Pernikahan ali dan prilly berjalan 2 bulan, ali sudah membeli rumah sendiri untuknya dan prilly. Rumah megah itu akan menjadi saksi perjalanan rumah tangganya dengan prilly. Selama itu pula prilly merasakan pusing dan mual. Sontak saja itu membuat ali khawatir, namun prilly selalu menjawabnya jika itu hanya masuk angin biasa. Awalnya prilly merasa aneh dengan tubuhnya,ia juga sudah telat datang bulan dan prilly sudah menebak apa yang terjadi dengan dirinya. Dan dia berharap apa yang ditebaknya memang nyata, namun dia tak mau bilang dulu sama ali takut jika ia salah prediksi. Dia memang dokter, namun bukan spesialis kandungan.
"Huek..huekk.."
Seperti biasa pagi ini prilly selalu mual-mual, ali yang sedang tertidur terbangun karena mendengar suara yang akhir-akhir ini menghiasi paginya. Dia langsung bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi dimana ada istrinya yang sedang memuntahkan sesuatu dari perutnya namun yang keluar hanya cairan bening.
Ali memijat tengkuk prilly dengan lembut, dia sungguh khawatir dengan kondisi istrinya.
"Sayang kita kerumah sakit ya, tapi bukan mau nganter kamu kerja. Kita periksa, aku khawatir sama kamu. Kamu jangan kerja dulu ya"
"Aku nggak papa, nanti juga sembuh. Tapi aku harus kerja, aku ada operasi hari ini"
"Tapi sayang hampir setiap hari kamu mual kaya gini"
"Please aku janji bakal baik-baik aja"
Ali menghela nafas, sikap keras kepala istrinya belum hilang juga. Mau tak mau ali harus mengalah pada istrinya.
"Yaudah kamu hati-hati kerjanya, kalo capek jangan di paksain"
"Iya honey, kamu mandi gih kan harus ke kantor"
Ali mengangguk dan segera membersihkan diri, setelah siap ali berpamitan pada istrinya dan segera berangkat ke kantor.
Prilly mengambil benda di laci nakas tidurnya, dia masuk ke kamar mandi dan mengetesnya. Setelah menunggu beberapa menit, prilly dibuat tersenyum haru. Testpack itu menunjukan dua garis merah yang menunjukan jika dia positif hamil, prilly segera siap-siap dan menuju rumah sakit, bekerja sekalian memeriksakan dirinya hanya untuk memastikan. Tak butuh waktu lama prilly sudah sampai di rumah sakit, sepanjang koridor menuju ruangannya banyak sapaan yang diterimanya dan dibalasnya dengan senyuman ramah. Sebelum ke ruangannya prilly menuju ke ruangan sahabat dokternya, Rima. Dokter spesialis kandungan.
Setelah mengetuk pintu dan ada sahutan dari dalam prilly segera masuk.
"Tumben prill pagi-pagi ke ruangan gw kenapa?"
"Rim gw mau lo periksa gw dong, semoga aja emang bener"
"Maksud lo? Oh gw tau. Yaudah lo baring disitu"
Prilly pun segera berbaring dan membiarkan rima memeriksanya, hatinya berdebar kencang. Semoga saja apa yang diharapkannya benar.
"Gimana rim?"
Rima tersenyum dan menjabat tangan prilly,
"Selamat prill, lo positif hamil. Dan usia kandungan lo 2 minggu."
Sontak prilly mengusap perutnya,matanya berkaca-kaca karna haru.
"Alhamdulillah, gw seneng banget rim"
"Diusia kandungan ini janin lo masih rentan, gw saranin lo gak boleh kecapekan,banyak fikiran. Dan makan-makanan yang bergizi, olahraga kecil,istirahat yang cukup. Ini gw kasih resep vitamin jangan lupa lo tebus ya, minum susu hamil juga"
Prilly menerima resep itu dengan senang hati.
"Yaudah gw keluar dulu ya, thanks ya rim"
Rima mengangguk sembari tersenyum, setelahnya prilly keluar dan menuju ke ruangannya. Prilly duduk di kursi kebesarannya, senyumnya tak pernah lepas dari wajah cantiknya. Tiba-tiba pandangannya jatuh ke arah kalender, dia ingat bahwa besok hari ulang tahun suaminya. Rencananya prilly akan memberikan surprice sekaligus memberitahukan perihal kehamilannya. Tapi sebelumnya ia akan mengerjai ali sedikit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Girl And Cool Boy
RomansKisah Asmara antara 4 cewek Yang bisa dibilang Bad Girl Dengan 4 cowok baru yang ada disekolahnya. Bagaimana perjuangan 4 cowok itu untuk mendapatkan hati 4 Bad Girl yang susah diluluhkan?? ▪▪▪▪ Dont Copy My Story!!!
