Setelah prilly dipindahkan ke ICU orang tua dan sahabatnya duduk di depan ruang ICU sambil menanti giliran menjenguk prilly.
"Tante mending tante sama om masuk dulu buat liat prilly" suruh kevin pada orang tua prilly yang hanya diam dengan pandangan lurus ke depan.
"Iya om sama tante masuk dulu,nanti kalian bisa gantian" papa rizal yang menjawab karena mama ully sepertinya masih shock.
mama ully dan papa rizal masuk kedalam ICU dengan menggunakan baju steril.
Tangis mama ully kembali pecah melihat keadaan prilly terbaring lemah dengan oksigen dihidungnya,alat-alat yang menempel ditubuhnya.
"Hai anak mama pasti kuat ya,mama sayang sama kamu. Mana princessnya mama yang ceria?? Bangun ya nanti kita liburan bareng" mama ully mengusap kepala prilly yang terbalut perban.
"Bie bangun ya,maaf kalo papa jarang dirumah karna sibuk sama kantor. Papa janji kalo kamu udah bangun papa bakal ajak kamu dan mama liburan dan papa bakal luangin waktu"
Setelah itu mama ully dan papa rizal mencium kening prilly bergantian dan berlalu keluar memberi waktu untuk para sahabat prilly yang ingin masuk.
Kini yang masuk adalah jessica,ule dan michelle mereka bertiga langsung masuk karna tak sabar ingin melihat prilly yang sudah dianggapnya adik.
"Prill" dengan lirih jessica memanggil prilly
"Kok lo tidur sih?? Ayo main bareng lagi,kita buat onar di sekolah. Tapi gue gak mau lo balapan lagi,udah cukup lo balapan,gue gak mau lo kaya gini bangun ya" michelle memeluk jessica yang terisak.
"Lo bangun ya prill kasian ortu lo dia nangis terus apalagi ali dia itu cinta sama lo. Lo gak mau kan bikin dia sedih dengan keadaan lo kaya gini?? Gue tau lo juga cinta sama dia,makanya bangun ya" kini michelle angkat bicara.
"Udah ya prilly kita keluar dulu,kasian ali dia nunggu lama ntar buat jenguk lo. Lo cepet sembuh ya kita sayang sama lo"
Mereka pun keluar dan sekarang ali masuk tapi anak cowok lain tak ikut karna memilih menemani para cewek.
Dengan langkah gontai ali memasuki ruangan dimana prilly terbaring lemah,bau obat-obatan menusuk indra penciumannya,hanya ada bunyi alat pendeteksi jantung yang berdenting di telinganya.
Disana orang yang dicintainya tengah menutup mata indahnya, hatinya sakit sesak,lidahnya kelu melihat orang yang dicintainya tengah berjuang melawan sakit.
Ali duduk di kursi samping bangsal prilly,tangannya terulur menggenggam tangan prilly,matanya tertuju pada tangan prilly satunya yang tertancap jarum infus.
"Ini pasti sakit kan??" Suara ali terdengar parau karena menahan isak tangis.
"Kalo bisa aku pengen gantiin posisi kamu,aku nggak tega ngelihat kamu kaya gini. Prill bangun ya, nanti kalo kamu bangun aku bakal ngajak kamu ke sesuatu tempat yang indah dan disana kamu akan mengetahui sesuatu kalo aku cinta sama kamu." Ali menghela nafas,kenapa rasanya sesakit ini?? Tak bisakah ia yang menggantikan posisi prilly,ali rela memepertaruhkan nyawanya demi prilly karena rasa sayang dan cintanya pada prilly begitu besar dan tak dapat diukur dengan apapun.
Ali mengelus kepala prilly yang terbalut perban.
"Nanti kalo kamu udah sembuh,kamu gak boleh balapan lagi dan semua kegiatan yang kamu lakuin harus seizin aku" Ali terkekeh sendiri mendengar perkataannya,memangnya dia siapa?? Bagaimana jika nanti prilly malah membencinya karena dia terlalu mengekang prilly. Tapi ini dilakukannya demi kebaikan prilly, Dan satu yang mengganjal difikirannya,apakah prilly mau menerima cintanya?? Ali takut kalau prilly hanya menganggapnya sebagai sahabat.
Ali bangkit dari duduknya lalu mencium kening prilly lembut sebelum ali keluar dari ICU.
****
Disisi lain seorang perempuan tengah tertawa penuh kemenangan.
"Rasain lo prill,lo gak bakal bisa ngalahin gue. Gue masih gak terima sama kejadian dulu dan tunggu lagi aja pembalasan dari gue" matanya berkilat marah dan ada dendam disana. Senyum smirk yang dipancarkan menambah aura kemarahannya.
****
"Ali lebih baik kamu pulang dulu kaya sahabat kamu yang lain,nanti kamu bisa kesini lagi. Kamu juga butuh istrirahat" mama ully mengelus bahu ali yang sedang duduk kursi tunggu depan ruang ICU,dan sahabat prilly dan ali sudah pulang mereka bilang akan kembali nanti.
"Nggak tante..ali mau disini aja nungguin prilly. Ali mau saat prilly bangun ali ada disampingnya" ali menolak untuk pulang ia tak mau meninggalkan prilly, Jika disana prilly sakit maka biarkan ia juga sakit biar apa yang dirasakan prilly juga ia rasakan.
"Tapi kamu juga butuh istrirahat nak,Nanti kalo kamu sakit siapa yang bakal jagain prilly??" bujuk mama ully lagi. Mama ully memandang bangga kearah ali, laki-laki ini begitu mengkhawatirkan anaknya dan ia juga begitu perhatian. Dari sorot matanya mama ully tahu bahwa pemuda disampingnya ini begitu mencintai anaknya,mama ully bersyukur ada laki-laki yang bisa mencintai dan menjaga anaknya.
"Ali ini sudah takdir, tante yakin prilly kuat melawan rasa sakitnya disana kita hanya bisa berdoa demi kesembuhan prilly. Tante tau kamu mencintai anak tante dan tante mau berterima kasih karna kamu sudah memberi kasih sayang dan menjaga prilly. Kamu pulang ya bukannya tante mengusirmu tapi kamu harus makan dan istrirahat. Kamu nggak mau kan lihat prilly sedih ngelihat keadaan kamu jika kamu sakit karna kurang istrirahat??" Mama ully berkata begitu lembut membuat perasaan ali menghangat,ali bisa mendapatkan sosok ibu kedua setelah mamanya dalam diri mama ully.
"Boleh ali meluk tante??" Ali memandang mama ully sendu,ia butuh sandaran sekarang.
Mama ully mengangguk detik berikutnya ali langsung memeluk mama ully erat disana tangisnya pecah.
"Ali sayang sama prilly. Ali cinta sama prilly tante, prilly pasti sembuhkan buat ali prilly nggak bakal ninggalin ali kan??" tanya ali dengan air mata yang mengalir suaranya begitu parau.
Mama ully ikut meneteskan air mata mendengar penuturan ali, Begitu cintanya ali pada prilly fikirnya.
"Iya tante tau, prilly anak yang kuat. Dia disana pasti mendengar semua kata cinta kamu dan semoga doa dan kekuatan cinta kalian mampu menyadarkan prilly"
Papa rizal yang duduk disamping mama ully hanya bisa tersenyum dia hanya mendengarkan percakapan mereka berdua. Dia sekarang tak perlu khawatir karena ali membantu dirinya untuk menjaga prilly.
"Ekhmm.." papa rizal berdehem membuat mama ully dan ali melepaskan pelukannya.
"Papa kaya nyamuk disini, ali jangan lama-lama ya peluknya ntar om cemburu" kata papa rizal yang membuat ali terkekeh namun mama ully malah mencubit lengan papa rizal dan membuat papa rizal meringis.
"Papa apaan sih" mama ully terlihat kesal dengan papa rizal,tak tahukah dia jika ali sedang butuh tempat bersandar dan bercerita.
"Haha..tenang om hati ali cuma buat prilly anak om" Papa rizal tersenyum.
"Bantu om jaga prilly ya li??"
"Pasti om, ali bakal jaga prilly kalo perlu nyawa ali taruhannya" papa rizal tersenyum bangga dan langsung memeluk ali,setelah papa rizal melepaskan pelukannya ali pamit untuk pulang, betul kata mama ully kalo dia sakit siapa yang akan menjaga prilly??
"Yaudah om tante ali pamit pulang dulu, nanti ali kesini lagi. Dan kalo ada kabar tentang prilly hubungi ali ya" Mama ully dan papa rizal hanya mengangguk dan tersenyum,kemudian ali menyalimi papa rizal dan mama ully dengan sopannya.
"Hati-hati dijalan li" pesan papa rizal
"Jangan ngebut bawa mobilnya" tambah mama ully
Ya mobil ali diantar oleh dika karena tadi ali kerumah sakit naik ambulance dengan prilly.
****
Gimana readers ceritanya?? Ada yang baper nggak?? Ini masih part yang sedih gitu. Dan habis part ini bakal ada adegan romantis. Juga beberapa Chapter lagi author bikin ada konfliknya kalo ga ada konfliknya kan ga seru!!
Vote yukk!!
Follow wattpad author ya readers baca seri cerita lainnya juga.
Kiss Kiss 😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Girl And Cool Boy
RomansaKisah Asmara antara 4 cewek Yang bisa dibilang Bad Girl Dengan 4 cowok baru yang ada disekolahnya. Bagaimana perjuangan 4 cowok itu untuk mendapatkan hati 4 Bad Girl yang susah diluluhkan?? ▪▪▪▪ Dont Copy My Story!!!
