Happy reading
Chanyeol. Laki-laki itu tak henti-hentinya mondar-mandir di depan Unit Gawat Darurat dengan gusar. Ia terlihat begitu gelisah bahkan raut wajahnya tak lepas dari kata cemas.
Son Wendy. Dialah wanita yang kini memenuhi otak dan pikirannya. Ia bahkan melupakan fakta besar bahwa rumah sakit yang ditempati Wendy saat ini sama dengan rumah sakit tempat Eunji dirawat.
Katakanlah ia bodoh karena perasaan khawatirnya terhadap Wendy yang mengalami luka bakar di bagian tangan dan kakinya begitu besar hingga ia melupakannya.
Suara pintu terbuka, dengan sigap Chanyeol langsung berjalan mendekati dokter yang telah menangani Wendy.
"Ba-... Bagaimana kondisinya saat ini dok?" tanya-nya cemas.
"Anda suaminya?" bukan menjawab, dokter tersebut malah balik bertanya hingga ia terlihat gusar untuk menjawab.
"Begini tuan. Saya tidak bisa memberitahu kondisi pasien ke sembarang orang. Ini sesuai prosedur rumah sakit" lanjut dokter tersebut.
Chanyeol terdiam pias. Sedetik ia berfikir dan mengingat Eunji serta Ahra namun detik kemudian dengan cepat ia menghilangkan pikiran berat tersebut dan mengangguk pasti, membenarkan bahwa ia adalah suami dari seorang Son Wendy.
"Beritahu saya keadaannya. Saya suaminya" Dokter itu mengangguk pelan lalu menjelaskan secara detail kondisi Wendy padanya hingga detik terakhir, akhirnya Chanyeol bisa bernafas lega karena Wendy baik-baik saja meski terdapat luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.
Masalah besar mungkin akan segera muncul setelah ini karena pengakuan bodohnya tapi ia tak peduli. Yang terpenting sekarang adalah kondisi Wendy di atas segalanya meski ia harus berbohong dan menyakiti keluarganya kembali.
"Chan" lirih Wendy lemah. Chanyeol yang setia duduk disampingnya seraya menggenggam erat tangan kirinya, mengerjap pelan menyadari bahwa wanitanya telah siuman.
"Kau baik-baik saja? Mau minum atau?..."
"Akhh..." Wendy meringis sakit ketika ia tak sengaja menggerakan bagian tubuhnya yang mengalami luka bakar.
"Jangan dipaksakan sayang. Dokter tak mengijinkanmu bergerak terlalu banyak selama 2 hari kedepan jadi berhati-hatilah. Ada aku yang selalu menemanimu" ujar Chanyeol, ia beralih lalu membenarkan selimut Wendy dan terhenti dengan kecupan hangat di kening wanitanya.
Hati Wendy menghangat, ia memejamkan matanya merasakan perlakuan manis Chanyeol hingga,
"Calon bayi kita..." Wendy terhenyak. Buru-buru ia meraba perut datarnya.
"Chan. Calon bayi kita. Apakah dia baik-baik saja didalam sana?" tanya Wendy panik. Ia ingat bahwa beberapa menit setelah kebakaran itu terjadi. Ia terjatuh karena berusaha menyelamatkan diri. Dalam ingatannya, jelas bahwa ada cairan merah yang keluar dari celah kakinya namun karena kondisinya yang terlalu lemah saat itu. Ia tak sadarkan diri dan berakhir di rumah sakit.
"Chan, jawablah" bentak Wendy mulai terisak dalam kepanikannya.
Chanyeol hanya menggeleng lemah, ia tau bagaimana perasaan wanitanya hingga ia mengecup lembut punggung tangan dan mengusap puncak kepala Wendy berusaha menenangkannya.
"Hiks... Jangan katakan bahwa..."
"Calon anak kita baik-baik saja sayang. Tenanglah" ucap Chanyeol pelan seraya mengusap lembut air mata Wendy.
Sedang Wendy sendiri langsung terdiam dalam tangisnya. Nafasnya memburu mendengar perkataan Chanyeol. Ia bahagia tapi disisi lain ia juga kesal pada pria-nya mengingat ia tak langsung menjawab ketika ia melontarkan pertanyaan sejak awal hingga ia harus menangis terlebih dahulu dan itu membuatnya terlihat bodoh.

KAMU SEDANG MEMBACA
Park Chanyeol & Jeong Eunji [OSN Season 2]
FanficStatus : Complete OSN SEASON 2 - Cerita lanjutan dari Park Chanyeol & Jeong Eunji Baca season 1 agar nyambung di work @Jej_NoviWilianti Chapter-chapter ganjil sengaja aku private jadi jangan heran kalo bagian-bagiannya ada yang hilang. Caranya : Kal...