Suara burung-burung gereja mengaluni pagi hari yang cerah, suara riuh para tamu bergema di lorong. Satu per satu dari mereka mulai memasuki tempat peribadatan dan mengisi kursi-kursi yang kosong.
Pendeta bersama pengantin lelaki sudah berada di posisi mereka masing-masing.
Menunggu selama 15 menit, pintu terbuka. Sang pengantin perempuan dengan gaun putih cantiknya berdiri bersama sang wali.
Perlahan-lahan pengantin perempuan berjalan menuju altar, para tamu mengulas senyum mereka masing-masing di wajah melihat sang pengantin yang berjalan dengan anggunnya bersama sang wali.
Mereka berhenti ketika sampai di bawah tangga altar, pengantin pria mengambil alih tangan pengantin perempuan dari sang wali.
"Ingat, jaga dia untukku."
Pengantin pria mengulas senyumnya dan mengangguk.
Pemberkatan dimulai, pendeta sedikit membacakan khotbah dan membacakan janji suci untuk kedua mempelai. Hingga janji dari kedua mempelai terucap satu sama lain.
"Kau boleh mencium pengantinmu."
Semua tamu mengulas senyum ketika pengantin lelaki membuka penutup wajah yang terpasang pada pengantin perempuan, lalu mereka saling mendekatkan diri hingga kedua bibir mereka bersentuhan.
Riuh tepuk tangan menggema di ruangan, semua turut senang akan menyatunya dua pasangan yang sedang berdiri di altar tersebut.
🐰
"Daniel ! Ayo foto keluarga !"
Lengkingan suara Jisung membuat Daniel yang sedang berbicara pada tamu pentingnya pun terhenti dan menoleh.
Daniel menghampiri Jisung dan Minhyun.
"Sebentar, aku akan mencari ibu."
"Jidatmu, ibu sudah menunggu bersama Seongwu dan keponakan-keponakanku."
Daniel mengikuti arah tangan Jisung, ia lalu tersenyum dan dengan sendirinya melangkah lebih dulu meninggalkan kedua pengantin.
Jisung menyumpah membuat Minhyun tertawa kecil.
"Sudah, ayo kita hampiri mereka."
Jisung menuruti ucapan lelaki yang 8 jam lalu resmi menjadi suaminya. Mereka menghampiri Nyonya Kang, kedua orang tua Hwang Minhyun, Daniel, Seongwu, Daehwi dan Woojin.
Daniel tersenyum menghampiri Seongwu yang kebingungan.
"Ke-kenapa aku ikut berfoto ?"
Tanyanya berbisik.
"Karena kau akan menjadi istriku, tentu saja harus ikut berfoto bersama."
Seongwu bergidik dengan suara rendah Daniel yang mengalun di telinganya.
"Eiy, berhentilah bermesraan karena sekarang waktunya berfoto."
Seongwu memerah mendengar candaan dari pengantin perempuan, sedangkan Daniel malah terkikik.
🐰
Seongwu turun bersama Woojin dari limusin Daniel bersama Nyonya Kang, sedangkan Daniel sudah lebih dulu turun dengan menggendong Daehwi yang tertidur.
"Nyonya Kang a-"
"Umma Seongwu, Umma."
"Aah, iya .. U-Umma, apa tidak apa aku bermalam disini ?"
"Tentu saja, Umma sendiri yang memintamu menginap. Apa kau tega membiarkanku sendiri dirumah sayang ?"
"Eh ? T-tidak, tentu saja tidak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mommy ||Ongniel|| GS
Fiksi Penggemar"Umma, paman Daniel boleh jadi Appaku ?" -Daehwi "Iya umma, paman Daniel jadi Appa kami saja !" -Woojin
