Seongwu melangkahkan kakinya ragu-ragu keluar dari lift menuju ruangan direktur. Tapi matanya berbinar kala Minhyun selaku sekertaris Daniel menoleh kearahnya.
"Pak !"
"Kau ? Untuk apa kemari ?"
Seongwu memilin kedua tangannya, berusaha memikirkan kata-kata sebelum berucap. Takut-takut Minhyun mentertawakannya atau mengejeknya.
"A-apakah Pak Daniel ada diruangannya ?"
Minhyun mengerjap lalu tak lama lelaki itu mengangguk membuat Seongwu mendesah lega.
"Tapi sepertinya Daniel sedang ada tamu, seorang anak kecil."
Seongwu merasakan jantungnya yang berdegup kencang, ia sangat yakin kalau yang dimaksud Minhyun adalah Woojin anak lelakinya.
"Se-sebenarnya, anak kecil itu anakku Pak."
"Mwo ??!"
Seongwu menutup matanya ketika Minhyun memekik kaget sambil menggebrak meja.
"Kau sudah punya anak Ong Seongwu ??"
Seongwu mengangguk ragu, menatap Minhyun yang juga menatapnya penuh ketidak percayaan.
"Kupikir kau masih lajang."
Minhyun kembali duduk dikursinya.
"A-aku memang masih lajang Pak."
Ucap Seongwu takut-takut.
"Janda maksudmu ?"
"Bu-bukan !"
"Apasih Seongwu, maksudmu ?"
"Ya-yang didalam itu anak angkatku Pak ! Aku masih lajang !"
Minhyun kembali kaget dengan penuturan ketua divisi perencanaan itu. Tapi seulas senyuman terukir di wajah tampannya. Seongwu tersipu melihat senyuman Minhyun yang membuatnya sangat tampan.
"Mulia sekali hatimu, diusiamu yang masih muda dengan berani mengambil keputusan yang besar. Kalau begitu, semangat !"
Seongwu menatap tangannya yang diusap Minhyun beberapa kali. Walaupun sebentar, itu sukses membuatnya sangat bahagia.
"Ayo kuantarkan ke dalam."
Seperti sihir, Seongwu menurut dengan ucapan Minhyun dan berjalan mengekori dari belakang sambil menatap tangannya yang beberapa menit lalu disentuh Minhyun.
Minhyun mengetuk pintu beberapa kali dan membuka pintu tanpa persetujuan pemiliknya.
"Ooo jadi Woojin ini anaknya Seongwu."
Ujar Minhyun mendekati Daniel yang sedang makan siang bersama Woojin. Woojin yang mendapati Seongwu berjalan dibelakang Minhyun pun berlari kearahnya dan memeluk sang ibu.
"Umma !"
Seongwu merendahkan diri untuk mensejajarkan tubuhnya, memeluk Woojin sekilas lalu menatap lekat kepada Woojin.
"Woojin ingat apa yang Umma katakan untuk tidak pergi sembarangan ?"
Woojin menunduk sambil mengangguk, lalu dengan cepat kembali menatap Seongwu.
"Tapi paman Daniel bilang mengenal Umma, Umma juga mengenal paman Daniel. Karena itu aku mau diajak bermain dengan paman Daniel."
Seongwu menggigit bibirnya, ia tidak tahu harus menjawab apa selain menatap lekat Woojin yang merasa bersalah.
"Itu bukan salahnya Seongwu, maafkan aku yang lancang membawanya tanpa memberitahumu."
Seongwu berdiri menghadap Daniel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mommy ||Ongniel|| GS
Fanfiction"Umma, paman Daniel boleh jadi Appaku ?" -Daehwi "Iya umma, paman Daniel jadi Appa kami saja !" -Woojin
