Benkyo

916 120 9
                                    

Hinata & Hanabi Fanfiction

Character Naruto by Masashi Kishimoto Sensei

Story by Me

Typo always, GaJe, Alur berantakan,dll.

Genre : Rohani, Family, Teens, Mistery, & little Romance.

Tidak bermaksud menyinggung pihak manapun

Bismillah..

Happy Reading

"..Dan saat aku berhasil, kuharap kau memberikan restu mu untuk ku.
Sekali lagi terimakasih atas waktunya." Naruto tersenyum sopan. Hiashi dapat melihat betapa tulusnya Naruto. Saat berhadapan dengan pemuda itu rasanya..

Entahlah, tidak bisa di ungkapkan dengan kata - kata.

Setelahnya Naruto bangkit, membungkukan badan dan pergi meninggalkan Hiashi yang masih terdiam, Tidak bergerak sedikitpun dari posisi nya.





Saat ini Hyuuga Hiashi sedang terdiam, perkataan Naruto beberapa waktu lalu terus terngiang-ngiang di telinga, seperti kaset lama yang diputar berulang kali diatas piringan hitam.

'Itulah yang terjadi pada Hinata, itulah keputusan Hinata. Dia menaruh agama islam di posisi tinggi dalam hati dan jiwanya.'
'Aku tidak akan memaksa mu untuk berpikir sama dengan ku. Tapi, mari kita sama-sama berpikir. Anda sendiri sudah mendengar alasan Hinata bukan?'

'Tidak kah anda perlu menelaah secara mendalam maksud besar dibalik penjelasannya?? ..'

Apa yang di katakan Naruto benar, Hiashi saat ini hanya bingung, posisi keluarga Hyuuga ditengah masyarakat adalah sebagai bangsawan.

Yang dia pikirkan bukan soal benar atau salah berdasarkan proses berpikir. Akan tetapi lebih mementingkan pandangan khalayak ramai jika mereka mengetahui kebenaran dari putri nya yang telah lama menghilang lalu kini kembali dengan pemahaman yang dipandang membahayakan bagi mayoritas masyarakat Jepang.
Dan sekarang ia sadar jika pemikiran seperti itu adalah kesalahan.

"Tou-sama, aku ingin bicara." Neji menyadarkan lamunan Hiashi.

"Ada apa Neji?" jawabnya tenang.

"Ini tentang Hinata,
Kau tahu? Aku sendiri sebenarnya sangat tertarik dengan ajaran islam, semuanya berawal dari Uchiha Itachi yang sudah sekitar setahun ini memutuskan untuk menjadi muallaf. Kita tahu jika seorang Uchiha memiliki egoisme dan keinginan eksistensi yang tinggi. Dan saat orang-orang beramai-ramai membicarakannya, dia tidak mundur dan goyah sedikitpun dari keputusan nya itu. Tidak peduli entah orang lain menjadi kelompok pendukung ataupun penentang keputusannya itu. Dengan menyaksikan kekonsistenan Uchiha Itachi itu aku jadi sadar jika Itachi menemukan perasaan nikmat yang tidak terdeskripsikan."

"Sejak itu pula aku mencari tahu apa itu islam, dan apa saja yang ada didalam nya. Saat mendengar penjelasan Hinata kemarin, aku semakin memantapkan hati untuk mempelajari islam. Mungkin saja ini kebenaran yang selama ini tidak pernah kita hampiri, kita bahagia secara duniawi, Tapi kosong dari segi rohani.
Maka, mari kita sama-sama belajar dan mencari kebenaran itu, entah seperti apa akhirnya, yang terpenting kita berusaha menemukan jalan hidup yang akan mengenalkan kita pada wajah Tuhan, Kita bisa mendapatkan semua pengajaran itu dari Hinata dan keluarga angkatnya. Tidak kah kau merasakan kesejukan saat melihat setiap apa yang ada pada diri Hinata kecil kita saat ini?
Ayo kita singkirkan egoisme serta arogansi kita, Tou-sama. "

Hiashi terdiam, ucapan panjang lebar anak lelakinya ini benar-benar telah melunturkan arogansi pribadi nya. Merasa jika mungkin memang Hinata adalah jalan bagi keluarga Hyuuga mengenal apa itu namanya agama.
Dia menghela nafas.
"Baiklah, kuserahkan padamu Neji."

Destiny (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang