19:30
Rumah sakit
Sanskar : SIAL SIAPAPUN TOLONG AKU!
Dokter : Tuan tenanglah kami akan berusaha menyelamatkan istrimu
Sanskar : Ya dewa kau tidak pernah mengabulkan doaku akupun telah kehilangan kepercayaan padamu sejak 5 tahun yg lalu, tapi kumohon untuk kali ini saja setidaknya selamatkan swaraku kumohon...
Sanskar menangis menutup wajahnya, menyembunyikan kesedihannya, menyembunyikan sisi rapuhnya, sekuat apapun sanskar dia tetaplah manusia, ia butuh swara ia tidak ingin apapun lagi.
Mm swara : Sanskar bagaimana keadaan swara?
Mami swara datang dengan berlari dan wajah dengan menangis panik.
Sanskar : Swara masih di tangani dokter ma
Mm swara : Astaga ya dewa putriku
Sanskar : Maafkan aku
Mm swara : Sebenarnya apa yg terjadi diantara kalian?
Sanskar : Ini semua salahku maafkan aku ma
Sanskar menunduk ia benar² merasa bersalah atas apa yg terjadi pada swara dan bayinya, ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika salah satu dari mereka akan pergi.
Ibu sanskar : Apa sudah ada kabar tentang swara?
Sanskar : Belum ma, aku memang bodoh aku tidak bisa menjaga istri dan bayiku, suami dan macam apa aku ini ma?
Sanskar menunduk menyembunyikan wajahnya, ia terus menyalahkan dirinya sendiri.
Ibu sanskar : Ssstt sanskar mama yakin swara dan bayimu sangat kuat, mereka akan baik² saja, berdoalah pada dewa.
Ibu sanskar memeluk sanskar memberikan kekuatan pada putranya yg sekarang sangat lemah.
Ibu sanskar : Ya dewa kumohon jangan renggut kebahagiaan putraku 'lagi'
CEKLEK
Dokter keluar.
Mm swara : Bagaimana keadaan putriku dok?
Dokter : Emm begini bisakah kita bicarakan ini diruangan saya?
Mm swara : Sanskar pergilah, aku dan ibumu akan melihat keadaan swara
Sanskar : Baik ma
Ruangan Dokter
Sanskar : Apa yg terjadi pada istriku dok?
Dokter : Istrimu keguguran tuan maheswari
Sanskar : Apa? Kau bercanda kan? Lelucon macam apa itu hah?
Dokter : Tidak tuan, saya serius. Kandungan istri anda lemah, istri anda juga terlalu stress hal itu membuatnya sangat rentan keguguran. Di saat seperti ini biasanya fisik dan mentalnya menjadi lemah, anda harus selalu berada di sampingnya dan mendukungnya.
Sanskar : Lalu apa yg harus aku lakukan? Ya dewa apa yg harus aku katakan pada swara!
Sanskar mengacak rambutnya frustasi, ia sangat ingin menangis. Sanskar memang terlihat tidak peduli pada bayi mereka tapi sesungguhnya sanskar sangat menantikan bayi itu, bahkan saat sanskar pulang ataupun pergi kekantor ia selalu menyempathan diri untuk mencium perut swara seolah ia tengah mencium bayi mereka.
Dokter : Tuan saya tau anda juga sangat kecewa dan terluka tapi ingatlah penderitaan istri anda lebih besar, anda harus menguatkannya, anda harus berada disampingnya, disaat seperti ini kondisi mentalnya sangat lemah dan bisa saja memicu keinginan untuk bunuh diri.
Sanskar : Baiklah, terima kasih dokter
Dokter : Saya turut berduka cita atas kepergian bayi kalian tuan maheswari
Sanskar : Ya terima kasih
Sanskar berjalan gontai, kata² yg dilontarkan dokter itu seperti pisau yg terus menghujam dada sanskar. Saat sanskar membuka pintu ruangan swara rasa sakit didadanya bertambah saat ia melihat swara memeluk mami nya dan menangis kencang.
Swara : Bayiku mam bayiku pergi hiks bayiku
Mm swara : Sstt sayang sabarlah, kuatkan dirimu. Dewa lebih menyayangi bayi kalian, dewa ingin bayi kalian berada di surga, kuatkan dirimu swara
Swara : Aku ibu yg buruk mam, aku membunuh bayiku mam hiks jika saja aku menjaga diriku maka tidak akan kehilangan bayiku mam aku sungguh ibu yg buruk mam aku pembunuh hiks
Mm swara : Swara apa yg kau katakan? Ini takdir sayang, kuatkan dirimu sayang. Percayalah saat ini bayimu sedang bahagia bersama dewa.
Swara : Aku ibu yg buruk mam hiks aku ibu yg buruk
Mm swara : Swara jangan berbicara seperti itu, ini semua takdir sayang
Swara : Harusnya aku yg mati bukan bayiku! Harusnya aku mam bukan bayi 3 bulan ku! Demi dewa swara kau benar² berdosa telah membunuh bayiku sendiri hiks
Mm swara : Swara! Berhenti menyalahkan dirimu sendiri swara!
Mami swara terluka mendengar setiap tangisan dari bibir swara, ntah siapa yg harus ia salahkan, dewakah yg selalu membuat hidup swara menderita? Atau memang takdir swara yg tidak pernah membiarkan putrinya hidup bahagia.
Sanskar : Swara...
Mm swara : Sayang berbicaralah dulu dengan sanskar, mama akan keluar dulu. Dan sanskar temui aku setelah ini.
Sanskar : Baik ma
Sanskar menghampiri swara dan menggenggam tangan swara erat.
Sanskar : Maafkan aku
Swara : Apa maaf mu bisa mengembalikan bayiku sanskar?
Sanskar hanya terdiam mendengar pertanyaan swara
Swara : JAWAB AKU!
Sanskar : Maafkan aku swara maafkan aku, demi dewa akupun sangat ingin mati menyusul bayi kita sekarang, maafkan aku swara kumohon maafkan aku.
Swara : Aku kecewa padamu sanskar, aku kecewa!
Sanskar : Maaf swara maaff
Sanskar menunduk ia berubah dari lelaki keras menjadi lelaki lemah pada hari itu.
Swara : Aku mau kita bercerai
Sanskar mengangkat kepalanya dan menatap mata swara yg sedang mengalihkan pandangannya ke jendela. Tiba² air mata sanskar menetes begitu saja sama dengan swara. Bukan hanya sanskar yg terluka, swara juga terluka, dan hari itu mereka berdua sama² terluka karna keegoisan yg sebelumnya mereka ciptakan sendiri.
#Bersambung#
KAMU SEDANG MEMBACA
Nikah Kontrak
Roman d'amourBagi Sanskar pernikahan hanya omong kosong, lalu bagaimana Swara mengubah pandangan Sanskar tentang pernikahan?
