seseorang memandang sinis kearah prilly.
"Ali hanya milik gw, gak bakal gw biarin ali sama prilly."
Bella dia melihat kejadian itu dengan penuh amarah,apalagi melihat ali begitu dekat dengan papanya prilly dan papa prilly malah sudah memberi kepercayaan ali untuk menjaga prilly. Itu tandanya akan sulit dia untuk mendapatkan ali, namun bukan bella namanya jika ia tak bisa mendapatkan apa yang ia mau dengan menghalalkan segala cara.
****
Sory ya readers kalo di chapter-chapter sebelumnya banyak typo!!
Vote ya aku ngetik ini ngebut banget, dan ini rekor aku ngetik nggak ada sampai setengah jam, biasanya yang bikin lama mikirnya haha maklum author lagi lola kebanyakan tugas 😁
Udah deh author mau cabut dulu
Ngeeeengggggg 💨💨💨
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Girl And Cool Boy
RomanceKisah Asmara antara 4 cewek Yang bisa dibilang Bad Girl Dengan 4 cowok baru yang ada disekolahnya. Bagaimana perjuangan 4 cowok itu untuk mendapatkan hati 4 Bad Girl yang susah diluluhkan?? ▪▪▪▪ Dont Copy My Story!!!
