Hinata & Hanabi Fanfiction
Character Naruto by Masashi Kishimoto Sensei
Story by Me
Typo always, GaJe, Alur berantakan,dll.
Genre : Rohani, Family, Teens, Mistery, & little Romance.
Tidak bermaksud menyinggung pihak manapun
Bismillah..
Happy Reading
Neji merangkul Hinata berjalan. Hanabi tersenyum geli melihat betapa protektif nya Neji pada kembarannya, Hinata ibarat anak nakal yang tidak boleh berbuat ulah ketika pergi bermain diluar rumah.
Keluarga Hyuuga plus Karin dan Naruto duduk dan mengobrol di sofa ruang tengah yang luas dan mewah.
Naruto dan Hinata menceritakan tentang semua yang telah terjadi selama ini, Semua merasa lega dan sangat ber - terimakasih kepada keluarga Uzumaki yang sudah menjadi keluarga yang baik bagi Hinata, membesarkan Hinata dengan kasih sayang tanpa membedakan antara Naruto, Karin , juga terhadap Hinata."Naruto-kun, bagaimana jika kita undang ayah dan ibu mu untuk makan malam bersama keluarga Hyuuga? Kami ingin mengucapkan terimakasih secara langsung kepada kedua orangtua mu." Hikari mengajukan permintaan.
" Tentu Hikari- baasan, aku akan sampaikan. Kedua orangtua ku adalah orang yang sangat terbuka, jadi aku yakin mereka akan dengan senang hati menghadiri pertemuan yang baik ini."
"Sebenarnya ada satu hal yang ingin aku tanyakan saat pertama kali melihatmu tadi..
.. Kenapa kau dan Karin-san berpakaian tertutup seperti itu, Hinata?" Neji bertanya kepada Hinata.
Yang dirinya tahu, wanita yang berpakaian begitu adalah wanita muslim, ia bertanya untuk menjawab asumsi dibenaknya yang mengatakan bahwa keluarga Uzumaki adalah keluarga muslim, dan Hinata pun ikut memeluk agama keluarga angkatnya.Mengapa dia tahu? Karena jujur, sejak Itachi, partner bisnisnya menjadi muallaf , Neji penasaran dan selalu mempelajari apapun yang berhubungan dengan islam. Dia beranggapan bahwa islam dan segala hal didalamnya sangat lah unik, komprehensif, dan solutif. Ia sungguh kagum kepada manusia yang memegang teguh ajaran agamanya itu, ditengah arus modernitas yang melenakan saat ini.
"Kaa-sama, Tou-sama, nii-san, ada satu hal lagi yang belum aku ceritakan." Hinata bicara hati-hati.
"Apa nak? Ceritakanlah pada kami .." Hikari memegang telapak tangan putrinya.
"Aku.. Adalah seorang muslim. Karin nee-san, Naruto nii-san, dan kedua orangtua angkat ku juga. Mereka adalah keluarga muslim."
'Ternyata benar dugaanku.' batin Neji, dia tersenyum, sama sekali tidak kaget atau merasa keberatan, toh itu hal yang baik.
Berbanding terbalik dengan kedua orangtua nya, mereka terlihat sangat terkejut.
"Muslim? Kau menganut agama?" Hikari bersuara setelah rasa terkejut nya berkurang."Iya Kaa-sama. Aku sudah mengambil keputusan jika aku akan tetap ber-islam. Hingga akhir hayat." Hinata menjawab dengan tenang.
"Apa alasanmu nak? Kuharap kau punya alsan yang bagus mengenai hal itu ! Kau tahu agama adalah paham candu yang membuatmu terkekang, tidak bebas, dan menyita waktu mu untuk mengejar kesuksesan?" Hiashi bertanya dengan nada datar, dia memang seseorang yang tenang, pemikir dan mempertimbangkan segala hal. Dengan kata lain, selalu berpikir panjang dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan pendapat. Sudah menjadi prinsipnya bahwa setiap orang selalu mempunyai alasan dibalik keputusan dan perbuatan nya. Begitu pula dengan putri nya, Hyuuga Hinata.

KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny (Complete)
FanfictionDua gadis kembar yang hidup di dua lingkungan dan kultur berbeda. Hingga takdir mempertemukan mereka berdua dan menuntun langkah mereka menuju cinta hakiki. Hidupku sederhana, bahkan terbilang amat sederhana. Hidup bersama ayah, ibu, dan kakak ku ya...