Seongwu baru saja selesai mengancingkan piamanya lalu terdengar bunyi bel. Seongwu terdiam sebentar untuk memastikan kalau bel apartment-nya memang berbunyi. Dan ya, itu memang bel unitnya.
Seongwu keluar dari kamarnya dan menutup pintu dengan sepelan mungkin agar Daehwi tidak terbangun. Barulah wanita cantik itu menghampiri pintu yang kembali terdengar bunyi bel. Seongwu langsung membuka pintu tanpa melihat siapa tamu yang datang diwaktu semalam itu.
Seongwu mengerjap ketika Daniel menubrukkan dirinya kepadnya. Daniel dengan kesadarannya yang kurang memeluk erat Seongwu. Seongwu mencium bau alkohol yang kuat.
"Hah ? Pak Daniel ?? Aduh Pak Daniel kenapa mabuk ??!! Aduh ini badannya berat pak, pak bangun pak ??"
Nihil, Daniel malah menyenderkan pipinya di bahu Seongwu. Seongwu mendesah pasrah lalu dengan perlahan berjalan mundur dan menutup pintu. Seongwu memapah Daniel menuju ruang tamunya.
"Seongwu ..."
"I-iya pak Daniel ? Aduh kenapa bisa begini si pak ? Astaga tulangku akan patah rasanya ..."
Seongwu mendudukkan Daniel di sofanya, direkturnya itu langsung bersandar.
"Saya ambilin minum dulu ya pak."
Seongwu berbalik, Daniel menahannya dan menarik Seongwu sehingga pegawainya itu duduk di sampingnya.
"E-eh ? Kenapa pak ?"
Daniel menggeleng dengan mata terpejam, tapi soelah ia melihat, Daniel memeluk Seongwu dari samping dan kembali menyandarkan pipinya di bahu Seongwu. Seongwu yang sensitif hanya menggigit bibirnya menahan diri untuk tidak berteriak karna deru nafas Daniel yang menggelitik leher jenjangnya.
"Seongwu ..."
"I-iya pak ?"
"Bagaimana ini ?"
"A-apanya yang bagaimana pak ?"
Hening, tidak ada sautan selama beberapa menit hingga Seongwu mengira kalau Daniel sudah tidur. Tapi yang membingungkan pelukannya tidak melorot sama sekali.
"Jisung nuna ... ibuku ... ingin aku ..."
Seongwu menunggu sampai akhirnya ia melirik Daniel dengan sedikit menoleh.
"Menikah."
"Eh ?"
Daniel bangun, membuka matanya dan menggigit lengan Seongwu.
"Aduh pak Daniel ! Kenapa Seongwu digigit ??!"
Daniel tertawa, matanya menyipit dan rentenan giginya yang rapih itu terlihat.
"Habis aku gemas setiap kali kau 'eh' dengan suara seperti itu."
Seongwu memicing sambil mengusap lengannya yang digigit Daniel. Lalu Daniel menatap lengan Seongwu yang tadi digigitnya. Tangan kirinya menjauhkan tangan kanan Seongwu, mendekatkan wajahnya lalu mengecup lembut lengan Seongwu yang terbalut piama yang tercetak bekas gigitannya.
Seongwu diam.
Daniel mengangkat wajanya lalu menatap Seongwu yang bingung.
"Jadi bagaimana ini Seongwu ?"
"A-apannya pak Daniel ?"
Daniel menatap Seongwu lekat-lekat.
"Aku tidak bisa menikah. Ibu dan Nuna pasti akan mengomel lagi."
"Ka-kalau begitu anda harus menikah."
"Tapi saya tidak bisa Ong Seongwu."
"Ke-kenapa ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mommy ||Ongniel|| GS
Fanfiction"Umma, paman Daniel boleh jadi Appaku ?" -Daehwi "Iya umma, paman Daniel jadi Appa kami saja !" -Woojin
