CHAPTER 48

6.8K 327 23
                                        

Sudah 2 hari ini ali mengacuhkan prilly, dan itu membuat prilly sedih tentunya. Sebenarnya ali rindu dengan prilly namun rasa kecewanya menepis itu, waktu itu ia kembali bertanya apa alasan prilly balapan prilly tak mau menjawab dan selalu mengatakan ini demi kebaikan semua. Sejak itu ali tak mau bertanya lagi, para sahabatnya mencoba memeberi pengertian pada ali jika prilly juga butuh privasi namun ali tak mau mendengarkan. Jessica,ule dan michelle sudah mengetahi tentang kejadian itu dan mereka tak memaksa prilly bercerita biarkan prilly sendiri yang menceritakannya saat prilly siap.

Jam pulang sekolah berbunyi mereka pulang ke rumah masing-masing, mereka tak kumpul seperti biasa karena mengerti dengan keadaan hubungan ali dan prilly. Ditengah jalan tiba-tiba saja michelle merasakan ada yang tak beres dengan motornya ia berhenti dan benar bannya bocor karena tertancap paku, apalagi ini jalan sepi dan tambal ban masih jauh terpaksa michelle mendorong motornya, ingin menghubungi sang kekasih ponselnya lowbat ia lupa tak membawa power bank. Namun ada seseorang yang membekap mulut michelle dari belakang, michelle merasakan bau menyengat dari sapu tangan yang digunakan untuk membekapnya. Hingga semua menggelap dan michelle tak sadarkan diri. Michelle dibopong ke dalam sebuah mobil sedangkan motornya dibawa seseorang mengikuti arah mobil itu.

SKIP

Perlahan michelle membuka matanya,kepalanya pusing. Setelah pandgannya cukup jelas ia menatap sekelilingnya seperti sebuah gudang karna disini penuh dengan barang-barang bekas namun gudang ini cukup luas, tetapi tetap saja ruangan ini begitu engap. Michelle baru menyadari jika ia diikat disebuah kursi, ia berusaha melepaskan ikatan itu namun tak bisa karna ikatannya sungguh kuat.

Ceklek

Pintu terbuka dan menampakan dua orang mereka menggunakan topi dan masker, michelle memandang mereka was was.

"Lo berdua siapa? Ngapain nyekap gw kaya gini!!" Teriaknya yang disambut kekehan dua orang itu.

Perlahan dua orang itu melepas topinya, dan michelle mengernyit karna mereka laki-laki dan perempuan, perlahan masker itu tak lagi menutupi wajah keduanya. Mata michelle membulat saat mengetahui siapa orang dibalik topeng itu .

"Christ,Bella"

Christ tersenyum licik dan berjalan mendekat kearah michelle di ikat.
"Hay sayang.."

"Cihh gak sudi gw dipanggil sayang sama orang brengsek kaya lo"

"Ohh tenang sayang sekarang lo boleh bilang gitu tapi nanti lo bakal menikmati panggilan itu"

Michelle memberontak,
"Apa mu lo hah!!"

"Gw mau lo jadi pacar gw dan tinggalin pacar bego lo"

"Heh sampai kapanpun gw gak bakal mau jadi pacar lo"

Bella ikut mendekat dan mencengkram rahang michelle.
"Sok sok an nolak christ lo, apa untungnya pacar lo itu gak ada kan? Dan bilang sama sahabat lo prilly, dia harus jauhin ali atau nggak dia tau akibatnya. Upss kayaknya lo gak usah repot-repot dateng ke prilly buat bilang tadi karna prilly sendiri yang bakal dateng kesini"

"Maksud lo apa?! Jangan sakitin prilly"

"Kalo gw nggak mau kenapa hah?!"

"Brengsek lo" Bella hanya tertawa mendengar umpatan dari michelle.

Disisi lain prilly sedang berada di balkon kamarnya, ia merenung memikirkan kejadian-kejadian yang mengusik hidupnya. Sekarang kekasihnya marah dan tak pernah sedikitpun memberi kabar. Disekolah tadi pun ali menghindar darinya dan malah menggandeng angel ke kantin. Boleh saja ia marah tapi bisakah ia tak bersama perempuan lain?

Ting..

Ada pesan masuk di ponselnya, dengan senyum ia mengambil ponselnya dan berharap pesan itu dari ali. Namun keningnya mengernyit saat mendapat pesan dari seorang yang dibencinya, Christ.

Bad Girl And Cool Boy Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang