CHAPTER 17

8.8K 385 1
                                        

Selesai menyanyi ali langsung turun dari panggung dan kembali ke mejanya yang ada sahabatnya tengah menatap ali dengan decak kagum.Saat ali ingin duduk di kursinya yang kebetulan disebelah prilly,ali dikejutkan dengan pelukan hangat dari prilly .

"Ali suara lo bagus banget" Kata prilly yang masih setia memeluk ali menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik ali,tak memperdulikan tatapan jahil para sahabatnya,mungkin setelah ini ia dan ali akan diejek habis-habisan.

"Thanks pr..prill" kata ali tergagap karena terkejut dengan pelukan tiba-tiba dari prilly,namun jauh di lubuk hatinya ia senang karena prilly menyukai lagu yang ia nyanyikan untuk prilly,apalagi prilly memeluknya.

"Eh kok lo nangis" kata ali heran saat ia merasa bahunya basah dan terdengar isakan kecil ,kemudian ali melepas pelukannya kemudian menangkup wajah prilly yang berlinangan air mata.

"Ya gw cuma terharu aja" kata prilly dengan tangan yang masih melingkar di pinggang ali .

"Udah ya lo gak usah nangis ntar jelek tau" ledek ali sambil mengahpus air mata prilly.

"Apaansih" kata prilly cemberut.

"Ekhmm" dehem dika tiba-tiba yang sedari tadi hanya diam menonton drama didepannya.

"Yang lagi kasmaran mah beda ya" tambah jessica

"Iya,serasa dunia milik berdua yang lain mah ngontrak" kata kirun sambil tertawa jahil

"Apaansih lo pada" sungut ali

"Hahaha" Tawa mereka pecah melihat ali dan prilly yang salah tingkah.

Tak lama tawa mereka terhenti karena pesanan mereka datang.Mereka makan dihisai dengan canda tawa, hingar bahagia nampak berseri diwajah mereka.Mereka berharap kebersamaan ini akan terus berlanjut selamanya,walaupun kedepannya pasti ada badai yang menerpa semoga tak menghancurkan hubungan persahabatan mereka juga hubungan cinta yang tumbuh diantaranya.

****

Verrel cs mulai dilanda rasa cemburu pasalnya kini prilly cs kembali dekat dengan ali cs,padahal ia mengira bahwa ia berhasil mendekati prilly cs namun kedekatan itu hanya sementara.Di sekolah verrel cs jarang bertemu dengan prilly cs karena setiap ia akan menemui prilly cs pasti sudah keduluan oleh ali cs,verrel cs merasa geram mereka tak terima bila membiarkan prilly cs bersama ali cs.Kini mereka dibutakan oleh cinta emm mungkin bisa dibilang obsesi untuk mendapatkan yang sudah ia inginkan.

Seperti saat ini prilly cs dan ali cs berada di rooftop sekolah mereka memutuskan untuk ke rooftop untuk sekedar ngobrol dan bercanda karena kelas mereka free.

"Eh ngomong-ngomong gengnya si rel kereta kok gak keliatan ya??" tanya kirun sambil memakan cemilan yang dibelinya dikantin.

"Rel kereta??" tanya prilly sambil menaikan alisnya.

"Maksudnya verrel prill" sahut dika.

"Owhh,gw juga gatau mereka kaya ngilang gitu" jelas prilly menaikan bahunya acuh dan kembali memainkan ponselnya.

"Udahlah ngapain jadi bahas si verrel" kata kevin memutar bola matanya malas.

Can you see the secret of my eyes....

Ditengah obrolan mereka tiba-tiba hp prilly berbunyi.

"Ehh bentar ya guys,gw angkat dulu" kata prilly kemudian beranjak dan menjauh sedikit untuk mengangkat telfon.

Dan alipun bingung mengapa harus menjauh,apakah begitu penting yang dibicarakan?? Kini ali sibuk dengan fikirannya sendiri tentang prilly.

Sementara itu prilly tengah berbicara dengan si penelfon.

"Hallo"

"Hyy prill" sahut orang disebrang sana

"Kenapa bim,tumben lo nelfon gw??

"Emm gini prill,lo maugak balapan??ini ada ajang balapan resmi kok"

"Ohh ya kapan balapannya dimana??"

"Hari minggu besok di road street jam 09.30 prill,gimana lo ikut gak??

"Hmm ok deh ntar gw kabarin lagi"

"Ohh sipp by prill"

"Byy"

Yang menelfon prilly tadi adalah bima teman balap prilly cs,prilly cs sebenarnya suka dengan balapan tetapi yang paling sering balapan ialah prilly,namun prilly cs tak menyukai balap liar dan ini kesempatan bagus untuk menyalurkan bakat dan hobinya karena ini balap resmi.

Setelah menerima telfon prilly kembali ke para sahabatnya duduk.

"Siapa prill??" Tanya michelle saat prilly sudah kembali duduk

"Ohh itu bima" jawab prill sambil memasukan hp nya ke saku.

"Bima?? Siapanya prilly??kok gw gak pernah denger namanya,jangan-jangan prilly lagi deket sama si bima itu"  Batin ali

Sebenarnya ali terkejut kalau yang menelfon prilly itu cowok,dan fikiran negatif mulai memenuhi otak ali.Ali mengira bahwa prilly sudah dekat dengan orang lain dan ali terlambat untuk mengungkapkan perasaannya,kini ali menatap prilly seolah meminta penjelasan.

"Daritadi bima-bima mulu,siapa sih??gebetan lo prill??" Tanya kirun yang membuat ali membelalakan matanya

"Bukan dia itu temen kita" jawab prilly yang bikin ali bernafas lega

"Tumben bima nelfon,kenapa??" tanya ule

"Ohh itu gw diajak balapan" kata prilly santai yang lagi dan lagi membuat ali terkejut.

"Emangnya kapan balapannya??" Tanya dika

"Besok jm 09.30 di road street" jelas prilly yang tak menyadari bahwa ali sedari tadi menatapnya

"Terus lo terima??" prilly yang ingin minum tak jadi ketika mendengar pertanyaan jessica.

"Iyalah"

"GAK BOLEH" Semua dikejutkan oleh ali yang tiba-tiba teriak saat mengetahui prilly menyetujui balapan itu,sedangkan prilly hanya menatap bingung kearah ali

"Emangnya kenapa li??" prilly sedikit bingung mengapa ali berkata seperti itu seolah-olah ali melarangnya ikut balapan namun terselip nada khawatir pada nada bicaranya tadi.

"Ya karena gw..ahh entahlah gw pergi dulu" alipun bingung harus menjawab apa,tak mungkin kan ia mengatakan ia sebenarnya ingin melarang prilly.Ali sadar dia tak berhak melarang prilly karena mereka tak mempunyai hubungan apapun selain sekedar sahabat.Tapi difikiran ali haruskah mempunyai hubungan dulu jika ingin melarang prilly melakukan sesuatu yang membuatnya khawatir??

Setelah berkata tadi ali langsung pergi turun dari rooftop tak menghiraukan panggilan para sahabatnya yang juga menatap heran kepergian ali,dan prilly asik bergelut dengan fikirannya kenapa ali seperti itu seakan tak rela ia balapan,kalau memang iya kenapa ali tak rela??

"Ehmm guys gw susul ali dulu ya bye" prilly langsung pergi menyusul ali yang telah menghilang entah kemana tanpa menunggu jawaban sahabatnya.

"Elahh tu curut dua main nyelonong aja,kenapa sih??" Kirun berdecak sebal melihat tingkah dua sahabatnya itu.

"Udahlah biarin mereka paling ada something" sahut ule sambil mengelus bahu kirun.

"Ihh mimi lia aku jadi tambah sayang deh" kirun mengedip-ngedipkan matanya kearah ule yang bikin ule menatap geli kirun.

"Apaan sih gak jelas" kata ule yang sontak mengundang gelak tawa para sahabatnya sedangkan kirun hanya mendengus kesal.

"Rasain lo dibilang gak jelas pacar sendiri haha" Ledek dika yang masih dengan tawanya.

"Bodo" ketus kirun sambil memakan cemilannya dengan rakus yang membuat sahabatnya menggeleng-gelengkan kepalanya.

****

Baca ya cerita baru gue
👉 Trouble Maker

Liat aja di work gue jangan lupa votenya yess..

Bye...😘😍

Bad Girl And Cool Boy Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang