23

5.3K 848 82
                                        

Seongwu selesai mandi dan berpakaian, Daehwi dan Woojin pun sudah mandi terlebih dahulu. Daniel juga, lelaki itu membawa baju yang selalu tersedia di mobilnya.

Seongwu mengulas senyumnya mendapati kedua anaknya yang tampak tenang menonton sebuah Drama menjelang siang. Wanita cantik itu duduk di samping kanan Daehwi di karpet dengan bersandar di sofa.

"Oh ? Drama apa ini ?"

"Mommy ! Mommy ! Lihat ! Letnan-nya seorang perempuan ! Cantik sekali seperti Mommy Seongwu !"

Seongwu tertawa lalu mencium pipi gembil Daehwi.

"Pangeran ke-4 nya juga seperti Daddy !"

"Benarkah ? Kenapa mirip dengan Daddy, Princess ?"

"Karena Daddy tampan hehe."

Seongwu mengerjap kaget lalu tertawa, ia tidak menyangka putrinya akan menjawab seperti itu.

Hening, mereka semua terfokus dengan drama baru The Descendants of The Sun yang pemerena utamanya seorang Letnan cantik dan Pangeran ke-4 yang tampan. Hingga jam menunjukkan pukul 1, mereka masih duduk disana.

Woojin dan Daehwi yang mengantuk menyandarkan diri mereka masing-masing, kalau Woojin dengan Daniel, Daehwi dengan Seongwu.

"Wah, kita benar-benar seperti keluarga yang harmonis ya Seongwu ? Di hari libur, movie time bersama anak-anak. Benar-benar impian keluarga yang kuinginkan."

Seongwu hanya tertawa canggung mendengar pernyataan bos nya itu. Drama yang mereka tonton selesai, karena sedang iklan Seongwu pun tidak tahu harus menatap ke arah mana.

"Seongwu."

"I-iya pak Daniel ?"

"Kurasa ini waktu yang tepat untuk saling bercerita."

Seongwu menoleh bingung dengan ucapan Daniel, tapi yang di tatap malah tersenyun simpul membuatnya malu dan tersipu.

"Aku akan bercerita tentang diriku kepadamu."

Daniel menunduk mengusap helaian rambut Woojin.

"Aku 2 bersaudara seperti yang kau ketahui, kakak perempuanku Kang Jisung terpaut 2 tahun denganku. Aku anak rumahan sekali, tidak seperti Jisung nuna yang memiliki banyak teman, temanku satu-satunya dari dulu hanya Hwang Minhyun. Jisung nuna dulu mengajaknya ke rumah karena mereka satu kelas yang sama di SHS, dan aku merasa nyaman berteman dengannya. Hingga saat itulah kami terus bermain bersama dan Nuna dengan Minhyun berpacaran."

"Ja-jadi Pak Minhyun sudah lama berpacaran ya ?"

Daniel mengangguk sambil tersenyum remeh. Hei, ingatkan Seongwu kalau Daniel tersenyum remeh kepadanya.

"Karena itulah tidak ada harapan untukmu dengan Hwang Minhyun, Mommy. Kau tercipta hanya untukku."

Seongwu mendelik dengan ucapan arogan Daniel, pipinya merah karena malu dan entahlah.

"Seperti yang kukatakan, aku memang tidak pernah mendekati satu perempuan manapun dari dulu karena aku ini orang rumahan. Setiap pulang sekolah aku langsung pulang, kerja kelompok ? Aku tetap melakukannya tapi tidak pernah ikut bermain dengan teman-teman setelah mengerjakan tugas. Aku ... hanya tidak bisa dan tidak mau, dulu."

Seongwu kembali menoleh menatap Daniel.

"Kau mungkin menyadarinya, sikapku belakangan ini berubah lebih baik. Tidak berbicara sedikit, dan sering tersenyum kepada pegawaiku."

Seongwu mengangguk membenarkan ucapan Daniel. Karena dulu semenjak ia baru memasuki perusahaan, Daniel benar-benar seperti bos pada kebiasaan, berbicara sedikit, jarang tersenyum, tidak mau membaur. Tapi sekarang semua berbeda.

Mommy ||Ongniel|| GSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang