Seongwu mengernyitkan keningnya menatap mesin cetak yang tiba-tiba mati, ia mendengus sebal.
"Kenapa Wu ?"
"Ituloh Pak, sepertinya mesinnya rusak lagi. Kurasa kau harus benar-benar memasukkan mesin ini dalam list pembaruan."
"Hah ... baiklah aku akan memasukkannya. Oh ya, kau tau dimana Namjoon ?"
"Ia pergi ke divisi keuangan pak."
"Ah, kebetulan sekali. Kalau begitu aku minta tolong kepadamu."
Hoseok memberikan sebuah dokumen yang sedari tadi ia bawa dan genggam kepada Seongwu.
"Bawa ini pada Jimin."
Seongwu menatap dokumen ditangannya, lalu kepergian ketua Divisinya yang pergi dengan cepatnya tanpa mengucap salam kepadanya. Seongwu mendengus.
🐰
Daniel mengerutkan keningnya kala Woojin dan Daehwi saling berbisik dan tertawa setelahnya. Karena sedari tadi ia memperhatikan kedua bocah tersebut hanya duduk di sofa, tidak seperti biasanya saat di ruangan Daniel mereka akan berlarian atau melompat dari sofa ke sofa lain.
Daniel beranjak dari kursi kepemimpinanannya.
"Anak-anak Daddy sedang apa hm ?"
Daehwi menutup mulutnya dengan kedua tangan mungilnya, sedangkan Woojin hanya menggeleng sambil tersenyum menampilkan rentenan giginya.
"Wah, ada rahasia ya ?"
Woojin dan Daehwi mengangguk bersamaan.
"Apa Daddy boleh tau rahasia yang kalian punya ? Daddy bisa menjaga rahasia kok."
Daehwi dan Woojin saling menatap. Lalu keduanya menatap Daniel.
"Paman Donghyun bilang ini rahasia."
Daniel mengangguk sambil mulutnya membentuk huruf 'o'.
Pintu terbuka, Seongwu masuk dengan senyum simpul ke arah kedua anaknya, juga Daniel.
"Mommy !"
Woojin berlari menghampiri Seongwu lalu sang ibu membawa anak sulungnya ke pelukannya.
"Apa kalian sudah makan siang ?"
"Sudah Mommy !" Ucap Daniel dan Daehwi berbarengan.
"Sudah !"
Seongwu menatap Woojin dengan senyuman simpul, lalu mengusap rambut Woojin yang hampir menutupi matanya.
"Hei jagoan, rambutmu sudah sepanjang ini. Mommy baru menyadarinya. Bagaimana sepulang nanti kita mampir untuk memotong rambutmu."
Woojin menggeleng. Ia lalu mendekat dan berbisik kepada Seongwu. Seongwu tertawa mendengar ucapan Woojin.
"Aigoo anakku sudah besar eoh ?"
Seongwu merengkuh Woojin dalam pelukannya, Woojin sendiri hanya terkikik.
"Tapi tetap Mommy akan merapihkan rambutmu, dan hasilnya kau akan terlihat jauh lebih tampan."
"Benarkah ? Apa aku bisa seperti Daddy Daniel Mom ?"
"Eh ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mommy ||Ongniel|| GS
Fanfiction"Umma, paman Daniel boleh jadi Appaku ?" -Daehwi "Iya umma, paman Daniel jadi Appa kami saja !" -Woojin
