Seongwu hanya menundukkan wajahnya sambil menutup kuping karena Seokjin dan Jungkook sedari tadi menuntut sebuah jawaban darinya mengenai cincin berlian pemberian Daniel semalam.
"Jadi hanya seperti ini pertemanan kita Seongwu ? Kau mau menyimpan rahasia dariku hah ?"
Seongwu mengangkat wajahnya, lalu menatap tajam ke arah Seokjin.
"Bukankah kau juga merahasiakan hubungan-mu dengan Namjoon sunbae ? Bahkan kau terlebih dahulu menyimpan rahasia Unni !"
"Seongwu benar !"
Seokjin membeku, matanya melotot, terlihat sekali dari raut wajahnya kalau ia kebingungan.
"Lihat ? Kau diam kan sekarang."
Seongwu tersenyum sinis sembari bersidekap.
"Baiklah aku minta maaf, tapi kalian tahu darimana ?"
"Kau yang cerita sendiri di rumahku, kau mabuk."
Seokjin mengangguk-angguk, pipinya sekarang memerah membuat Seongwu dan Jungkook menahan diri untuk tertawa.
"Ka-kalau begitu sekarang kau yang cerita ! Aku tidak ada rahasia lagi."
"Cerita apa ? Aku tidak ada rahasia Unni."
"Bohong ! Untuk apa kau memakai cincin sebagus itu ? Seorang Ong Seongwu memakai periahasan ? Aneh !"
"Me-memangnya tidak boleh ?!"
"Tidak ! Itu aneh, kau sendiri yang bilang !"
Seongwu berusaha mencari alasan, ia mengalihkan pandangannya dari Seokjin dan Jungkook.
"Ada Pak Daniel !"
Seokjin dan Jungkook menoleh kebelakang, Seongwu yang melihat ada kesempatan langsung beranjak dari tempatnya dan lari dengan secepat mungkin.
"Auhhh, selamat aku."
🐰
Seongwu, Woojin dan Daehwi berlari-lari kecil di sekitar pinggir Sungai Han bersama dengan Daniel. Mereka sedang olahraga pagi atas usulan Daniel sebelumnya. Dan pagi-pagi buta Daniel sudah memencet bel apartment Seongwu.
"Daddy Daehwi lelah."
Daniel menghentikan dirinya lalu tertawa, ia mengangkat Daehwi ke belakang punggungnya.
"Tapi Daddy belum lelah sayang, ayo kita lari lagi."
Daniel berlari sambil menggendon Daehwi di belakangnya. Daehwi sendiri tertawa senang.
"Woojin lelah ? Kita duduk dulu mau ?"
Woojin mengangguk, Seongwu merangkulnya menuju kursi. Seongwu menuju mesin penjual air minum lalu kembali kepada Woojin yang sedang duduk sambil tertawa melihat Daehwi dan Daniel.
"Ini sayang, minumlah."
"Terima kasih Mommy."
Seongwu mengulas senyumnya, entah mengapa ia mulai menyukai panggilan itu. Apalagi kalau Woojin dan Daehwi memanggilnya dengan nada di maniskan saat menginginkan sesuatu.
"Woojin lapar ? Mau sarapan apa ?"
"Apa saja Mom."
"Arraseo, kita tunggu adikmu dan paman Daniel dulu."
Setelah menunggu 15 menit, Daniel dan Daehwi menghampiri kursi yang diduduki Seongwu dan Woojin. Daniel mendudukkan Daehwi di atas meja. Gadis kecil itu mengambil satu botol air mineral yang masih utuh kepada Daniel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mommy ||Ongniel|| GS
Fanfiction"Umma, paman Daniel boleh jadi Appaku ?" -Daehwi "Iya umma, paman Daniel jadi Appa kami saja !" -Woojin
