27 April
Kita bertemu lagi pagi hari, sehabis dia pergi dan kemudian lewat jalan rumahku. Aku memanggilnya dengan acting agar ibuku tidak curiga dan berpikiran jika itu direncana hehehe
Ya Bara tidak mampir lagi, kita di pinggir jalan depan pekarangan rumahku. Berjabat tangan dan sedikit mengobrol. Kemudian akupun mengeluarkan satu amplop dari saku jeansku, "nih, bukanya tiati yaw" begitupun di amplop tersebut tertulis "bukanya tiati yawww...."
"Dari siapa nih?" katanya.
"Dari Mesha"
* Mesha adalah temen SMP kami, yang karena satu moment temen-temen men'cie-cie' kan mereka, lalu Mesha pun baper. Bara sempat menjelaskan gara-gara Mesha, ia jadi malu lalu males diledekin dengan Mesha. Bara jadi ilfeel, padahal moment itu ketika kami sedang studytour dan Mesha meminjam jaket Bara. Dan dikembalikan sehabisnya waktu pelajaran. Hal itu yang bikin Bara kesal. "Kenapa tidak pas istirahat atau dititipin aja"
"Dari mesha itu" kataku lagi.
"Aku gamau nerima kalo dari dia" katanya
"Hehehe, enggak enggak itu dari aku"
"Boleh dibuka sekarang ga?"
"Ga boleh, masukin saku. Nanti dirumah aja bukanya" kataku sambil mengarahkan tangan Bara ke sakunya.
Kemudian kamu mengobrol sedikit dan cekikikan. Kemudian dia pamit jalan pulang dan memutarbalikkan motornya.
"Mau difoto lagi ga tangannya?" "yaudah mana"
*cekrekkk* foto dengan tangan bergandenganpun telah terpotret.
Terimakasih Bara. Waktu yang sangat ini aku syukuri sangat-sangat. Aku bersyukur jarak temu kita tak sepanjang tahun lalu.
Simpan yaaa, jangan rusak, jangan dilipat, jangan ilang, jangan dibuang apalagi dibakar.
Pulangnya, Bara memberitahukan kepadaku ketika ia kesal saat membuka isi amplopnya.
Amplop yang berisi kertas yang dilakban solasi bening dan tertutup rapat ketika ia berhasil membukanya, masih ada kertas lagi dengan doubletip, dan ketika ia berhasil lagi masih ada kertas, kemudian ada 2 lembar fotoku yang waktu aku cetak setelah pulang sekolah.
Aku memang berniat membuatnya kesal saat ia membukanya. "Aku simpen di dompet ya, kertasnya suruh buang ga? Banyak nih"
Dan pada akhirnya, Bara dan Vanesha mempunyai foto cetak masing-masing walaupun tidak seberapa, dan lebih banyak foto di gallery whatsapp.
Tapi emang di chatting. Vane dan Bara emang sering saling nge-pap foto, atau foto apapun yang kemudian saling kirim mengirim.
Komen yuk; kenapa di part sebelumnya, Bara tiba tiba ngasih foto nya duluan ke aku? :)
See u next time, BARAKU!
KAMU SEDANG MEMBACA
ZONA TEMAN
Teen Fiction"Kita dekat tapi berbatas.........." Hai girlyyyy, kalian pernah atau sedang dalam masa masa friendzone atau zona teman? Baca postingan aku sampai akhir yuk
